
Kalbe.co.id - Penelitian ini diterbitkan secara online pada tanggal 2 Juli 2010 di jurnal
Nature Biotechnology. Para peneliti melaporkan bahwa metode baru untuk mengubah gen sel kekebalan untuk membuat mereka tahan terhadap infeksi HIV berhasil dilakukan pada tikus.
Terapi jenis baru, yang mengobati sel punca dengan inti sel jari-zink yang direkayasa, dirancang untuk membantu tubuh menumbuhkan sel CD4 baru yang tidak membawa salah satu kunci koreseptor (CCR5) yang dibutuhkan HIV untuk memasuki dan menginfeksikan sel. Dalam percobaan ini, Nathalia Holt, PhD, dari
Keck School of Medicine di University of Southern California di Los Angeles, dan rekannya membandingkan dua kelompok tikus yang dibesarkan untuk memiliki sistem kekebalan tubuh manusia. Kelompok pertama diberi sel punca yang tidak diobati. Kelompok kedua menerima sel jari-zink yang diobati.
Tim Holt menemukan bahwa sel punca yang diobati berkembang biak secara cepat pada tikus dan sangat kebal terhadap infeksi HIV. Sebagai perbandingan, sel yang tidak diobati tidak memiliki bibit yang kebal terhadap HIV, dan tikus yang menerima sel yang tidak diobati mengalami penurunan CD4 HIV, yang menunjukkan perkembangan penyakit.
Sangamo BioSciences sedang mengembangkan terapi ini, dan studi eksplorasi kecil dari terapi sel-jari-zink yang sudah dilakukan pada manusia.