
Kalbe.co.id - Aktifitas Riset Stem Cell baru bergeliat kembali pada tahun 1998 dan pada tahun 2009 ini, peneliti James Thomson serta Shinya Yamanaka secara sendiri-sendiri berhasil menemukan apa yang disebut dengan iPSC (
induced Pluripotent Stem Cells), atau stem cell yang potensinya menyerupai stem cell embriologi (pluripotent) yang tidak berasal dari embrio. Diharapkan dengan penemuan ini, perkembangan riset dan aplikasi stem cell akan menjadi lebih pesat lagi tanpa ada kontroversi etik lagi. Demikian dijelaskan dr Boenjamin Setiawan, Chairman
Stem Cell and Cancer Institute (SCI) di depan para peserta
International Symposium on Ageing and Work Ability. Acara yang berlangsung di Balai Sidang Universitas Indonesia Depok, Jawa Barat tersebut diselenggarakan bersama oleh Universitas Indonesia (UI), Komisi Nasional Lanjut Usia (KOMNAS LANSIA),
Active Ageing Consortium Asia Pacific (ACAP) dan para pendukung seperti: PT Kalbe Farma Tbk, Martha Tilaar Group, Jaringan Epidemiologi Nasional (JEN) dan
Loughborough University United Kingdom.
The Role of Stem Cell Therapy to Improve Quality of Life among Eldery WorkersBerbicara di depan para hadiri Simposium International ini, dr Boen menjelaskan bahwa saat memasuki usia lanjut, seseorang rentan akan penyakit degeneratif seperti: penyakit jantung dan pembuluh darah, stroke, alzheimer, parkinson, osteoarthritis, osteoporosis hingga kanker. Meskipun belum bisa disebut sebagai "
magic bullet", namun stem cell membawa suatu harapan yang cerah bagi terapi/penanganan penyakit-penyakit di atas. Apalagi dengan ditemukannya iPSC seperti yang disebutkan di atas.
Pada akhir presentasinya, dr Boen mengharapkan bahwa melihat ilmu stem cell masih bisa dikatakan relatif baru, sehingga ada kesempatan sangat besar bagi bangsa Indonesia untuk menjadi pemain skala international. Asalkan hal tersebut ditekuni dengan serius dan didukung penuh semua pihak.
Acara yang dibuka oleh Rektor UI Prof. Dr. der Soz. Gumilar Somantri dihadiri antara lain oleh Ketua II Komnas Lansia Indonesia, Inten Soeweno, Letjen (Purn) H Toni Hartono (Sekjen Komnas Lansia), Prof Kathryn Braun (Presiden ACAP) dengan menghadirkan para pembicara antara lain: Dr. Martha Tilaar (Komnas Lansia dan Martha Tilaar Group, PT Martina Berto Tbk, Indonesia), Dr. Aris Ananta (Institute of South East Asian Studies, Singapore), Prof. Takeo Ogawa (Yamaguci Prefectural University, Japan, pelopor & presiden pertama ACAP), Dr. Evi N. Arifin, Dr. Adhi Santika (National Commission for Older Persons, Indonesia / KOMNAS LANSIA), Dr. Moses Wong (60> Design Center, Singapore), Aloysius Baskoro Yunianto, MID (Indonesia).
Pemeriksaan Kepadatan Tulang
Dalam kesempatan ini, PT Kalbe Farma Tbk menghadirkan alat pemeriksaan kepadatan tulang sebagai salah satu bentuk partisipasi dan sekaligus memperingati Hari Osteoporosis International yang jatuh pada tanggal 20 Oktober.