Asam nikotinal dan niacinamide merupakan vitamin larut air yang disebut vitamin B3. Niacinamide (juga disebut nikotinamide) merupakan bagian integral dari koenzim nicotinamide adenine dinucleotide (NAD) dan NAD phosphate. Defisiensi niacinamide dapat menyebabkan pellagra, sedangkan niasinamide oral efektif untuk pemfigoid bulosa. Aplikasi topikal niacinamide dapat menurunkan kehilangan air melalui epidermis (TEWL) dan meningkatkan kandungan pelembab dari lapisan tanduk epidermis. Lebih lanjut, niasinamide meningkatkan sistesis keratin dan menstimulasi produksi ceramide.
Niacinamide 5% topikal juga diketahui mempunyai efektivitas kerutan, ruam kemerahan dan bercak hiperpigmentasi pada kulit yang mengalami penuaan. Hal ini telah dikonfirmasi dalam suatu studi acak, buta ganda dengan kontrol plasebo selama 12 minggu pada 50 wanita Kaukasia berusia 40-60 tahun. Suatu studi telah dilakukan untuk menilai efek anti-kerutan dari suatu kosmetik yang mengandung niacinamide.
Studi dilakukan secara acak dan kontrol plasebo pada 30 wanita Jepang sehat yang mengalami kerutan pada daerah mata. Studi yang dilakukan oleh Kawada A., dkk. dan telah dipublikasikan dalam Journal of Dermatology ini dengan ,enggunakan Kosmetik uji yang mengandung niacinamide 4% diaplikasikan pada kerutan daerah mata salah satu sisi wajah dan kosmetik tanpa niacinamide sebagai kontrol diaplikasikan pada sisi lainnya selama 8 minggu. Efek anti-kerutan dinilai dengan 2 metode: observasi dokter dan foto berdasarkan panduan dari Japan Cosmetic Industry association, serta kekasaran pada permukaan kulit (nilai Ra) menggunakan replika kulit.
Hasilnya menunjukkan bahwa kosmetik yang mengandung niacinamide menunjukkan perbaikan kerutan yang nyata dan sedang pada 64% subyek dengan perbedaan yang bermakna dibanding dengan kontrol. Derajat kerutan pada daerah yang diaplikasikan kosmetik yang mengandung niacinamide secara bermakna berkurang lebih banyak dibanding sebelum aplikasi dan kontrol. Demikian juga penurunan nilai Ra pada daerah yang diaplikasikan kosmetik yang mengandung niacinamide secara bermakna lebih besar dibanding sebelum aplikasi dan kontrol. Hanya satu subyek yang menghentikan terapi karena iritasi yang bersifat minimal.
Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa kosmetik yang mengandung niacinamide dapat ditoleransi dengan baik dan dapat menjadi sediaan yang dapat dipilih untuk terapi kerutan di daerah mata.