Pada bagian awal presentasinya, pria yang akrab disapa "dr Boen" ini menjelaskan bahwa, pada awal peradaban manusia, hampir semua "obat" ditemukan dengan cara trial and error dari pelbagai tumbuhan atau hewan sekitarnya.
Sedemikian lengkapnya "obat-obatan" di sekitar kita, sehingga begitu populer kalimat yang menyatakan bahwa semua penyakit pasti ada obatnya yang berasal dari diri dan lingkungan kita sendiri. Begitu pula dengan stem cell atau sel punca yang bahannya berasal dari sel tubuh kita sendiri.
Yang diperlukan adalah, bagaimana pengamatan yang cermat dan usaha penelitian yang konsisten dan terus menerus dari para peneliti Indonesia. Sungguh sayang jika bangsa Indonesia terus menerus meng-ekspor kekayaan alam dalam bentuk yang masih mentah. Indonesia harus bergerak dari resource based economy menjadi knowledge based economy", jelas pria yang mendirikan Stem Cell and Cancer Institute (SCI), institusi riset sel punca dan kanker swasta pertama di Indonesia.
Selain dr Boen dan Ir. Kristanto Santosa MSc, Executive Director BIC, tampil para pakar dalam seminar yang diadakan di IPB International Convention Center (ICC), Botani Square - Bogor, seperti:
Foto-foto selama acara bisa diakses di:
http://www.facebook.com/album.php?aid=18376&id=1747781686&l=378ef60478