
Kalbe.co.id - Ternyata air seni menggandung protein yang berfungsi untuk menghambat proses peradangan. Demikian dijelaskan Prof Yow-Pin Lim dari
Rhode Island Hospital saat bertemu dengan tim
Stemcell and Cancer Institute (SCI) di Jakarta 18 Februari 2010. Menurut Guru Besar dari
Medical Departemen Brown University kelahiran Cirebon ini, protein yang diberi nama
Inter-alpha inhibitors (IAIP) ini masih tergolong keluarga glikoprotein kompleks yang terdiri dari beberapa rantai polipeptida yang terangkai secara unik oleh glikosaminoglikan. IAIP telah dikenal sebagai penghambat beberapa enzim
serine protease seperti
trypsin, human leukocyte elastase (HLE), plasmin, cathepsin G dan
granzyme K. Enzim-enzim yang disebutkan di atas itu memiliki peranan yang bermakna bagi berjalannya proses peradangan, syok, invasi tumor dan pembentukan metastase kanker. Dengan kata lain -yang sudah terbukti pada binatang percobaan dengan enzim sejenis yang diambil dari darah manusia- pemberian IAIP bisa mengendalikan proses peradangan hingga bisa membeli waktu (
buying time) sebelum kita mengetahui agen (kuman/virus, dll.) penyebabnya.
Seperti kita ketahui, lanjut Presiden dari
ProThera Biologics tersebut, penyebab kematian utama (di luar negeri tentunya, red) dari penyakit infeksi, kanker, luka bakar, kecelakaan disebabkan peradangan yang menyeluruh atau sepsis.
Namun layaknya pertolongan pertama, penyuntikan IAIP bukanlah merupakan
golden bullet. Tetap, pasien harus memperoleh antibiotik (untuk penyakit yang disebabkan oleh kuman) atau antivirus (jika penyebabnya virus) dan obat lainnya yang bisa mengendalikan agen penyebab penyakitnya.