Rating : ratings 0.0%

Pengurangan Dosis Ribavirin Meningkatkan Risiko Kambuhan pada Pasien Hepatitis C Kronis

(03-Feb-2010)
Oleh: NFA
Print Preview
Pengurangan Dosis Ribavirin Meningkatkan Risiko Kambuhan pada Pasien Hepatitis C KronisKalbe.co.id - Mengurangi takaran ribavirin menjadi di bawah 12mg/kg/hari dalam terapi kombinasi untuk mengobati infeksi virus hepatitis C (HCV) kronis dapat menyebabkan peningkatan kemungkinan kambuh. Hal itu dilaporkan peneliti dalam Journal of Viral Hepatitis edisi Agustus 2009. Namun, apabila tingkat ribavirin yang sesuai dipertahankan, takaran interferon pegilasi dapat dikurangi secara aman setelah 12 minggu tanpa meningkatkan risiko kegagalan pengobatan.

Ribavirin, yang memiliki kegiatan antivirus dan mengatur kekebalan, terbukti mengurangi risiko kambuhan pada pasien yang menerima terapi berbasis interferon. Terapi yang baku menghimbau penggunaan takaran ribavirin berdasarkan berat badan, untuk memastikan agar pasien yang lebih berat pun mencapai tingkat yang sesuai, tetapi waktu yang optimal, takaran rejimen, dan pajanan obat yang ideal tidak sepenuhnya ditentukan.

Dalam penelitian ini, peneliti menilai dampak pajanan ribavirin terhadap kambuhan secara virologi pada 984 pasien HCV kronis dengan HCV genotip 1 yang diobati dengan interferon pegilasi alfa-2b plus ribavirin. Pajanan obat dari setiap jenis obat dihitung berdasarkan rata-rata takaran yang benar-benar dipakai.

Hasil

* Pengurangan takaran ribavirin secara bertahap dikaitkan dengan peningkatan tingkat kambuhan secara bertahap, dari 11% menjadi 60%.
* Untuk pasien dengan tanggapan virologi awal penuh (early virological response/EVR) – didefinisikan sebagai RNA HCV tidak terdeteksi pada minggu ke 12 – hanya 4% di antara pasien yang menerima takaran ribavirin 12mg/kg/hari atau lebih, yang mengalami kambuhan virus.
* Pajanan ribavirin terus mempengaruhi tingkat kambuhan bahkan setelah minggu ke-12.

Namun, takaran interferon pegilasi dapat dikurangi menjadi 0,6mcg/kg/minggu setelah minggu ke-12 tanpa meningkatkan risiko kambuhan.

Pada 472 pasien yang memiliki viral load HCV tidak terdeteksi pada minggu ke-24 dan minggu ke-48, sebuah analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang berkaitan secara bermakna dengan kambuhnya virus adalah:

* Tingkat fibrosis hati (p = 0,002);
* Waktu saat seseorang menjadi RNA HCV-negatif (p < 0,001);
* Rata-rata takaran ribavirin (p < 0,001).

Sebaliknya, takaran pegilasi interferon memprediksi tingkat kambuhan secara bermakna.

Berdasarkan temuan ini, para penulis penelitian menyimpulkan, “Mempertahankan takaran ribavirin setinggi mungkin (> atau = 12mg/kg/hari) selama masa pengobatan penuh dapat mengarah pada penekanan tingkat kambuhan HCV genotipe, satu pasien menanggapi pegilasi interferon alfa-2b plus ribavirin, terutama pada pasien EVR secara penuh.“

Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/kalferon-120x50
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/hepasil_(120x50)
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/HepaMAX-120x50-2
Calendar of Events