Berita Terbaru

KALBE UMUMKAN 3 PENERIMA DANA PENELITIAN RISTEK/BRIN KALBE SCIENCE AWARD (RKSA) 2021

KALBE UMUMKAN 3 PENERIMA DANA PENELITIAN RISTEK/BRIN KALBE SCIENCE AWARD (RKSA) 2021

Press Release No. 047/KFCP-DIR/PR/IX/21


Jakarta, 18 September 2021, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) hari ini mengumumkan 3 penerima dana penelitian terbaik Ristek/BRIN Kalbe Science Award (RKSA) 2021 yang telah diseleksi secara ketat dari 9 kandidat penerima dana dengan judul penelitian yang diterima dari seluruh Indonesia oleh Dewan Juri RKSA 2021 yaitu 282 judul.  Selanjutnya ketiga penerima dana RKSA ini akan mengembangkan penelitian mereka demi mewujudkan misi RKSA 2021 yaitu Hilirisasi Penelitian untuk Menyehatkan Bangsa. RKSA 2021 adalah program pemberian dana penelitian bagi para peneliti di Indonesia dengan tema Farma dan Biopharma, Cell and genetherapy, e-health, alat kesehatan, diagnostik, makanan minunam kesehatan dan produk bahan alam. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat mencapai proses hilirisasi untuk menjadi produk atau layanan yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Pengumuman 3 penerima dana penelitian RKSA dilakukan bersamaan diskusi ilmiah bertema “Optimalisasi Digital untuk Menunjang Hilirisasi Penelitian” dengan narasumber Prof. Widodo, S.Si.,M.Si.,Ph.D.Med.Sc – Dekan Fakultas MIPA Universitas Brawijaya dan Dr. dr. Bayu Prawira Hie, MBA – Ketua Dewan Pengawas Alinsi Telemedik Indonesia (ATENSI).

 

Seleksi proposal yang dilakukan Dewan Juri mengacu pada kriteria penilaian yang telah ditetapkan yakni kesiapan produk dan pasar ditinjau dari keunggulan terhadap produk serupa atau sama dan manfaatnya bagi pengguna; kombinasi Technology Readiness Level (TRL) dan Demand Readiness Level (DRL); kesesuaian antara metodologi riset dengan tujuan penelitian; kesesuaian antara anggaran (RAB) dengan tujuan penelitian dan kesesuaian antara timeline dengan tujuan penelitian.

 

 

Adapun ketiga penerima dana RKSA 2021 adalah :

1.       David S. Perdanakusuma dengan judul penelitian Efektivitas Umbilical Cord Mesenchymal Stem Cell-Secretome (UCMSC-S) Gel Terhadap Percepatan Reepitelisasi Luka.

2.       Bintang Soetjahjo dengan judul penelitian Efektivitas Pemberian Terapi Media Terkondisi Sel Punca Mesenkimal Tali Pusat Allogenik pada Pasien Osteoarthritis Sendi lutut.

3.       Alex Lukmanto Suherman dengan judul penelitian Pengembangan Rapid Test Kit Berbasis Single-Entity Electrochemistry (SEE) Untuk Deteksi Covid-19 Di Saliva.

 

“Kami mengapresiasi Kalbe yang telah melakukan RKSA sejak 2008 dan berharap melalui program RKSA ini dapat mendukung produk-produk penelitian yang siap dihilirisasi. Dengan demikian, RKSA dapat merangsang para peneliti untuk lebih giat lagi menterjemahkan hasil penelitian menjadi produk atau barang atau jasa yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyehatkan bangsa,“ kata Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc., Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). “BRIN sebagai fasilitator periset di Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung program RKSA sehingga menjadi role model bagi para periset untuk melakukan inovasi dan riset produk-produk penelitian yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyehatkan bangsa,” tambah Dr. Handoko.

 

“RKSA 2021 merupakan hasil kolaborasi Kemenristek/BRIN dan Kalbe dalam memperkuat kolaborasi triple helix antara Akademisi, Bisnis dan Pemerintah serta komunitas penelitian lainnya untuk meningkatkan hilirisasi penelitian di bidang kesehatan,” ujar Vidjongtius, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. “Sejak tahun 2018,  RKSA memfokuskan diri untuk memberikan dana penelitian bagi peneliti terpilih untuk didorong menuju proses hilirisasi penelitian agar hasil penelitian tsb dapat dinikmati oleh masyarakat,” lanjut Vidjongtius.

