Berita Terbaru

Kalbe Group Selenggarakan HJ Learning Forum

Manajemen Klinik di Era JKN

Kalbe Group Selenggarakan HJ Learning Forum

 Press Release No. 008/KFCP-DIR/PR/III/19

Yogyakarta, 24 Maret 2019 – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak perusahaan PT Hexpharm Jaya menyelengarakan HJ Learning Forum (HJLF) dengan tema “Clinic Management Talk”. Acara yang diselenggarakan di Hotel Alana ini dihadiri lebih dari 150 dokter umum dan spesialis dari Yogyakarta dan Solo yang juga didukung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Yogyakarta. Kegiatan edukasi dibuka oleh Dr. Joko Murdiyanto, Sp. An. MPH, selaku Ketua IDI Yogyakarta dan Bonny M Anom selaku Marketing Manager PT Hexpharm Jaya. Pembicara utama HJLF adalah Dr. Slamet Budiarto, SH, MH.Kes, Wakil Ketua Umum 2 Pengurus Besar IDI yang membahas bagaimana managemen klinik di Era BPJS dan Dr. Fazilet Soeprapto, MPH, Wakil Sekjen 2 Pengurus Besar IDI yang membahas akreditasi klinik di era BPJS. HJ Learning Forum tahun ini merupakan tahun ke-tiga penyelenggaraan, dengan target pelaksanaan di 8 kota yaitu Yogyakarta, Padang, Balikpapan, Denpasar, Semarang, Jambi, Jember dan Jakarta.

“HJ Learning Forum ini dilakukan dengan tujuan agar para Dokter dapat memahami management klinik terutama klinik pratama agar dapat mendukung program pemerintah (BPJS),” ujar Bonny M Anom, Marketing Manager PT Hexpharm Jaya. “Kami melaksanakan program edukasi bagi para Dokter untuk mendapatkan wawasan dan informasi terbaru mengenai Risk Management Cardiometabolic beserta penatalaksanaan dislipidemia dengan terapi golongan statin. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Kalbe dalam meningkatkan Indonesia yang lebih sehat sesuai dengan misi Kalbe,” lanjut Bonny.

Layanan primer yang berkembang sedemikian pesat sejalan dengan adanya Program Pemerintah. UU No. 24 Tahun 2011 tentang warga negara Indonesia dan warga asing yang sudah berdiam di Indonesia selama minimal enam bulan wajib menjadi anggota BPJS. Sehingga pada tahun 2019 mendatang, setiap warga Indonesia wajib memiliki BPJS, oleh karena itu ketersediaan Faskes I dibutuhkan seiring dengan peningkatan jumlah peserta BPJS. Hal ini perlu diperhatikan klinik sebagai Faskes I adalah Ketersediaan sarana dan prasarana, aspek penanganan yang praktis, cepat dan mumpuni.

“Program BPJS mendapat respon yang cukup positif dari masyarakat, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya peserta BPJS yang semakin banyak dipenuhi oleh pekerja swasta, sehingga pola pelayanan klinik yang menyajikan layanan 24 jam merupakan pilihan masa depan peserta BPJS,” ujar Dr. Slamet Budiarto, SH, MH.Kes, Wakil Ketua Umum 2 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia. “Para dokter perlu dibekali kemampuan manajemen klinik agar mampu mengelola klinik. Selama ini dokter dilatih untuk menangani kasus klinik tetapi bukan mengelola secara organisasi klinik. Ini merupakan tantangan dokter untuk sukses di Era BPJS, tambah Dr. Slamet Budiarto, SH, MH.Kes.

“Program BPJS yang telah memasuki tahun ke-empat ini telah memiliki jumlah peserta lebih dari 175juta warga. Dengan bertambahnya peserta program BPJS, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi. Dengan begitu HJ Learning Forum diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas klinik di Indonesia,” tambah Bonny M Anom.

Beberapa narasumber lain dalam HJ Learning Forum diantaranya Dr. Daeng M Faqih, Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, dan Dr. Artati – Medikal Head Kalbe Group. Forum ini diharapkan dapat menjadi sarana pertemuan dalam berbagi ilmu dan pengalaman mengenai klinik dan pengetahuan medis.

Sekilas tentang PT Hexpharm Jaya
PT. Hexpharm Jaya Laboratories, yang berdiri pada tahun 1971, secara khusus bergerak dalam bidang pengembangan, produksi, dan pemasaran obat generik. PT Hexpharm Jaya Laboratories berkomitmen mengutamakan mutu (kualitas) obat yang diproduksinya, untuk menjamin efektivitas, stabilitas dan keamanannya.
PT. Hexpharm Jaya Laboratories yang merupakan anak perusahaan PT. Kalbe Farma Tbk, masuk dalam 20 perusahaan farmasi terbesar (ethical) di Indonesia dan termasuk dalam 3 perusahaan farmasi generik terbesar di Indonesia.

Sekilas tentang Kalbe
PT Kalbe Farma Tbk (“Kalbe”) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara. Kalbe memiliki empat divisi utama yang menangani portofolio merek yang handal dan beragam; divisi obat resep (Cefspan, Brainact, Broadced, dll); divisi obat bebas (Woods, Promag, Mixagrip, Komix, Fatigon, dll) dan minuman kesehatan (Hydro Coco, Extra Joss, Nitros); divisi nutrisi (ChilKid, Prenagen, Diabetasol, dll); dan divisi distribusi. Kalbe kini memiliki lebih dari 35 anak perusahaan, 12 fasilitas produksi berstandar internasional, dan mempekerjakan lebih dari 17.000 karyawan, yang tersebar di lebih dari 72 cabang di seluruh Indonesia. Sejak tahun 1991, saham Kalbe tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX:KLBF).

--oOo--

Print
1401 Rate this article:
No rating

Please login or register to post comments.

Name:
Email:
Subject:
Message:
x