<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- Generated on Sat, 11 Feb 2012 02:50:02 +0700 -->
<rss version="2.0">
  <channel>    <title>Kalbe Farma > Health News</title>
    <link>http://www.kalbe.co.id/news/health/</link>
    <description>The Latest News About Health News.</description>
    <language>en-us</language>
    <generator>www.simplywhy.com</generator>
    <item>
      <title>Kanker Serviks</title>
      <description>Kanker serviks adalah kanker yang timbul di serviks atau di mulut/leher rahim. Kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling banyak nomor tiga di dunia. Jumlah pengidap kanker serviks di Indonesia juga cukup besar dan akhir-akhir semakin meningkat. Setiap hari ditemukan 40-45 kasus baru dengan jumlah kematian mencapai 20-25 orang atau bisa dikatakan setiap jamnya seorang wanita Indonesia meninggal akibat kanker serviks. 
</description>
      <link>http://www.kalbe.co.id/index.php?mn=news&amp;tipe=detail&amp;detail=21568</link>
      <pubDate>Wed, 16 Nov 2011 08:56:28 GMT</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Malnutrisi pada Kanker</title>
      <description>Malnutrisi adalah keadaan kekurangan atau kelebihan nutrisi. Pada pasien kanker, yang sering terjadi adalah kekurangan nutrisi. Menurut sebuah sumber, sejumlah 30-80% pasien kanker akan mengalami penurunan berat badan selama perjalanan penyakitnya. Di antara jumlah tersebut, 97,6%  membutuhkan penanganan nutrisi. Jika tidak ditangani, malnutrisi akan mengarah menjadi kakheksia, yaitu sebuah sindroma wasting ( pemecahan jaringan ) yang akan menimbulkan gangguan kekebalan tubuh, lemah dan penurunan berat badan, kehilangan jaringan lemak dan otot.
</description>
      <link>http://www.kalbe.co.id/index.php?mn=news&amp;tipe=detail&amp;detail=21567</link>
      <pubDate>Wed, 16 Nov 2011 08:47:24 GMT</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>perikSA payuDAra sendiRI - SADARI</title>
      <description>Hingga saat ini, kanker payudara masih menjadi momok yang menakutkan bagi wanita di seluruh dunia. Kanker payudara di Indonesia seringkali ditemukan dalam stadium lanjut dan sudah ganas sehingga upaya terapi pun seringkali menemui hambatan yang jelas akan mempengaruhi harapan hidup pasien. Mengingat hingga kini kita belum mengetahui penyebab pasti kanker payudara dan betapa sulitnya terapi kanker payudara stadium lanjut, yang wajib dilakukan semua wanita adalah deteksi kanker payudara secara dini.  </description>
      <link>http://www.kalbe.co.id/index.php?mn=news&amp;tipe=detail&amp;detail=21559</link>
      <pubDate>Fri, 04 Nov 2011 08:58:13 GMT</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>KESEHATAN MULUT OPTIMAL PADA KANKER</title>
      <description>Masalah pada rongga mulut sering ditemukan pada pasien kanker, terutama pasien yang mendapat radioterapi di daerah kepala dan leher, yang berkisar antara perubahan rasa makanan akibat gangguan indera pengecap, radang mukosa mulut (mukositis), sariawan (stomatitis), mulut kering (xerostomia), karies dan tanggalnya gigi, infeksi bakteri, virus atau jamur hingga gangguan asupan makanan. Selain gangguan organik, masalah pada rongga mulut juga menimbulkan beban sosial bagi pasien kanker. Secara keseluruhan, masalah pada rongga mulut, jika tidak ditangani dengan baik, akan menurunkan kualitas hidup pasien kanker. </description>
      <link>http://www.kalbe.co.id/index.php?mn=news&amp;tipe=detail&amp;detail=21560</link>
      <pubDate>Fri, 04 Nov 2011 08:58:02 GMT</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Deteksi Dini Kanker</title>
      <description>Salah satu masalah yang sering dihadapi dalam terapi kanker adalah kanker yang ditemukan sudah dalam stadium lanjut. Kanker stadium lanjut memiliki perilaku yang berbeda dari kanker stadium dini, dan akan menyulitkan usaha-usaha penyembuhan. Untuk meningkatkan harapan hidup pasien kanker, penderita kanker harus diterapi sedini mungkin. Oleh sebab itu, kanker perlu dikenali sedini mungkin. Makin dini diketahui, makin besar kemungkinan untuk menyembuhkannya. Oleh karena keluhan dan gejala baru muncul setelah beberapa tahun kanker tumbuh, maka kewaspadaan akan kanker perlu ditingkatkan dan pemeriksaan uji kanker secara rutin berkala dilakukan, terlebih bagi yang berisiko tinggi mengidap kanker. Bila ada salah satu orang tua apalagi keduanya, saudara kandung, kakek atau nenek yang mengidap kanker, individu tersebut perlu lebih waspada akan kemungkinan kanker. </description>
      <link>http://www.kalbe.co.id/index.php?mn=news&amp;tipe=detail&amp;detail=21558</link>
      <pubDate>Fri, 04 Nov 2011 08:57:15 GMT</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Diet Rendah Karbohidrat Mungkin Memperbaiki Kondisi Jerawat</title>
      <description>Diet dengan kadar karbohidrat yang rendah dapat untuk meningkatkan penurunan berat badan. Diet dengan rendah karbohidrat ini juga dapat memperbaiki jerawat. Meskipun beberapa studi yang dilakukan pada topik ini memberikan hasil yang beragam, namun secara teoritis, orang dengan jerawat mungkin memiliki hiperinsulinemia dan makanan yang rendah indeks glikemik (GI) dapat berkontribusi pada kontrol hormonal terhadap jerawat. Hal ini disampaikan Profesor Alan R. Shalita, ketua departemen the department of dermatology at SUNY Downstate Medical Center di New York.

