Workshop terapi nutrisi dibuka oleh dr. Tinni Trihartini Maskoen, SpAn, K-IC. Beliau menegaskan bahwa workshop ini diadakan dengan beberapa tujuan, di antaranya adalah agar para peserta mampu menganalisis dan menegakkan diagnosis atas kondisi nutrisi pasien dan mampu mengelola pemberian nutrisi yang efektif dan efisien dalam berbagai kondisi pasien di ICU. Dengan jumlah peserta 32 orang dari berbagai rumah sakit, diharapkan peserta bacth pertama ini mampu menerapkan workshop output ke dalam aplikasi klinis di tempat masing-masing.
Bagian pertama pada workshop ini adalah bagian kuliah atau teori mengenai penanganan nutrisi di rumah sakit, khususnya ICU. Materi pertama dibuka dengan aktualita mengenai malnutrisi di rumah sakit, disusul materi mengenai screening & assessment nutrisi, respons metabolik pada kondisi kritis dan kebutuhan nutrisi. Dalam hubungannya dengan pemberian nutrisi, para peserta dibekali dengan pengenalan mengenai 2 jenis nutrisi yaitu nutrisi enteral dan parenteral dilengkapi dengan presentasi produk nutrisi milik PT. Kalbe Farma, Tbk.
Bagian kedua adalah skill station. Skill station ini bertujuan supaya para peserta mengerti benar mengenai keterampilan dalam penerapan terapi nutrisi. Dalam sesi ini, dibuka 3 pos mengenai perhitungan kebutuhan nutrisi (dr. Tinni Trihartini Maskoen, SpAn, K-IC), nutrisi enteral (dr. Rully H. Sitanggang, SpAn, K-IC), dan nutrisi parenteral (dr. Oloan E. Tampubolon, SpAn, K-IC). Seluruh materi dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan.
Bagian pamungkas workshop ini adalah studi kasus. Bagian ini bertujuan supaya para peserta dapat menangani beberapa kasus yang sering dijumpai di ICU. Disediakan 5 pos untuk 5 kasus, yaitu kasus sepsis (dr. Frans Pangalila, SpPD, K-IC), paru (dr. Tantani Sugiman, SpAn, K-IC), ginjal (dr. Samsirun, SpPD, K-IC), short bowel disease (dr. Rully H. Sitanggang, SpAn, K-IC), dan jantung (dr. Syafri, SpAn, K-IC). Peserta diarahkan supaya mengerti terapi nutrisi yang bagaimana yang harus diterapkan apabila menemui kasus serupa. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah fungsi saluran pencernaan pasien, apabila fungsi saluran pencernaan masih ada walaupun hanya sebagian, pasien harus diberikan nutrisi enteral dahulu. Apabila tidak adekuat, barulah pasien perlu diberikan nutrisi campuran enteral dan parenteral. Dalam kasus-kasus tertentu, nutrisi enteral kontraindikasi, misalnya kasus ileus atau pankreatitis; dalam hal ini, pasien wajib diberikan total parenteral nutrition dengan memperhatikan berat badan dan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh pasien supaya tidak terjadi overfeeding ataupun overfluid.