Berita Terbaru

Kalbe Berikan Dana Penelitian di Bidang Kesehatan

Kalbe Berikan Dana Penelitian di Bidang Kesehatan

Press Release No. 038/KFCP-DIR/PR/X/18

Jakarta, 26 Oktober 2018 – PT Kalbe Farma Tbk. (Kalbe) bersama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia hari ini kembali mendorong proses hilirisasi penelitian di Indonesia melalui program pendanaan penelitian Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2018. Dana penelitian senilai total Rp. 1,650 milyar ini akan diberikan kepada 5 penelitian di bidang kesehatan yang telah diseleksi oleh Dewan Juri yang diketuai oleh Prof. Dr. Amin Soebandrio, Ph.D, Sp.MK yang juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Hasil penelitian yang nantinya didanai Kalbe ini diharapkan dapat dikomersialisasikan dan dipasarkan ke masyarakat.

Pemberian dana penelitian RKSA 2018 ini didahului diskusi dengan tema Hilirisasi Hasil Penelitian untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat. Hadir sebagai pembicara dalam diskusi ini adalah Dwiko Gunawan - Direktur PT. Serambi Botani Indonesia, Dr. Bondan Ardiningtyas, M.Sc., Apt. - Direktur PT. Swayasa Prakarsa, Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc. - Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Sie Djohan - Direktur PT. Kalbe Farma, Tbk.

Penelitian yang terpilih untuk menerima dana penelitian adalah (sesuai abjad):
• Dr. Anggraini Barlian dari Institut Teknologi Bandung dengan judul penelitian Aplikasi Micropatterning untuk Peningkatan Proliferasi dan Diferensiasi Human Wharton’s Jelly Mesenchymal Stem Cells.
• Dessy Natalia, Ph.D. dari Institut Teknologi Bandung dengan judul penelitian Peningkatan Kinerja Alat Uji Cepat Deteksi Demam Dengue Melalui Variasi Komponen Antigen Dengue.
• Prof. Endang Sutriswati Rahayu, MS dari Universitas Gadjah Mada dengan judul penelitian Pengaruh Konsumsi Probiotik Indigenous Powder dalam Mengatasi Obesitas.
• Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS dari Institut Pertanian Bogor dengan judul Pemanfaatan Tempe Segar, Semangit dan Bosok dari Kedelai Tergerminasi sebagai Pangan Fungsional Hipoglikemik.
• Dr. dr. Rahyussalim, SpOT(K) dari Universitas Indonesia dengan judul Efektivitas dan Keamanan Terapi Sel Punca Mesenkimal pada Pasien Degerasi Diskus Intervertebralis.

“Sebagai perusahaan yang percaya bahwa inovasi dan penelitian adalah kunci penting bagi kemajuan bangsa, Kalbe terus berkomitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menumbuhkan budaya inovasi di masyarakat, melalui penyelenggaraan Ristekdikti-Kalbe Science Awards,” kata Vidjongtius, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. “Kami berharap pemberian dana penelitian ini merupakan implementasi sinergi yang harmonis antara semua elemen bangsa, khususnya akademi, industri dan pemerintah (ABG) dimana kita mampu bersaing sekaligus mewujudkan hasil penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” lanjut Vidjongtius.

”Penyelenggaraan RKSA 2018 difokuskan pada pendanaan penelitian dalam bidang kesehatan bagi para peneliti Indonesia,” ujar Pre Agusta, Ketua Panitia Ristekdikti-Kalbe Science Awards 2018. ”Walaupun memiliki konsep yang berbeda dari dua tahun sebelumnya, hal ini tidak mengurangi antusiasme peneliti yang mendaftarkan proposalnya. Kami mendapatkan 445 pra-proposal yang masuk untuk dinilai oleh Dewan Juri. Para peneliti ini berasal dari berbagai instansi yang tersebar di Indonesia, diantaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Sriwijaya, Universitas Bina Nusantara, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, Badan Tenaga Nuklir Nasional, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi,” lanjut Pre.

“Skema program RKSA 2018 melalui pendanaan penelitian ini, kami harapkan dapat dikomersialisasikan dalam waktu satu tahun,“ kata Prof. Dr. Amin Soebandrio, Ph.D, Sp.MK selaku Ketua Dewan Juri RKSA 2018. “Kami akan memonitor proses penelitian ini minimal satu kali per enam bulan sesuai milestone yang disepakati antara peneliti dan dewan juri,” lanjut Prof. Amin.

Bidang kesehatan yang dipilih tersebut meliputi 3 kategori yaitu Kategori 1 bidang farma, biofarma dan sel punca, Kategori 2 bidang e-health, alat kesehatan, diagnostik, dan Kategori 3 bidang makanan dan minuman kesehatan, produk bahan alam. Total dana penelitian akan diberikan kepada 5 proposal terpilih dengan nilai Rp 1,650 milyar.

Adapun Dewan Juri RKSA 2018 adalah Prof. Dr. Amin Soebandrio, Ph.D, Sp.MK - Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU - Ketua Dewan Riset Nasional, Dr. Ir. Roy Alexander Sparringa M.App.SC. - Senior Advisor BPPT, Budi Gunadi Sadikin, B.Sc. - Direktur Utama PT. Indonesia Asahan Aluminium (Persero), Dra. Togi J. Hutadjulu, Apt., MHA - Direktur Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif, BPOM RI. Dewan Juri Kehormatan Dr. Muhammad Dimyati, M.Sc. - Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti dan dr. Boenjamin Setiawan, Ph.D - Pendiri PT Kalbe Farma Tbk.

Seleksi proposal penelitian terbagi menjadi dua yakni pra proposal dan presentasi proposal. Penilaian proses pra proposal meliputi tujuan penelitian, abstraksi, timeline, budget dan tahapan penelitian. Sedangkan pada proses presentasi proposal, peneliti harus mempresentasikan proposalnya meliputi faktor kesesuaian dengan pra proposal, detail penelitian (latar belakang, metode, hipotesa), hasil yang diharapkan, detail budget dan detail timeline. Dari proposal yang terpilih akan dilakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan.

Sekilas tentang Kementerian Riset dan Teknologi
Kementrian Riset, Tekologi dan Pendidikan Tinngi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) berdiri sejak tahun 1962 dengan nama Kementerian Urusan Riset Nasional Republik Indonesia. Kemenristekdikti mempunyai visi terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan iptek dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa. Kemenristekdikti juga memiliki misi: meningkatkan akses, relevansi, dan mutu pendidikan tinggi untuk menghasilkan SDM yang berkualitas; dan meningkatkan kemampuan Iptek dan inovasi untuk menghasilkan nilai tambah produk inovasi.


Sekilas tentang Kalbe
PT Kalbe Farma Tbk (“Kalbe”) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara. Kalbe memiliki empat divisi utama yang menangani portofolio merek yang handal dan beragam; divisi obat resep (Cefspan, Brainact, Broadced, dll); divisi obat bebas (Woods, Promag, Mixagrip, Komix, Fatigon, dll) dan minuman kesehatan (Hydro Coco, Extra Joss, Nitros); divisi nutrisi (ChilKid, Prenagen, Diabetasol, dll); dan divisi distribusi. Kalbe kini memiliki lebih dari 35 anak perusahaan, 14 fasilitas produksi berstandar internasional, dan mempekerjakan lebih dari 17.000 karyawan, yang tersebar di lebih dari 72 cabang di seluruh Indonesia. Sejak tahun 1991, saham Kalbe tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX:KLBF).

 --oOo--


Print
407 Rate this article:
No rating

Please login or register to post comments.

Name:
Email:
Subject:
Message:
x