Rating : ratings 0.0%

Intervensi Telemedicine Dapat Memperbaiki Prognosis Pasien ICU

(31-May-2011)
Oleh: AAM
Print Preview
Intervensi Telemedicine Dapat Memperbaiki Prognosis Pasien ICUKalbe.co.id - Berdasarkan hasil sebuah studi prospektif, intervensi telemedicine dikatakan dapat memperbaiki prognosis pasien di ICU (intensive care unit). Laporan studi tersebut dipublikasikan online pada 16 Mei 2011 di Journal of the American Association. "Selama ini, belum pernah ada studi yang meneliti keterkaitan antara intervensi telemedicine di ICU dengan mortalitas, lama perawatan, dan kejadian komplikasi yang sebenarnya dapat dicegah dengan mengikuti protap klinis," ujar Dr. Craig M. Lilly dari Fakultas Kedokteran Universitas Massachusetts. "Intervensi telemedicine di ICU atau tele-ICU," lanjutnya "merupakan pendekatan terapi berbasis-teknologi menjanjikan yang dirancang untuk mengubah proses perawatan pasien secara sistematik, yang tentunya akan memengaruhi prognosis pasien. Tele-ICU sendiri didefinisikan sebagai bentuk pemberian terapi kepada pasien-pasien kritis oleh profesional kesehatan yang berlokasi jauh dari tempat itu."     

Tujuan studi adalah untuk mengukur keterkaitan antara intervensi tele-ICU dengan mortalitas, lama perawatan, dan komplikasi yang sebenarnya dapat dicegah dengan mengikuti protap klinis. Studi ini melibatkan 6290 pasien dewasa yang dirawat di 7 ICU (3 unit medis, 3 unit bedah, dan 1 unit kardiovaskuler campuran). Para peneliti mengamati serangkaian proses terpantau dengan dukungan elektronik guna menilai tingkat kepatuhan terhadap protap klinis, penetapan rencana terapi, dan lama respons (kesigapan) klinisi. Endpoint utama pada studi ini adalah mortalitas di ICU, sementara endpoint lainnya meliputi lama rawat inap di rumah sakit dan ICU, kepatuhan terhadap protap klinis, serta angka kejadian komplikasi.     

Pada periode pra-intervensi, angka kematian di rumah sakit tercatat sebesar 13,6% (95% CI 11,9% - 15,4%). Angka tersebut menurun menjadi 11,8% (95% CI 10,9% - 12,8%) setelah intervensi tele-ICU, menghasilkan adjusted OR sebsar 0,40 (95% CI 0,31 - 0,52). Dibandingkan dengan periode pra-intervensi, intervensi tele-ICU juga memperbaiki tingkat kepatuhan terhadap protap klinis, berkenaan dengan pencegahan trombosis vena dalam (99% vs 85%; OR 15.4; 95% CI 11.3 - 21.1), pencegahan stress ulcer (96% vs 83%; OR 4.57; 95% CI 3.91 - 5.77), proteksi kardiovaskuler (99% vs 80%; OR 30.7; 95% CI 19.3 - 49.2), dan pencegahan pneumonia terkait-ventilator (52% vs 33%; OR 2.20; 95% CI 1.79 - 2.70). Di samping itu, angka kejadian komplikasi yang sebenarnya dapat dicegah tercatat lebih rendah selama intervensi tele-ICU, setidaknya untuk komplikasi pneumonia terkait-ventilator (1.6% vs 13%; OR 0.15; 95% CI 0.09 - 0.23) dan infeksi hematogen terkait-kateter (0.6% vs 1.0%; OR, 0.50; 95% CI, 0.27 - 0.93). Lama perawatan di rumah sakit pun menjadi lebih singkat (9.8 vs 13.3 hari; hazard ratio untuk pemulangan 1.44; 95% CI 1.33 - 1.56). Hasil serupa ditemukan pada unit ICU medis, bedah, maupun kardiovaskuler.  

Simpulannya, intervensi telemedicine dapat memperbaiki prognosis pasien yang tengah dirawat di ICU.

 

Image adopted from www.nevisblog.com


Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/dialac-120x50
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/banner_default_120x50
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/bioplacenton_(120x50)
Calendar of Events