Berita Terbaru

Mempertahankan Pertumbuhan Penjualan dan Marjin ditengah Ketidakpastian Ekonomi

Mempertahankan Pertumbuhan Penjualan dan Marjin ditengah Ketidakpastian Ekonomi

Press Release No. 040/KFCP-DIR/PR/X/18

 

Jakarta, 30 Oktober 2018 – PT Kalbe Farma Tbk dan entitas anak (“Kalbe” atau “Perseroan”) hari ini mengumumkan laporan keuangan pada triwulan ketiga tahun 2018. Penjualan bersih tumbuh sebesar 3,9% mencapai Rp 15.678 miliar dibandingkan Rp 15.090 miliar pada  periode yang sama tahun 2017.

 

“Kinerja Perseroan pada triwulan ketiga tahun 2018 menunjukkan dampak pelemahan nilai tukar Rupiah. Di tengah kondisi yang menantang, Perseroan masih mampu membukukan pertumbuhan positif, dengan menerapkan kenaikan harga sebesar 3 - 5% secara selektif,” kata Bernadus Karmin Winata, Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe. “Ke depan, kami tetap optimis akan perbaikan kondisi ekonomi Indonesia dan kinerja Perseroan. Di tengah kondisi yang menantang, kami melanjutkan strategi untuk mendorong inovasi sebagai penggerak pertumbuhan di masa mendatang. Kami juga berupaya mengambil langkah-langkah perbaikan seperti pengendalian biaya dan peningkatan kualitas.“

 

Laba kotor tercatat sebesar Rp 7.484 miliar, meningkat sebesar 1,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio laba kotor terhadap penjualan mengalami penurunan menjadi 47,7% dari 48,8% pada triwulan ketiga tahun lalu terutama disebabkan pelemahan Rupiah.

 

Laba usaha mencapai Rp 2.402 miliar, atau setara dengan 15,3% terhadap penjualan bersih. Laba usaha meningkat sebesar 2,0% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan akan terus mengelola efektivitas penjualan dan pemasaran, serta memonitor biaya-biaya operasional lainnya, untuk mempertahankan pertumbuhan laba operasional.

 

Marjin laba bersih relatif stabil sebesar 11,5% dengan nilai sebesar Rp 1.804 miliar, atau bertumbuh sebesar 1,4% dibandingkan Rp 1.779 miliar pada triwulan ketiga tahun 2017. Pertumbuhan laba bersih terutama disebabkan oleh meningkatnya penjualan, pendapatan operasional serta pendapatan operasional lainnya yang lebih baik.

 

Dengan mempertimbangkan situasi Rupiah yang berfluktuasi serta kondisi kompetisi, Perseroan mempertahankan target pertumbuhan penjualan bersih sebesar 5% - 7% dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih pada kisaran yang sama. Target marjin laba operasional ditetapkan stabil pada tingkat 14,5% - 15,5%. Perseroan juga mempersiapkan anggaran belanja modal sebesar Rp 1,0 – 1,5 triliun yang akan digunakan untuk perluasan kapasitas produksi dan distribusi. Rasio pembagian dividen ditingkatkan pada kisaran 45% - 55%, dengan memperhatikan ketersediaan dana dan kebutuhan pendanaan internal.

 

Sekilas Kalbe

PT Kalbe Farma Tbk (“Kalbe”) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara. Kalbe memiliki empat divisi utama yang menangani portofolio merek yang handal dan beragam; divisi obat resep (Cefspan, Hemapo, Broadced, dll); divisi produk kesehatan yang menangani obat bebas (Promag, Mixagrip, Komix, Fatigon, dll) serta minuman energi dan siap saji (Extra Joss, Hydro Coco), divisi nutrisi (ChilKid, Prenagen, Diabetasol, dll); dan divisi distribusi. Kalbe kini memiliki lebih dari 35 anak perusahaan and 12 fasilitas produksi berstandar internasional, dan mempekerjakan sekitar 17.000 karyawan, yang tersebar di 74 cabang di seluruh Indonesia. Sejak tahun 1991, saham Kalbe tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX: KLBF).

Print
785 Rate this article:
3.5

Please login or register to post comments.

Name:
Email:
Subject:
Message:
x