Acara dibuka oleh sambutan dari Dr. dr. Widyastuti Wibisana, Msc, dari Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI), diikuti sambutan dari drg. Heru Tjahjadi, LOB Head Primary Care Kalbe Farma. Turut hadir dalam acara ini, dr. Michael Buyung Nugroho, Pharma Director Kalbe Farma. Seusai pembukaan, acara dilanjutkan dengan simposium yang dimoderatori oleh dr. Richardus Rukma Juslim, SpJP.
Simposium pertama menyuguhkan topik Diabetes Update, dengan pembicara dr. Tri Edi Juli Tarigan, SpPD. Mengawali presentasinya, dr. Edi Tarigan menyampaikan bahwa penguasaan ilmu tentang diabetes, mulai dari diagnosis hingga pemantauan pasien, mutlak harus dimiliki oleh dokter umum (level kompetensi 4 – mampu mengenali sampai mengobati pasien secara paripurna). Beliau juga menekankan bahwa penatalaksanaan diabetes kini berupa manajemen proaktif, yang dikenal sebagai early combination approach.
Simposium kedua menampilkan pembicara dr. Pradana Tedjasukmana, SpJP. Beliau mempresentasikan topik How to Treat Hypertension? Pada kesempatan ini, dr. Pradana menggarisbawahi mengenai pentingnya penanganan pasien hipertensi secara holistik, tidak hanya dengan obat-obatan antihipertensi, tetapi juga melalui pendekatan diet dan olahraga. Beliau juga menegaskan bahwa ada banyak pilihan obat antihipertensi saat ini. Pilihan obat harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Di samping semua modalitas terapi hipertensi yang ada, seorang dokter harus mampu membangun hubungan yang empatik dengan pasien guna menjamin kepatuhan pasien untuk berobat ataupun kontrol.
Pada simposium terakhir, dr. Samuel Oetoro, SpGK mempresentasikan topik Role of L-Carnitine and Coenzyme Q10 as Concomitant Therapy in Cardiometabolic Syndrome. Beliau memaparkan peran suplementasi L-carnitine dan coenzyme Q10 dalam terapi pasien dengan sindrom kardiometabolik. Secara garis besar, disampaikan bahwa L-carnitine dan coenzyme Q bermanfaat dalam membantu menurunkan risiko diabetes dan penyakit kardiovaskuler serta menunjang terapi utama pada pasien-pasien dengan sindrom metabolik.
Setelah simposium, acara dilanjutkan dengan WORKSHOP yang dibagi menjadi dua kelas. Di kelas A, dengan narasumber Dr. dr. Robert Arjuno, PhD, FEAS, FADA, dilangsungkan Diabetic Workshop dengan topik “Diabetic foot, why it should be happen?”. Di kelas B, dengan narasumber dr. Richardus Rukma Juslim, SpJP, dilaksanakan Hypertension Workshop dengan topik “Systolic hypertension on geriatric, how to manage?”. (AAM-Red)