Berita Terbaru

Mengharapkan Pertumbuhan yang Lebih Baik

Mengharapkan Pertumbuhan yang Lebih Baik

Press Release No. 014/KFCP-DIR/PR/IV/19

Jakarta, 30 April 2019 – PT Kalbe Farma Tbk dan entitas anak (“Kalbe” atau “Perseroan”) hari ini mengumumkan penjualan bersih sebesar Rp 5.366 miliar untuk triwulan pertama 2019, meningkat sebesar 7,0% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5.015 miliar.

Pada triwulan pertama tahun ini, sesuai dengan target yang diharapkan, pertumbuhan penjualan bersih Kalbe menunjukkan tren yang positif, didorong oleh pertumbuhan volume sejalan dengan kegiatan pemasaran yang intensif serta penetrasi distribusi,” kata Bernadus Karmin Winata , Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe. “Kami akan melanjutkan berbagai upaya pengembangan kapasitas dan peluncuran produk baru untuk menawarkan portofolio produk yang semakin lengkap. Didukung kondisi makroekonomi Indonesia yang relatif stabil, kami optimis akan mampu mencapai target pertumbuhan tahun 2019, sambil tetap mewaspadai dampak pergerakan Rupiah.”


Laba kotor tumbuh sebesar 2,9% mencapai Rp 2.498 miliar di triwulan pertama tahun 2019. Rasio laba kotor terhadap penjualan turun menjadi 46,6% dari 48,4% untuk periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh naiknya kontribusi penjualan dari bisnis distribusi dan logistik. Untuk mempertahankan marjin ke depan, Perseroan akan menggabungkan strategi pengelolaan portofolio produk dan peningkatan efisiensi operasional.

Laba usaha pada triwulan pertama tahun 2019 sebesar Rp. 794,5 milyar bertumbuh sebesar 1,3% dengan rasio laba usaha mencapai 14,8%, atau mengalami penurunan dari 15,6% pada periode yang sama pada tahun sebelumnya karena naiknya beban pokok penjualan. Perseroan akan terus mengelola efektivitas kegiatan penjualan dan pemasaran, serta memonitor biaya-biaya operasional lainnya untuk mempertahankan tingkat laba operasional.

Laba bersih pemilik entitas induk bertumbuh 1,0% mencapai Rp 595,1 miliar di triwulan pertama tahun 2019 dibandingkan Rp 589,4 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba bersih yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penjualan bersih terutama disebabkan oleh penurunan marjin laba kotor.

Dengan mempertimbangkan situasi makro ekonomi serta kondisi kompetisi, Perseroan mempertahankan target pertumbuhan penjualan bersih sebesar 6% - 8% dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih pada kisaran yang sama. Target marjin laba operasional ditetapkan pada tingkat 14,5% - 15,5%. Perseroan juga mempersiapkan anggaran belanja modal sebesar Rp 1,5 – 2,0 triliun yang akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi. Rasio pembagian dividen dipertahankan pada rasio 5% - 55%, dengan memperhatikan ketersediaan dana dan kebutuhan pendanaan internal.


Sekilas Kalbe
PT Kalbe Farma Tbk (“Kalbe”) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara. Kalbe memiliki empat divisi utama yang menangani portofolio merek yang handal dan beragam; divisi obat resep (Cefspan, Brainact, Broadced, dll); divisi produk kesehatan yang menangani obat bebas (Promag, Mixagrip, Komix, Woods, Fatigon, dll) dan minuman kesehatan dan siap saji (Hydro Coco, Extra Joss), divisi nutrisi (ChilKid, Prenagen, Diabetasol,Zee dll); dan divisi distribusi. Kalbe kini memiliki 38 anak perusahaan and 12 fasilitas produksi berstandar internasional, dan mempekerjakan sekitar 17.000 karyawan serta 1.500 tenaga pemasaran dan penjualan, yang tersebar di 76 cabang di seluruh Indonesia. Sejak tahun 1991, saham Kalbe tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX:KLBF).

Print
1921 Rate this article:
5.0

Please login or register to post comments.

Name:
Email:
Subject:
Message:
x