
Kalbe.co.id - US Food and Drug Administration telah menyetujui pemberian sildenafil intravena sebagai terapi bagi pasien-pasien dengan hipertensi arteri pulmonal (pulmonary arterial hypertension, PAH), yang tidak dapat diterapi dengan obat-obatan oral.
PAH merupakan penyakit progresif dan ditandai dengan tekanan darah yang tinggi pada arteri pulmonal, dan seringkali menyebabkan gagal jantung dan kematian. Pemberian sildenafil injeksi berguna sebagai terapi pada pasien-pasien yang sementara yang tidak dapat mengkonsumsi tablet, dan sangat penting untuk memperbaiki kemampuan latihan dan menghambat progresifitas penyakit.
Sildenafil telah lama diteliti manfaatnya terhadap pasien-pasien PAH. Dalam penelitian, pemberian sildenafil pada pasien-pasien PAH memperbaiki hemodinamik, kapasitas fungsional, fungsi jantung dan kualitas hidup. Selain itu, dalam penelitian pilot terbuka yang pernah dilakukan, sildenafil bermanfaat memperbaiki hemodinamik dan kapasitas latihan pada pasien anak-anak dengan PAH, walau efek sildenafil pada anak-anak ini masih perlu dikonfirmasi dengan penelitian-penelitian acak terkontrol.
Dosis sildenafil injeksi yang direkomendasikan adalah 10 mg (12,5 mL), yang sebanding dengan dosis oral 20 mg, diberikan sebagai bolus intravena 3 kali sehari. Efek samping yang dapat terjadi adalah epistaksis, sakit kepala, dispepsia, kemerahan dan sulit tidur.
FDA telah menyetujui pemberian sildenafil intravena bagi pasien-pasien PAH yang tidak dapat mengkonsumsi obat-obatan oral.