
Kalbe.co.id - Pada tanggal 19 Februari 2010, bertempat di Hotel Lor Inn, Solo – Jawa Tengah diselenggarakan pertemuan urology se-regional propinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta.
Acara ini merupakan
urologist gathering yang cukup rutin diadakan, dimana dalam kesempatan ini hadir Prof dr Rainy Umbas, SpU dan Prof Dr. Melsinck dari Negeri Belanda. Jumlah peserta yang berpartisipasi sekitar 25 urolog dan residen. Sebagai ketua pelaksana adalah dr. Bimo, SpU, mendampingi dr. Aby,SpU selaku ketua cabang Urology Solo.
Sesi Ilmiah dibawakan oleh Prof Dr. Melsinck, yang membahas mengenai Infeksi Tractus Urogenitalis atau infeksi saluran kemih. Menurut beliau berdasarkan data epidemiologi di Amerika, diketahui bahwa infeksi saluran kemih ini banyak diderita, dan menempati posisi yang tinggi sebagai penyebab terjadinya infeksi pada orang dewasa. Hal ini terkait dengan berbagai faktor seperti hubungan seksual, kebersihan dan sanitasi, serta komplikasi dari penyakit endokrin seperti diabetes melitus.
Banyak bakteri dapat menyebabkan terjadinya infeksinsaluran kemih ini, dan umumnya bakteri tersebut adalah bakteri gram negatif, seperti E. coli, Klebsiella serta Proteus sp.
Pengobatan untuk infeksi saluran kemih ini, dapat menggunakan antimikroba yang banyak beredar seperti golongan penisilin, sefalosporin, maupun kuinolon. Walaupun begitu, perlu penatalaksanaan yang baik dari penggunaan antimikroba tersebut. Hal ini terkait dengan makin banyaknya resistensi kuman dan bakteri yang makin meningkat jumlahnya.
Pemakaian yang tidak adekuat, frekuensi penggunaan antimikroba yang singkat, serta ketidakteraturan dalam meminum obat, merupakan faktor yang dapat menyebabkan peningkatan resistensi antimikroba tersebut. Jika sudah terjadi resistensi, maka tentunya dibutuhkan regimen antimikroba yang selektif dan dapat meningkatkan biaya pengobatan pada akhirnya. Sehingga menurut Prof Melsinck, untuk mengobati infeksi saluran kemih ini perlu suatu antimikroba yang baik dan efektif, sehingga tingkat resistensi antimikroba dapat diturunkan jumlahnya.
Setelah presentasi Prof Melsinck ini, sesi ilmiah selanjutnya dari Daiichi , dengan mengetengahkan produk antibiotik Cravit®, suatu golongan kuinolon, dimana materi presentasi dibawakan oleh Mr. Jimmy Woo dari Daiichi, Hongkong.
Cravit® dengan bahan aktif Levofloxacin, secara cepat dan lengkap diabsorpsi setelah pemberian per-oral, dan mempunyai kadar puncak plasma sekitar 1-2 jam setelah diminum. Bioavailabilitas mencapai 100% pada dosis oral 500 mg dan hanya sedikit berpengaruh bila ada makanan. Kadar puncak yang terdapat dalam konsentrasi plasma pada dosis oral 500 mg perhari sekitar 5,7 ± 0,5 ug/ml sedangkan bila melalui intravena dengan dosis 500 mg sekitar 6,4 ± 0,6 ug/ml, Levofloxacin didistribusikan secara luas keseluruh tubuh dengan konsentrasi yang tinggi. Indikasi cukup luas seperti Infeksi saluran nafas, infeksi kulit dan infeksi saluran kemih. Terkait dengan infeksi saluran kemih, penggunaan kuinolon saat ini merupakan salah satu regimen yang banyak digunakan oleh dokter praktisi saat ini, mengingat efektivitas serta kemudahan dan fleksibilitas dosis yang baik.
Kalbe, dalam kesempatan ini turut berperan serta dalam mendukung acara pertemuan para urolog ini, dengan mengetengahkan salah satu produk andalannya yaitu Endrolin® (Leuprolide acetate), selain Cernevit® sebagai multivitamin suntikan yang larut air dan lemak. Presentasi Endrolin® disampaikan oleh dr. Irwan Widjaja, M.Biomed dari Medical Kalbe.
Endrolin® sebagai suatu
gonadotropin releasing hormone (GnRH)
analogue yang mempunyai mekanisme kerja menekan produksi testosteron dari Testis (
down regulation fungsi hormon GnRH serta LH-FSH), diindikasikan pada pasien kanker prostat yang sudah mengalami metastatik, sebagai salah satu regimen alternatif pengobatan kanker tersebut, selain penggunaan regimen kemoterapi serta pembedahan.
Setelah selesai acara, dilanjutkan dengan acara makan malam serta ramah tamah diantara para urolog se-regional propinsi Jawa Tengah & DI Yogyakarta.