
Kalbe.co.id - Ketika usia bertambah tua, dapat diikuti dengan pengecilan jaringan dan massa otot yang dikenal dengan nama sarcopenia. Terjadinya keadaan sarcopenia dapat menyebabkan kelemahan otot, yang mengakibatkan berkurangnya gerakan (immobile), cenderung untuk jatuh, dan meningkatkan gangguan kegiatan lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara untuk mencegah dan menyelamatkan terhadap keadaan ini diperlukan latihan atau olahraga yang teratur dan rutin. Diketahui pula bahwa suplementasi vitamin D mempunyai kapasitas untuk meningkatkan kekuatan otot (tanpa training fisik).
Para peneliti yang dipimpin oleh Dr. Smith, sebagaimana studi yang dipublikasi jurnal Am J Clin Nutr 2010, melihat manfaat dan efek Omega 3 terhadap pencegahan keadaan sarcopenia ini.
Latar belakang studi, bahwa kehilangan massa otot dengan penuaan merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Asam lemak Omega-3 (n–3) merangsang proses anabolisme protein pada hewan dan mungkin dapat bermanfaat pada pengobatan sarcopenia. Walaupun begitu, efek asam lemak omega-3 pada metabolisme protein di manusia belum diketahui secara jelas.
Obyektif studi, untuk mengevaluasi efek suplementasi asam lemak omega-3 pada tingkat nilai (rate) sintesis protein otot pada dewasa lanjut usia.
Desain studi dengan mengikutsertakan 16 orang dewasa sehat lanjut usia yang secara acak yang menerima asam lemak omega-3 atau minyak jagung selama 8 minggu. Tingkat sintesis protein otot dan fosforilasi elemen kunci dari jalur signal anabolisme dievaluasi sebelum dan sesudah suplementasi baik keadaan basal, keadaan setelah penyerapan dan selama klamp hiperaminoacidemia-hiperinsulinemia.
Hasil studi menunjukkan bahwa suplementasi minyak jagung tidak mempunyai efek terhadap tingkat nilai sintesis protein otot dan meningkatkan elemen fosforilasi signal anabolisme pada otot. Suplementasi asam lemak tidak menunjukkan efek pada tingkat basal sintesis protein otot dengan mean ± SEM: 0,051 ± 0,005 dibandingkan 0,053 ± 0,008% / jam sebelum dan sesudah suplementasi, dengan nilai P = 0,80) namun terdapat penambahan pada hiperaminoacidemia-hiperinsulinemia , dengan meningkatkan sintesis protein otot dari 0,009 ± 0,005%/ jam diatas nilai basal yaitu 0,031 ± 0,003%/jam diatas nilai basal dengan P < 0,01 yang diketahui bersinergi dengan penambahan yang lebih besar dari peningkatan pada otot mTORSer2448 (P = 0,08) dan p70s6kThr389 (P < 0,01) secara fosforilasi.
Kesimpulan penelitian, bahwa asam lemak Omega-3 merangsang sintesis protein otot pada orang dewasa lanjut usia dan mungkin berguna bagi pencegahan dan pengobatan keadaan sarcopenia.