Rating : ratings 0.0%

Annual Meeting 2009 Perhimpunan Nefrologi Indonesia, Surabaya, 6 – 8 November 2009

(10-Nov-2009)
Oleh: KTW
Print Preview
Annual Meeting 2009 Perhimpunan Nefrologi Indonesia, Surabaya, 6 – 8 November 2009Kalbe.co.id - Annual Meeting 2009, Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) ini dilaksanakan di Hotel Shangrila – Surabaya yang berlangsung dari tanggal 6 – 8 November 2009.  Adapun acara ini mengambil tema: “Update in Nephrology for Better Care”, yang dihadiri baik para ahli ginjal maupun spesialis penyakit dalam dari seluruh Indonesia. Tema ini merupakan bentuk persiapan anggota Pernefri dalam menghadapi tantangan globalisasi yang memerlukan tingkat standar mutu profesionalisme.

Dalam annual meeting 2009 ini  dibahas topik-topik mulai dari ilmu dasar sampai perkembangan mutakhir di bidang Nefrologi - Hipertensi yang disampaikan dalam bentuk plenary lecture, simposia, ataupun educational program. Diawali dengan plenary lecture dengan judul: CKD as a Global Public Health Challenge: Where are now? yang disampaikan oleh Prof. DR. Dr. Suhardjono, SpPD-KGH, KGer. Dalam sesi ini terungkap bahwa penyakit ginjal kronik (PGK) merupkaan penyakit yang saat ini jumlahnya sangat meningkat, dari survey yang dilakukan oleh Pernefri  diperkirakan  terdapat sekitar 12,5% dari populasi sudah termasuk PGK  (dengan eGFR kurang dari 60 mL/ menit), yang berarti sekitar 18 juta orang dewasa di Indonesia merupakan pasien dengan PGK. Plenary lecture ini dilanjutkan materi kedua dengan judul: Immunopathogenesis and Management of Glomerulonephritis, yang disampaikan oleh Prof. Dr. Wiguno Prodjosudjadi, PhD, SpPD-KGH. Disebutkan bahwa glomerulonefritis diinisiasi oleh adanya endapan kompleks imun dari sirkulasi dan ikatan immunoglobulin dengan struktur glomerulus atau antigen yang terjebak. Respon imunitas humoral dan seluler yang diregulasi oleh sel Th1 dan sel Th2 menentukan beratnya kelainan.

Topik gangguan metabolisme sodium dan potassium juga disampaikan dalam acara tersebut, dalam  praktek klinis medis, kadar kalium yang tidak normal merupakan bagian dari abnormalitas cairan dan elektrolit pada pasien dengan penyakit ginjal kronik. Bisa asimptomatis atau disertai gejala mulai dari kelemahan ringan sampai kemaitan mendadak. Diperlukan tindakan yang tepat untuk mengatasinya karena pengobatan yang tidak tepat dapat memperburuk gejala bahkan menyebabkan kematian.

Pengaturan asam-basa adalah hal yang penting untuk mempertahankan pH tubuh dalam batas-batas tertentu. Kondisi ini harus dipertahankan agar fungsi fisiologis sel normal. Ada beberapa pendekatan dalam keseimbangan asam-basa yaitu meliputi: pendekatan model tradisional, model Stewert, dan model Stewart yang dimodifikasi. Dalam model tradisional, reaksi kesimbangan dari karbon dioksida dan air dinyatakan dengan reaksi linier Henderson-Hasselbach, sedangkan model Stewart, berdasarkan prinsip PCO2 dan 2 variabel yaitu, SID dan Atot. Dan pada model Stewart dimodifikasi peranan fosfat dan albumin diperhitungkan dan hanya komponen histidin dari protein dapat mem-buffer ion hidrogen dalam konsentrasi fisiologis. Dalam topik asam basa ini juga disebutkan, secara prinsip enam langkah dalam mengenali dan mengatasi kalainan asam basa, yaitu meliputi: (1) Periksa pH, (2) Periksa arah perubahan pCO2 dan HCO3. (3) Nilai tingkat kompensasi yang terjadi, (4) Menghitung gap, (5) Tentukan kelainan dasarnya, dan  (6) Tentukan terapi yang sesuai.

Dalam hal topik  intradialitic parenteral nutrition, dilaporkan sebanyak  20% - 70% pasien hemodialisis menderitan malnutrisi, yang dibedakan menjadi: malnutrisi tipe pertama, dimana faktor uremia  yang membuat pasien aneoreksia  dan makanan yang buruk. Sedangkan malnutrisi tipe dua  dikaitkan dengan adanya proses inflamasi yang terjadi pada pasien hemodialisis. Terdapat sitokin proinflamasi pada pasien dengan malnutrisi tipe ini yang membua terjadinya pemecahan protein di tubuh pasien. Pemecahan yang berlangsung lama akan menyebabkan terjadinya malnutrisi. Bila asupan nutrisi peroral tetap tidak memberikan perbaikan dalam status gizi pasien maka pada pasien-pasien ini perlu diberikan nutrisi parenteral. Nutrisi perenteral yang komplit berisi karbohidrat, lemak dan protein dalam bentuk infus  yang diberikan selama hemodialisis. Cairan nutrisi ini biasanya mempunyai osmolaritas yang tinggi sehingga diisyaratkan  pasien mempunyai akses vaskuler yang baik, serta biasanya dengan jumlah volume yang cukup besar yang harus diultrafiltrasi selama hemodialisis.

Topik peritoneal dialisis juga disampaikan dalam annual meeting 2009 ini, yaitu dengan judul: Optimal solution for the long dwell, disampaikan  oleh  Dr. Tunggul D. Situmorang, SpPD-KGH, Dipl/M.Med.Si, serta  oleh Pei Pei Fong dengan judul: Extraneal Solution. Ciaran extraneal ini merupakan cairan yang digunakan untuk peritoneal dialsis dengan beberapa keutungan diantaranya adalah: extraneal mengandung icodekstrin memberikan efek yang lebih lama jika dibandingkan dengan glukosa dalam menjalankan ultrafiltrasi, penggunaan icodextrin akan mengurangi atau menurunkan risiko loading glukosa secara sistemik, penggunaan icodextrin potensial memberikan efek yang lebih baik dalam memperbaiki profil lemak dalam darah. Sehingga dapat dikatakan penggunaan icodextrin memberikan beberapa keutungan sebagai peritoneal dialisat.

Stres oksidatif saat ini juga diperkirakan menjadi salah satu mekanisme patologis  di bidang nefrologi. Pada penyakit ginjal kronik, mekanisme stres oksidatif  akan terjadi berbading terbalik dengan LFG. Makin rendah LFG makin tinggi stres oksidatif yang terjadi, sehingga akan mempercepat progresivitas penyakit ginjal. Pengaruh hemodialisis terhadap stres oksidatif  masih diperdebatkan. Banyak usaha  untuk membatasi stres oksidatif pada pasien dialisis seperti pemakaian yang biokompatibel, daur ulang, ataupun melapisi dialisis dengan antioksidan.

Dalam pertemuan ini juga dilengkapi dengan presentasi makalah bebas dan presentasi poster sebagai ajang para peneliti muda untuk menampilkan hasil penelitiannya, sekaligus berkompetisi untuk menjadi yang terbaik.

Bookmark and Share

Related Articles:

Calendar of Events