Rating : ratings 0.0%

Suplementasi Testosterone Gel sebagai Antidepresi

(18-Jan-2010)
Oleh: IWA
Print Preview
Suplementasi Testosterone Gel sebagai AntidepresiKalbe.co.id - Penelitian pendahuluan yang dilakukan oleh Dr. Pope dkk , terhadap suplementasi Testosteron gel, menunjukkan adanya pengaruh positif efek antidepresi bagi penderita pria yang mempunyai kadar testosteron rendah, sebagaimana yang dipublikasi dalam American Journal of Psychiatry volume 160, 2003.

Sebagai latar belakang studi penelitian ini, apakah suplementasi Testosterone gel dapat memberikan efek antidepresi  sebagaimana pemberian Testosteron secara parenteral?, oleh sebab itu penelitian selama 8 minggu secara randomisasi, kontrol trial, dengan plasebo, dilakukan pemberian suplementasi Testosteron transdermal pada pria antara 30 sampai 65 tahun yang mempunyai gejala depresi refraktori dan batas rendah dari kadar testosterone level.

Sebanyak 56 pria dilakukan skrining pendahuluan, namun hanya   24  orang  (42,9%) menunjukkan kadar testosterone total dalam serum pagi hari dengan levels 350 ng/dl atau kurang (range normal adalah  270 sampai 1.070 ng/dL).  Dari 24 subyek ini, 23 subyek termasuk dalam studi penelitian. 1 orang diberi respon dengan pemberian inisial buta tunggal berplasebo (single-blind placebo)  selama periode 1 minggu dan  22 subyek dilakukan secara randomisasi dan dibagi menjadi 2 kelompok : 12 dengan testosterone gel 1%, 10 g/hari  dan 10 dengan bentuk identical Namun, masing-masing subyek masih meneruskan regimen antidepresannya. Adapun dari studi ini, 10 subyek yang menerima testosterone dan 9 subyek yang menerima plasebo menuntaskan trial hingga akhir 8 minggu.

Dari kedua kelompok tersebut mempunyai  keserupaan dalam hal baseline demografi dan pengukuran parameter psikiatrik.  Subyek yang menerima testosterone gel menunjukkan perbaikan yang lebih besar pada skala rating depresi Hamilton (the Hamilton Depression Rating Scale) daripada subyek yang menerima placebo.  Perubahan ini tercatat  dalam kedua subskala yaitu vegetatif dan afektif pada skala Hamilton tersebut.
Perbedaan yang signifikan juga ditemukan dalam skala beratnya impresi global secara klinis (the Clinical Global Impression severity scale) , namun tidak pada temuan depresi Beck (the Beck Depression Inventory).


Namun memang satu subyek dalam kelompok yang mendapatkan testosterone mengalami gejala dalam hal urinasi yang agak sulit, yang kemungkinan juga disebabkan karena adanya  BPH (benign prostatic hyperplasia). Tidak dilaporkan adanya efek samping lain terkait dengan penggunaan  testosteron.

Sebagai temuan studi pendahuluan ini, penggunaan testosterone gel mungkin menghasilkan efek antidepresi , walaupun memang masih diperlukan studi lanjutan dengan populasi subyek lebih besar yang mengalami depresi khususnya dengan kadar testosterone yang rendah.


Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/zegase_(120x50)
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/glisodin120x50
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/kalxetin_(120x50)
Calendar of Events