 

Vidjongtius menambahkan pra proposal yang diterima tahun ini ada 282 judul penelitian, yang kemudian diseleksi menjadi 30 proposal untuk menjadi 9 finalis yang mempresentasikan penelitiannya di depan dewan juri. Dengan kategori penelitian adalah Farma dan Biopharma, Cell and genetherapy, e-health, alat kesehatan, diagnostik, makanan minunam kesehatan dan produk bahan alam. “Kalbe terus berkomitmen pada dunia penelitian khususnya di bidang kesehatan dan berharap proses hilirisasi ini dapat menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyehatkan bangsa,” lanjut Vidjongtius.

 

Proses penyelenggaraan RKSA 2021 melalui beberapa tahap, yakni tahap penerimaan pra proposal Jan - April, penilaian pra proposal Mei - Juni. Tahap berikutnya, penerimaan proposal Juli, penilaian proposal Agustus dan pengumuman proposal penelitian yang akan menerima dana penelitian pada September 2021. Kemudian selama setahun penelitian akan melalui proses monitoring dan evaluasi oleh dewan juri RKSA 2021 dan diumumkan 3 penerima dana penelitian.

 

Dalam webinar RKSA, disampaikan juga optimalisasi digital untuk menunjang hilirisasi penelitian khususnya menghadapi pandemi COVID-19 yang disampaikan oleh Prof. Widodo, S.Si.,M.Si.,Ph.D.Med.Sc, Dekan Fakultas MIPA Universitas Brawijaya dan Dr. dr. Bayu Prawira Hie, MBA, Ketua Dewan Pengawas Alinsi Telemedik Indonesia (ATENSI).

 

menyampaikan dalam melihat variasi genetik dapat dilakukan dengan menyiapkan fungsional yang sesuai dengan karakter genetik tersebut.

 

Prof. Widodo, S.Si.,M.Si.,Ph.D.Med.Sc menyampaikan teknologi digital memegang peranan penting dalam waktu penelitian bidang kesehatan seperti contoh pembuatan vaksin yang semula harus melalui banyak proses penelitian, dari pengecekan jenis virus, memperbanyak virus, screening, efikasi, tahap uji klinis dan digunakan untuk umum. Sedangkan dengan teknologi digital, kita dapat mengakselerasi waktu penelitian dengan AI Bioinformatic dan BIGData.


Sedangkan Dr. dr. Bayu Prawira Hie, MBA juga menambahkan dalam situasi pandemi COVID-19 seperti saat ini wadah komunikasi dan informasi khususnya terkait layanan kesehatan diwajibkan berbasis digital sehingga layanan telemedicine yang mencakup layanan konsultasi dengan dokter, pengantaran obat, membuat janji ketemu dokter dilakukan untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 dan mewujudkan pelayanan kesehatan yang memadai bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Adapun dewan juri RKSA 2021 terdiri dari Prof. Dr. Amin Soebandrio, Ph.D, Sp.MK (Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman), Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU (Ketua Dewan Riset Nasional), Dr. Ir.  Roy Alexander Sparringa, M.App.SC. (Senior Advisor BPPT), Dr. Lucia Rizka Andalusia, Apt,. M. Pharm, MARS, (Direktur Registrasi Obat Badan Pengawas Obat dan Makanan), dr. Sandy Qlintang (Direktur Stem Cell and Cancer Institute & Pharma Metric Labs PT Kalbe Farma Tbk) dan juga juri kehormatan dari Kementerian Ristek/BRIN dan Pendiri PT Kalbe Farma Tbk Dr. Boenjamin Setiawan, Ph.D.

 

Informasi tentang program RKSA 2021 dapat dilihat di www.kalbe-rksa.com.

 

 

Sekilas tentang Kalbe

 

PT Kalbe Farma Tbk (“Kalbe”) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara. Kalbe memiliki empat divisi utama yang menangani portofolio merek yang handal dan beragam; divisi obat resep (Cefspan, Brainact, Broadced, dll); divisi produk kesehatan yang menangani obat bebas (Promag, Mixagrip, Komix, Woods, Fatigon, dll), multivitamin (Fatigon, H2, XonCe, Hevit-C, JossC1000 dll), dan minuman supplemen dan siap saji (Hydro Coco, Extra Joss), divisi nutrisi (ChilKid, Prenagen, Diabetasol, Zee, dll); dan divisi distribusi. Kalbe kini memiliki lebih dari 40 anak perusahaan and 14 fasilitas produksi berstandar internasional, dan mempekerjakan sekitar 17.000 karyawan, yang tersebar di 76 cabang di seluruh Indonesia. Sejak tahun 1991, saham Kalbe tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX:KLBF).


Print
460 Rate this article:
No rating

Please login or register to post comments.

Name:
Email:
Subject:
Message:
x