Rating : ratings 0.0%

Risiko Infeksi Virus pada Sebagian Besar Calon Transplantasi Ginjal

(23-Apr-2010)
Oleh: NFA
Print Preview
Risiko Infeksi Virus pada Sebagian Besar Calon Transplantasi GinjalKalbe.co.id - Sebagian besar calon transplantasi ginjal bersedia menerima ginjal dari donor yang memiliki peningkatan risiko infeksi virus, berdasarkan penelitian yang terbit pada Clinical Journal American Society Nephrology (CJASN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan penyakit ginjal dapat membuat pengorbanan rasional antara keuntungan dan risiko yang diberikan atas ginjal yang disumbangkan.

Karena ribuan pasien meninggal setiap tahun di Amerika Serikat sambil menunggu untuk transplantasi ginjal, upaya yang lebih besar dibutuhkan untuk memperluas pengumpulan ginjal untuk transplantasi. Upaya ini mungkin termasuk memungkinkan pasien untuk menerima organ yang kurang ideal, misalnya dari individu yang sudah meninggal yang berada pada peningkatan infeksi virus, Dalam kasus ini, pasien harus mempertimbangkan keuntungan dari mendapatkan transplantasi terhadap risiko kecil seperti mendapatkan infeksi serius seperti HIV. Pasien dialisis (cuci darah) rata-rata memiliki 20% kemungkinan untuk meninggal setiap tahunnya, sama dengan tingkat kematian dari kanker metastatik. Oleh karena itu, pasien mungkin memutuskan bahwa lebih baik untuk menerima organ dari donor yang berisiko tinggi terinfeksi virus daripada untuk tetap melakukan dialisis.

Peter Reese, MD, Scott Halpern MD, PhD (University of Pennsylvania) dan rekan-rekan mereka melakukan studi untuk menentukan berapa proporsi calon transplantasi ginjal akan menerima ginjal dari donor yang berada pada peningkatan risiko infeksi virus. Mereka juga meneliti faktor-faktor apa mempengaruhi keputusan ini.

Para peneliti mempelajari 175 calon cangkok ginjal yang menanggapi skenario hipotetis yang menguji kesediaan mereka untuk menerima ginjal dari donor lebih berisiko terhadap infeksi virus. Setiap skenario memberikan variasi usia donor (sebagai pengganti kualitas ginjal), risiko tertular HIV dan waktu menunggu sampai tawaran pencangkokan ginjal berikutnya. Dari 175 responden, 42 (24,0%) menolak ginjal dari donor yang berada pada peningkatan risiko infeksi virus dalam semua kondisi, 103 (58,9%) menerima mereka dalam kondisi tertentu, dan 31 (17,1%) menerima mereka dalam keadaan apa pun. Pasien cenderung untuk menerima ginjal dari donor yang berada pada peningkatan risiko infeksi virus ketika donor berusia lebih muda, risiko terinfeksi HIV lebih kecil, dan waktu menunggu yang lebih lama. Juga, pasien yang sedang dalam dialisis dan pasien lebih tua lebih umum untuk menerima ginjal tersebut.

Meningkatkan penggunaan ginjal dari donor pada peningkatan risiko infeksi virus bisa meningkatkan akses terhadap transplantasi ginjal hanya jika calon transplantasi bersedia menerima organ-organ ini. “Studi kami menunjukkan bahwa mayoritas calon transplantasi ginjal akan menerima hal ini dengan beberapa syarat – yaitu, mereka akan menerima transplantasi ginjal meskipun berada pada sedikit peningkatan risiko infeksi virus kata Dr Reese.

Menurut penulis, dokter yang melakukan transplantasi harus berbicara dengan pasien mereka mengenai kemungkinan menerima organ dari donor yang berada pada peningkatan risiko infeksi virus tanpa kuatir bahwa diskusi ini akan merusak kemampuan untuk menempatkan organ-organ ini.

Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/nephrisol_(120x50)
Calendar of Events