Rating : ratings 0.0%

Seminar Nasional Terapi Medis Berbasis Herbal, Yogyakarta, 8-9 Mei 2010

(12-May-2010)
Oleh: ARI
Print Preview
Seminar Nasional Terapi Medis Berbasis Herbal, Yogyakarta, 8-9 Mei 2010Kalbe.co.id - Acara seminar nasional terapi medis berbasis herbal 2010 yang dilangsungkan di auditorium FK UGM Jogjakarta pada tanggal 8-9 Mei 2010 dihadiri oleh 508 peserta dari berbagai pihak, dokter spesialis, apoteker, mahasiswa, farmasi bahkan masyarakat awam yang berminat atau berkecimpung dalam dunia herbal dan alternatif, pada acara tersebut juga diramaikan oleh 12 farmasi dan perusahaan obat herbal dan laboratorium diagnostik.

Acara tersebut diketuai oleh Dr.dr. Nyoman Kertia, SpPD-KR, yang dalam sambutannya  menyatakan acara nasional tsb dilangsungkan sebagai tindak lanjut dari program menteri kesehatan RI yang sejak tanggal 6 Januari 2010 mencanangkan obat herbal berbasis pelayanan medis.

Dijelaskan obat dari bahan alami telah digunakan masyarakat Indonesia sejak berabad abad tetapi masih dalam lingkup pengalaman turun menurun, trial and error tetapi belum ada standarisasi bahan baku dan belum didukung baukti ilmiah tentang manfaat dan keamanannya secara klinik, sedangkan secara dunia kedokteran bahkan masyarakat saat ini menuntut cara berpikir rasional maka bahan alam yang digunakan sebagai obat perlu dikaji lebih lanjut tentang standarisasi, manfaat dan keamanannya.

Mengenai acara, dari presentasi beberapa pembicara sebenarnya masih banyak obat alam tersebut belum ada data yang cukup kuat, sepertinya memang acara tersebut ditujukan untuk pihak yang berminat melakukan penelitian lebih lanjut secara ilmiah. Para peserta juga cukup menarik, karena beberapa penanya sangat awam sehingga kadang tidak dalam satu konteks bahasan yang sama dengan presentan.

Di Indonesia baru ada 5 sediaan fitofarmaka (ada uji klinik dan preklinik), 17 obat herbal terstandar (telah ada uji preklinik) dipasaran, tetapi sebenarnya potensi sumber daya alam Indonesia sebagai bahan baku obat masih demikian luas sehingga acara ini dilangsungkan untuk memerluas informasi sumber daya alam tersebut dan meningkatkan minat untuk dalam dilakukan penelitian lebih lanjut sehingga akan menjadi bukti ilmiah dari manfaat, keamanan serta standarisasi secara klinik.

Beberapa farmasi yang ikut partisipasi dengan mempresentasikan produk atau profil perusahaan obat herbal mereka adalah
1. PT AIFA Health International (dari Malaysia) dengan hasil penelitian Esulin (polisakarida, glikosida iridoid rehmanioside, leucosceptoside A, purporeasideC, monocyclic seskuiterpen dan glikosidanya, polipeptida, campuran sterol charantin glikosida dan pirimidin nukleoside vicine), hasil nya positif menurunkan HbA1c tetapi hanya penelitian awal, 20 kelompok pasien tanpa kelompok pembanding,
2. Dirut PT Nyonya Meneer, Charles Saerang. Pengalaman pengembangan produk alam dengan produk Rheumaneer, Diabmeneer dan Jamur segar, yang dengan jelas mengatakan karena sulitnya klaim fitofarmaka dan mahalnya pembiayaan uji klinik maka  akan lebih banyak obat herbal terstandar saja yang akan berkembang.
3.PT Sido Muncul, dengan presentasi industri dan produksi obat herbal

Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/synbio-120x50
Calendar of Events