Selanjutnya kongres PACTRIMS ke-3 yang diadakan di Grand Hyatt Nusa Dua - Bali ini sesi ilmiahnya diawali dengan kuliah tamu yang disampaikan oleh Prof. Richard Ransonhoff dari USA dengan judul presentasi; A new view of MS pathogenesis suggest novel antiinflammatory treatment targets. Dalam materi tersebut disebutkan bahwa penelitian multiple sclerosis (MS) dilakukan pada sebagian besar dari jaringan otak yang terpengaruh, dengan fokus kelainan pada jaringan otak White matter (WM), namun studi-studi terbaru MS menunjukkan bahwa fokus penelitian terutama pada demielinasi dari korteks (CDM-Cortex demyelination), khususnya pada MS fase lanjut dan diketahui bahwa proses neurodegenerasi primer juga menonjol pada pasien-pasien MS tidak hanya proses inflamasi. walaupun studi ini lebih banyak berdasarkan dari jaringan yang sudah mati dari pasien MS lanjut. Namun dari studi pada pasien MS fase awal juga menunjukkan bahwa terjadinya proses neurodegenerasi yang lebih awal akan meningkatkan terjadinya proses inflamasi, dan dari hasil biopsi pada lesi jaringan white matter juga didapatkan data bahwa diketemukan juga adanya proses inflamasi meningeal. Dari data-data tersebut menunjukkan bahwa jika konsep awal multiple sclerosis dianggap adanya lesi inflamasi hanya pada tunika alba, namun saat ini diketahui multiple sclerosis ditandai dengan adanya inflamasi menigeal, kerusakan korteks dalam hal ini cortical demyelination (CDM) serta adanya lesi pada white matter. Inflamasi meningeal dan proses demielinasi korteks merupakan proses awal dari penyakit multiple sclerosis.
Materi hari pertama kongres ke-3 PACTRIMS ini dilanjutkan dengan materi dengan judul: Managing patients outcomes in multiple sclerosis: from diagnosis through chronic care, dan ditutup dengan acara welcome reception.