
Kalbe.co.id - Tidak banyak acara ilmiah yang diselenggarakan selama 6 hari berturut-turut. Salah satu acara ilmiah tersebut adalah Kongres Nasional IV ISICM (
Indonesian Society of Critical Care Medicine). Bertempat di hotel Shangri La, acara ini diselenggarakan 6 hari berturut-turut (1-6 Juni 2010), terdiri dari 2 hari
pre-congres continuing educational program, 1 hari workshop, serta 3 hari simposium dan presentasi oral. Rapat konas sendiri dilakukan Jumat 4 Juni 2010.
Walaupun berbasis intensive care medicine, namun topik yang diangkat dalam acara ini mencakup berbagai dispilin imu. Hal ini tercermin dari topik yang diangkat baik pada workshop dan simposium. Workshop tidak hanya membahas tentang ventilator mekanik dan hipotermia, namun juga terdapat topik critical care pada pediatrik,
acute kidney disease, dan tata laksana infeksi. Tidak heran, pembicara yang diundang tidak hanya melibatkan dokter anestesi-intensivis, tapi juga dokter spesialis anak, spesialis penyakit dalam, dan spesialis syaraf. Diketuai oleh Dr. Oloan E Tampubolon, SpAn, KIC, rangkaian acara KONAS IV ISICM mengangkat tajuk besar “
Patient Safety in Crical Care”. Menurut dr. Oloan, topik ini diangkat karena pada saat menghadapi pasien di ICU, dalam melakukan tindakan atau intervensi apapun harus yakin bahwa hal itu aman untuk pasien.
Rangkaian acara ilmiah hari pertama dibuka dengan “
Iqbal Mustafa Memorial Lecture”, sebuah kuliah singkat oleh dr. Oloan Tampubolon, SpAn tentang peran intensivis di ICU, untuk mengenang nama besar Dr. Iqbal Mustafa, SpAn KIC untuk konstribusi luar biasa beliau di bidang
intensive care. Dr Oloan menyatakan bahwa intensivis adalah dokter yang bekerja di ICU . Pada sesi
Nutrition in ICU, dr. Ike Sri Redjeki, SpAn KIC dari RS Hasan Sadikin Bandung menjelaskan bahwa teknik pemberian nutrisi yang dipakai di ICU sebagian besar adalah campuran antara enteral dan parenteral. Di bidang nutrisi parenteral, emulsi lemak sudah dikenal penggunaannya. Emulsi lemak sendiri banyak jenisnya, yaitu omega 3, omega 6, dan omega 9, tergantung dari jenis sumber lemak tersebut. Omega 3 banyak ditemukan pada minyak ikan, omega 6 pada minyak kacang kedelai¸ sedangkan omega 9 ditemukan pada
olive oil. Emulsi lemak omega 9 memiliki kelebihan yaitu memiliki vitamin E natural dan lebih sedikit mengalami stres oksidatif karena kandungan PUFA yang rendah.
Pada rapat Konas, kembali terpilih dr. Oloan Tampubolon, SpAn KIC sebagai ketua PERDICI untuk periode 3 tahun berikutnya. Selamat kepada dr. Oloan Tampubolon, SpAn KIC dan PERDICI.