Rating : ratings 0.0%

Indonesia harus mengembangkan Knowledge Based Industry agar bisa bersaing di masa depan

(02-Aug-2010)
Oleh: Red
Sumber: Seminar
Print Preview
Indonesia harus mengembangkan Knowledge Based Industry agar bisa bersaing di masa depanKalbe.co.id - Business Innovation Center (BIC) bekerjasama dengan MCI Organizer pada Kamis, 29 Juli 2010 telah menyelenggarakan Seminar "Bio Revolution". Seminar yang merupakan bagian dari acara "MediHealth Beauty & Herbal Expo & Seminar 2010" tersebut, mengundang Senior Scientific Advisor PT Kalbe Farma Tbk , dr Boenjamin Setiawan PhD yang membawakan topik menarik "Perkembangan Stem Cell di Indonesia". Tampak dalam foto kiri ke kanan, para pembicara: Kristanto Santosa, Sidik, Boenjamin Setiawan, Linawati Hardjito, Hanny Wijaya dan Hariyanto Salim (moderator).

Pada bagian awal presentasinya, pria yang akrab disapa "dr Boen" ini menjelaskan bahwa, pada awal peradaban manusia, hampir semua "obat" ditemukan dengan cara trial and error dari pelbagai tumbuhan atau hewan sekitarnya.

Sedemikian lengkapnya "obat-obatan" di sekitar kita, sehingga begitu populer kalimat yang menyatakan bahwa semua penyakit pasti ada obatnya yang berasal dari diri dan lingkungan kita sendiri. Begitu pula dengan stem cell atau sel punca yang bahannya berasal dari sel tubuh kita sendiri.

Yang diperlukan adalah, bagaimana pengamatan yang cermat dan usaha penelitian yang konsisten dan terus menerus dari para peneliti Indonesia. Sungguh sayang jika bangsa Indonesia terus menerus meng-ekspor kekayaan alam dalam bentuk yang masih mentah. Indonesia harus bergerak dari resource based economy menjadi knowledge based economy", jelas pria yang mendirikan Stem Cell and Cancer Institute (SCI), institusi riset sel punca dan kanker swasta pertama di Indonesia.

Selain dr Boen dan Ir. Kristanto Santosa MSc, Executive Director BIC, tampil para pakar dalam seminar yang diadakan di IPB International Convention Center (ICC), Botani Square - Bogor, seperti:

  • Prof Dr Sidik dari Pusat Studi Herbal Fakultas Farmasi UNPAD yang membawakan topik "Aromatherapy untuk Kecantikan dan Kesehatan"
  • Prof Dr C Hanny Wijaya, Presiden Asosiasi Flavor and Fragran Indonesia (AFFI), dengan judul presentasi "Peran Flavor dan Fragran Alami bagi Kesehatan dan Kebugaran Tubuh"
  • Dr Ir Linawati Hardjito, MSc, Departemen Teknologi Hasil Perairan - FPIK Institu Pertanian Bogor (IPB) membawakah makalah yang berjudul "Hasil Perairan dan Pesisir Laut Indonesia untuk Kecantikan"


Foto-foto selama acara bisa diakses di:

http://www.facebook.com/album.php?aid=18376&id=1747781686&l=378ef60478
 


Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/glisodin120x50
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/banner_default_120x50
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/
Calendar of Events