Biofarma

Innogene Kalbiotech Pte. Ltd.

 

Innogene Kalbiotech Pte. Ltd. (Innogene) adalah pusat riset Kalbe di bidang bioteknologi dalam kegiatan akuisisi, serta pengembangan dan komersialisasi produk. Diantaranya, pusat riset ini telah mengembangkan TheraCIM, produk antibodi monoklonal untuk terapi kanker secara terarah.

TheraCIM telah menyelesaikan fase 2 registrasi kanker kepala dan leher, serta registrasi uji klinik kanker serviks. Innogene tengah memulai proses fase 3 kanker kepala dan leher, dan uji klinis fase 3 untuk Racotumomab bagi non-small cell lung cancer (NSCLC). Hingga kini, Kalbe telah melakukan registrasi TheraCIM di beberapa negara seperti Thailand, Myanmar, Indonesia, Filipina dan Kamboja, serta memperoleh Special Access Scheme (SMS) di Taiwan, Singapore, Malaysia dan Afrika Selatan.

Untuk informasi lebih lanjut, klik www.innogene-kalbiotech.com

PT Bifarma Adiluhung

Dalam melaksanakan tugasnya, Direksi bertanggung jawab kepada RUPS. Pertanggungjawaban Direksi kepada RUPS merupakan perwujudan akuntabilitas pengelolaan perusahaan dalam rangka pelaksanaan prinsip-prinsip GCG. Kinerja Direksi dievaluasi oleh Dewan Komisaris baik secara individual maupun kolektif berdasarkan unsur-unsur penilaian kinerja yang disusun oleh Komite Nominasi. Pelaksanaan penilaian dilakukan pada tiap akhir periode tahun buku. Hasil penilaian kinerja Direksi oleh Dewan Komisaris disampaikan dalam RUPS.

PT Pharma Metric Labs

Pharma Metric Labs adalah Organisasi Riset outsourcing atau Contract Research Organization (CRO) independen yang menyediakan layanan dan jasa termasuk Clinical Study Management, studi Bioavailability/Bioequivalence (BA/BE) dan analisa kontrak bagi perusahaan farmasi di Indonesia dan ASEAN untuk memastikan hasil uji klinis dan pendaftaran pada lembaga berwenang secara cepat.

Didirikan pada tahun 2005 dan mulai beroperasi pada tahun 2006, PT Pharma Metric Labs berkomitmen untuk menyediakan layanan yang akurat, dapat diandalkan dan tepat waktu dengan biaya yang efektif bagi konsumen.

Kantor pusat berlokasi di Jakarta, Indonesia dengan fasilitas klinis dan analisis yang terintegrasi. Laboratorium Bioanalytical telah memperoleh akreditas ISO/IEC 17025/GLP dan pengakuan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia. Laporan BA/BE yang dihasilkan telah disampaikan dan diterima oleh BPOM (Indonesia), NPCB (Malaysia) dan BFAD (Filipina) untuk registrasi produk baru. 

PT Kalbio Global Medika

 

Established in January 2016, Joint-venture between the largest publicly – listed pharmaceutical company In Southeast Asia, PT Kalbe Farma Tbk and the leading South Korean biotechnology R&D company, GENEXINE Inc.

PT KALBE GENEXINE BIOLOGICS: The first biopharmaceutical Research & Development, clinical development and marketing investment of Indonesia. PT Kalbe Genexine Biologics will conduct research and development of new innovative biologic drugs which will be produced in Indonesia through PT Kalbio Global Medika a high tech biologics factory for marketing in Indonesia and the region. Through the formation of the joint venture company, Kalbe is gaining access to a wide range of next generation therapeutics proteins, access to advanced countries such as Australia and Taiwan and greater Foothold in existing market of ASEAN and Indonesia.

Stem Cell & Cancer Institute

 

Stem Cell and Cancer Institute (SCI) didirikan pada tahun 2006 oleh dr. Boenjamin Setiawan, Ph.D sebagai suatu institusi yang bergerak di bidang penelitian modern khususnya penelitian mengenai sel punca, terapi sel, dan diagnostik kanker. Sejak didirikan, SCI terus meraih berbagai kemajuan penting melalui partisipasinya di berbagai kegiatan riset baik nasional, maupun internasional.

Visi SCI adalah menjadi institusi penelitian sel punca dan kanker yang terbaik di Indonesia bahkan di tingkat internasional. Sementara Misi SCI adalah melakukan riset translasional sel punca dan kanker melalui inovasi dan pendekatan multidisiplin yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dengan cara etis dan bertanggung jawab. Pada saat ini, SCI dipimpin oleh dr. Sandy Qlintang. Selain itu, terdapat 4 Principal Investigator (PI), peneliti, dan teknisi yang terbagi dalam dua divisi penelitian, yaitu divisi stem cell dan divisi kanker.

Untuk informasi lebih lanjut, klik www.sci-indonesia.id