Studi dengan disain tersamar-tunggal, di beberapa tempat, dan kelompok pararel dilakukan terhadap 100 subyek dengan gagal jantung sistolik. (New York Heart Association class I-III, left ventricular ejection fraction ≤40%) yang dilakukan mulai bulan Mei 2005 - September 2008. Intervensi dilakukan selama 12 minggu yang meliputi kelompok program latihan tai chi (n=50) atau dilakukan penyuluhan (n=50, kelompok kontrol). Parameter yang dinilai adalah ukuran hasil termasuk kapasitas latihan (6-menit berjalan kaki puncak uji dan pengambilan oksigen) dan kualitas hidup spesifik yang behubungan denganpenyakit yang dilakukan dengan Minnesota Living With Heart Failure Questionnaire.
Rata-rata usia (SD) pasien adalah 67 (11) tahun; nilai LVEF (left ventricular ejection fraction) sebelum latihan 29% (8%) dan peak oxygen-uptake sebear 13.5 mL/kg/min; the median New York Heart Association class of HF was class II. Diakhir studi tidak ada perbedaan yang bermakna dalam hal jarak berjalan 6 menit dan peak oxygen uptake antara kelompok tai chi dengan kelompok kontrol. Namun kelompok tai chi menunjukkan perbaikan yang bermakna jika dibandingkan dengan kelompok kontrol dalam hal kualitas hidup (berdasarkan Minnesota Living With Heart Failure Questionnaire). Perbaikan secaranbermakna pada kelompok tai chi juga terlihat pada exercise-sel eficacy maupun mood (berdasarkan Profile of Mood States total mood disturbance).
Dari studi tersebut peneliti menyimpukan bahwa tai chi mungkin memperbaiki kualitas hidup, mood maupun exercise self-efficacy pada pasien dengan gagal jantung.
Image adopted from www.chinatourguide.com