Keberlanjutan

KALBE GELAR PELATIHAN LITERASI KEUANGAN DI KAMPUNG PANIIS

KALBE GELAR PELATIHAN LITERASI KEUANGAN DI KAMPUNG PANIIS

Paniis, 16 November 2021 – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) hari ini bersama Kalbis Institute dan Sekolah Relawan, sebuah lembaga non-profit tanggap bencana mengadakan kegiatan pelatihan literasi keuangan di Kampung Paniis, Taman Jaya, Taman Nasional Ujung Kulon, Banten dengan topik Keuangan Keluarga dan Usaha Kecil. Kegiatan pelatihan yang ditujukan bagi masyarakat Kampung Paniis tersebut dipandu oleh Amalia Khoirun Nisa, QWP, konsultan keuangan sekaligus sebagai founder Mommenkeu Project dengan akun Instagram @mommenkeu. Pelatihan literasi keuangan yang dihadiri puluhan warga yang sebagian besar berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial Kalbe kepada komunitas. Kegiatan pelatihan yang menyasar kaum ibu ini juga merupakan bentuk peran serta aktif Kalbe dalam melaksanakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), yaitu mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan.

“Pelatihan yang diadakan bersama dengan Kalbis Institute dan Sekolah Relawan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Kalbe kepada komunitas untuk mereka dapat mandiri mengelola sistem keuangan, dan karena mayoritas yang datang adalah para ibu rumah tangga, harapannya dapat membantu sampai ke sistem keuangan keluarga mereka,” tutur Abi Nisaka, Corporate Sustainability Manager PT Kalbe Farma Tbk. “Kita belajar bagaimana mengelola keuangan juga mengatur pemasukan keuangan yang kita miliki. Pengeluaran harus dikontrol dan kita juga harus tahu berapa besaran yang bisa ditabung dan bahkan kita juga harus memikirkan untuk rencana masa depan akan seperti apa,” tambah Abi. Berdasarkan hal itu, Kalbe perlu memberikan pembekalan kepada masyarakat Kampung Paniis, terutama bagi para istri agar dapat memiliki pengetahuan yang tepat tentang bagaimana mengelola sistem keuangan keluarga. 

Menurut Kiwong selaku Ketua RW 06 di Kampung Paniis, jumlah warganya terdiri atas 126 kepala keluarga dan 490 jiwa, mayoritas berprofesi sebagai petani, nelayan dan pelaku industri pariwisata Pulau Peucang dan Pulau Badul. Warganya hanya mengandalkan pendapatan mereka dari hasil pertanian, perikanan dan pariwisata setempat yang mana berpengaruh kepada pendapat yang mereka terima setiap bulannya. “Warga kami bukan kelompok masyarakat yang mempunyai penghasilan rutin setiap bulan. Pendapatan yang mereka terima sangat bergantung pada hasil alam,” tutur Kiwong.

Berdasarkan kondisi geografi, Kampung Paniis berbatasan langsung dengan Desa Cigorondong. Dalam pembagian wilayah, Kampung Paniis termasuk dalam rukun warga (RW) 06 yang mana RW 06  dibagi dalam dua rukun tetangga (RT).

Sebelumnya Kalbe turut andil dalam memberikan bantuan kepada warga Kampung Paniis yang terdampak bencana alam tsunami pada 2018 silam. Di tahun 2020, Kalbe juga melakukan beberapa kegiatan community-based development dengan tema pemulihan bencana serta sosial ekonomi komunitas setempat.

Previous Article KALBE LAKUKAN AKSI PEDULI BENCANA MASAMBA
Next Article PERCEPATAN VAKSINASI COVID-19 DI SORONG – PAPUA BARAT
Print
1288 Rate this article:
No rating

Please login or register to post comments.

Name:
Email:
Subject:
Message:
x