Berita Terbaru

Mempertahankan Kinerja Perusahaan yang Lebih Baik

Mempertahankan Kinerja Perusahaan yang Lebih Baik

Mempertahankan Kinerja Perusahaan yang Lebih Baik

 

No. 021/KFCP-DIR/PR/VII/19

Jakarta, 31 Juli 2019 – PT Kalbe Farma Tbk dan entitas anak (“Kalbe” atau “Perseroan”) hari ini mengumumkan penjualan bersih sebesar Rp 11.179 miliar untuk semester pertama 2019, meningkat sebesar 7,7% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 10.381 miliar. 

“Didukung oleh perbaikan kondisi makroekonomi Indonesia secara bertahap di semester pertama tahun 2019, Perseroan dapat mempertahankan pertumbuhan penjualan dan laba bersih yang positif dan stabil,” kata Bernadus Karmin Winata, Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe. “Fokus kami adalah mempertahankan pangsa pasar dan tetap menjaga efisiensi biaya, serta terus mewaspadai dampak pergerakan Rupiah. Didukung oleh optimisme akan perbaikan daya beli masyarakat, kami percaya kinerja Perseroan akan tumbuh sejalan dengan pertumbuhan pasar.” 

Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp 11.179 miliar di semester pertama tahun 2019 atau mencatat pertumbuhan sebesar 7,7%. Pertumbuhan penjualan terutama didukung oleh pertumbuhan volume penjualan.

Laba kotor tumbuh sebesar 3,7% mencapai Rp5.177 miliar di semester pertama tahun 2019. Rasio laba kotor terhadap penjualan menurun menjadi 46,3% dibandingkan 48,1% untuk periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan portfolio produk. Untuk mempertahankan marjin ke depan, Perseroan akan menggabungkan strategi pengelolaan portofolio produk dan peningkatan efisiensi operasional. 

Laba sebelum pajak pada semester pertama tahun 2019 bertumbuh sebesar 3,5% dengan rasio laba sebelum pajak sedikit menurun mencapai 15,1%, dibandingkan 15,7% pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan pengembangan produk–produk baru, Perseroan mencatat peningkatan biaya untuk mendukung aktivitas riset dan pengembangan. Perseroan akan terus mengelola efektivitas kegiatan pemasaran, serta memonitor biaya-biaya operasional lainnya untuk mempertahankan tingkat laba operasional.

Laba bersih mencapai Rp 1.258 miliar di semester pertama tahun 2019, naik 3,5% dibandingkan semester pertama tahun 2018. 

Dengan mempertimbangkan situasi makro ekonomi, serta kondisi kompetisi, Perseroan tidak merubah target pertumbuhan penjualan bersih tahun 2019 sebesar 6% - 8%, dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih pada kisaran yang sama. Target marjin laba sebelum pajak tidak berubah pada tingkat 14,5% - 15,5%. Perseroan juga mempersiapkan anggaran belanja modal sebesar Rp 1,0 – 1,5 triliun yang akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi serta tambahan 0,5 triliun untuk transformasi digital dan pengembangan riset di bidang biosimiliar. Rasio pembagian dividen adalah kisaran 45% - 55%, dengan memperhatikan ketersediaan dana dan kebutuhan pendanaan internal. Perseroan telah membayarkan dividen sebesar Rp 1.219 miliar atau sebesar 50% atas laba bersih tahun buku 2018.

Sekilas Kalbe

PT Kalbe Farma Tbk (“Kalbe”) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara. Kalbe memiliki empat divisi utama yang menangani portofolio merek yang handal dan beragam; divisi obat resep (Cefspan, Dianeal, Broadced, dll); divisi produk kesehatan yang menangani obat bebas (Promag, Mixagrip, Woods, Fatigon, dll) dan minuman energi dan siap saji (Extra Joss, Hydro Coco), divisi nutrisi (ChilKid, Prenagen, Diabetasol, Zee, dll); dan divisi distribusi. Kalbe kini memiliki lebih dari 35 anak perusahaan and 12 fasilitas produksi berstandar internasional, dan mempekerjakan sekitar 17.000 karyawan, yang tersebar di 76 cabang di seluruh Indonesia. Sejak tahun 1991, saham Kalbe tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX: KLBF).


 

Print
524 Rate this article:
No rating

Please login or register to post comments.

Name:
Email:
Subject:
Message:
x