</description>
      <link>http://www.kalbe.co.id/index.php?mn=news&amp;tipe=detail&amp;detail=21511</link>
      <pubDate>Fri, 12 Aug 2011 10:20:38 GMT</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Asupan DHA dan EPA Kurang pada Ibu Hamil Berpenghasilan Rendah di Amerika Serikat</title>
      <description>Konsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega 3 sangat disarankan, khususnya bagi ibu hamil dan menyusui. Dari beberapa data yang ada, asam lemak omega 3 diklaim mempunyai peranan yang cukup penting bagi perkembangan otak dan penglihatan pada janin. Jumlah konsumsi asam lemak DHA yang dianjurkan, khususnya di Amerika Serikat, kurang lebih sebanyak 300 mg per hari. Namun, berdasarkan hasil sebuah studi cross-sectional yang dilakukan oleh dr. Nochera dkk. dari Grand Valley State University, Amerika Serikat, terungkap bahwa konsumsi DHA sedemikian tidak terpenuhi pada ibu hamil dan menyusui yang berpenghasilan rendah. Hasil studi tersebut telah 
dipublikasikan online di jurnal Nutrition in Clinical Practice edisi Juli 2011.</description>
      <link>http://www.kalbe.co.id/index.php?mn=news&amp;tipe=detail&amp;detail=21499</link>
      <pubDate>Tue, 09 Aug 2011 00:00:00 GMT</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Kombinasi Ibuprofen adn Famotidine Mengurangi Efek Samping Saluran Cerna akibat Penggunaan NSAIDs
</title>
      <description>Terapi menggunakan sediaan yang mengandung kombinasi ibuprofen plus famotidine dapat menurunkan efek samping saluran cerna bagian atas pada pasien-pasien yang memerlukkan terapi dengan obat-obatan golongan NSAID (Nonsteroidal Antiinflammatory Drugs). Kesimpulan ini merupakan hasil penelitian fase-3, REDUCE (Registration Endoscopic Study to Determine Ulcer Formation) yang dilakukan oleh dr. Michael Weinblatt dan rekan dari Brigham and Womens Hospital di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Hasil penelitian ini telah dipresentasikan pada pertemuan tahunan the American College of Rheumatology.</description>
      <link>http://www.kalbe.co.id/index.php?mn=news&amp;tipe=detail&amp;detail=21488</link>
      <pubDate>Fri, 05 Aug 2011 06:35:47 GMT</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Trauma Kepala Mungkin  Meningkatkan Risiko Stroke
</title>
      <description>Orang dewasa yang mendapatkan benturan kepala (TBI-Traumatic Brain Injury) yang cukup lama akan meningkatkan risiko mengalami stroke, terutama dalam 3 bulan pertama setelah cedera, hal ini merupakan kesimpulan dari sebuah studi yang dilakukan di Taiwan dan dipublikasikan dalam jurnal Stroke secara online pada bulan Juli 2011. Dalam artikelnya, Herng-Ching Lin, PhD, dan rekan dari Taipei Medical University, mengatakan itu wajar untuk berspekulasi bahwa kerusakan serebrovaskular di kepala disebabkan oleh TBI dapat memicu stroke hemoragik atau iskemik. Walaupun bukti hubungan tersebut saat ini masih sedikit, salah satunya dalam studi tersebut.</description>
      <link>http://www.kalbe.co.id/index.php?mn=news&amp;tipe=detail&amp;detail=21484</link>
      <pubDate>Thu, 04 Aug 2011 08:21:25 GMT</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Aktivitas Fisik Secara Reguler Mencegah Penurunan Fungsi Kognitif
</title>
      <description>Individu dengan penyakit vaskular atau dengan faktor risiko penyakit vaskular memiliki risiko penurunan fungsi kognitif yang lebih besar, namun sedikit yang mengetahui bagaimana cara mempertahankan fungsi kognitif pada populasi ini. Hal ini disampaikan oleh Marie-Noel Vercambre, PhD. dalam penelitiannya yang dipublikasikan dalam jurnal Archive of Internal Medicine edisi juli 2011.</description>
      <link>http://www.kalbe.co.id/index.php?mn=news&amp;tipe=detail&amp;detail=21470</link>
      <pubDate>Mon, 01 Aug 2011 05:37:09 GMT</pubDate>
    </item>
  </channel></rss>
