Rating : ratings 0.0%

Losartan, Bermanfaat dan Aman Mengatasi Proteinuria pada Anak

(21-Jun-2011)
Oleh: KTW
Print Preview
Losartan, Bermanfaat dan Aman Mengatasi Proteinuria pada AnakKalbe.co.id - Pada anak-anak dengan penyakit ginjal kronik (CKD), prevalensi proteinuria yang bermakna (> 1 gram/hari) diperkirakan berkisar antara 5,8% pada stadium 1, hingga mencapai 40% pada stadum 5, dan proteinuria ringan atau derajat rendah lebih umum terjadi. Proteinuria yang persisten meningkat kejadiannya dan dipandang tidak hanya sebagai pertanda adanya penyakit ginjal, tetapi juga secara langsung merusak ginjal, dan mungkin dalam jangka panjang hal tersebut merupakan faktor risiko untuk terjadinya aterosklerosis.

Studi pada orang dewasa dengan penyakit ginjal akibat diabetes ataupun non-diabetes menunjukkan bahwa angiotensin-cerverting enzyme inhibitor (ACE-Is) dan penghambat angiotensin II tipe I (ARBs) mampu terbukti memperlambat progresi dari penyakit ginjal untuk jatuh dalam gagal ginjal terminal, serta adanya efek antiproteinuria yang berbeda dengan efek  terhadap tekanan darah. Walaupun mempunyai mekanisme kerja yang berbeda, kedua obat dengan klas yang berbeda tersebut mempunyai efek antiproteinuria dan renoprotektif yang sebanding. Walaupun ARBs saat ini rutin digunakan pada orang dewasa, namun dalam hal efektivitas dan keamanan pada anak-anak dengan gangguan ginjal masih menjadi perhatian dimana penyebab yang mungkin sangat berbeda.

Salah satu studi penggunaan ARBs pada anak-anak adalah studi ayng dilakukan oelh Nicholas JA., dkk., yang dipublikasikan dalam Clinical Journal of the American Society of Nephrology tahun 2010. Studi pada anak-anak dengan proteinuria dan gagal ginjal kronik yang diberikan losartan menunjukkan hasil yang baik. Studi ini melibatkan sebanyak 306 anak-anak gagal ginjal kronik dengan proteinuria (> 0,3 gram/hari) dan dengan rentang usia 1 sampai 7 tahun yang diberikan losartan dengan dosis 0,7- 1,4 mg/kg perhari dibandingkan dengan plasebo (untuk kelompok normotensif) atau dengan amlodipine 0,1-0,2 mg/kg perhari (dinaikkan sampai 5 mg/ hari) untuk kelompok hipertensi yang diberikan selama 12 minggu.

Hasil dari studi tersebut menunjukkan bahwa, setelah 12 minggu pengobatan dengan losartan secara bermakna mampu menurunkan proteinuira dibandingkan dengan amlodipine maupun plasebo. Penurunan proteinuria pada kelompok losartan adalah –35,8% (95% CI; - 27,6% sampai -43,1%) dibandin dengan amlodipine/ plasebo sebesar 1,4% (95% CI: -10,3% - 14,5%), p< 0,001. Terjadi juga penurunan tekanan darah yang bermakna diantara kedua kelompok yang mendapat terapi, losartan vs amlodipine maupun plasebo masing-masing sebesar 5,4 mmHg, 4,6 mmHg, dan 3,8 mmHg. Penurunan proteinuria bersifat konsisten yang pada kelompok normotensif masing-masing adalah sebesar -34,4% untuk losartan dan 2,6% untuk plasebo, sedangkan pada kelompok hipertensi masing-masing adalah sebesar: -41,5% untuk losartan dan 2,4% untuk amlodipine. Dari profil tolerabilitas terlihat secara umum, losartan ditoleransi dengan baik. Tidak ada perbedaan yang bermakna dalah hal efek samping antara losartan, amlodipine maupun plasebo.

Dari studi tersebut peneliti menyimpulkan bahwa losartan secara bermakna menurunankan proteinuria dan secara umum ditoleransi dengan baik setelah pengobatan selama 12 minggu  pada anak-anak dengan rentan usia 1 – 17 tahun dengan proteinuria dengan atau tanpa hipertensi.

 

Image adopted from www.buzzle.com


Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/angioten_(120x50)
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/angioten_(120x50)
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/banner_5_6_21_09_2004_10_45_40
Calendar of Events