Rating : ratings 0.0%

Simposium Penelitian Bahan Obat Alami XIV – Muktamar PERHIPBA XI, Jakarta, 11 - 12 Agustus 2009

(27-Aug-2009)
Oleh: LHS
Print Preview
Simposium Penelitian Bahan Obat Alami XIV – Muktamar PERHIPBA XI, Jakarta, 11 - 12 Agustus 2009Kalbe.co.id - Simposium yang diadakan berkat kerjasama BPPT, Perhipba, dan RS Kanker Dharmais ini mendapat perhatian dan antusiasme yang cukup tinggi dari sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari farmasi, peneliti, dokter spesialis, dokter umum, hingga dokter hewan.

Secara garis besar, acara yang bertujuan menggali potensi anti-kanker bahan alamiah ini dibagi menjadi 2 bagian utama, yaitu simposium dan presentasi oral, serta tidak ketinggalan ekshibisi poster ilmiah. Sesi simposium menghadirkan pembicara dari dalam negeri hingga luar negeri. Topik yang dibahas cukup beragam, yaitu meliputi :
  • Kebijakan pengembangan obat herbal untuk penyakit kanker (pihak regulasi)
  • Peluang, tantangan, dan strategi pengembangan produk bahan alami untuk terapi kanker (akademisi)
  • Peran terapi komplementer di RS (akademisi)
  • Sharing pihak farmasi dalam pengembangan bahan alami untuk terapi / komplementer terapi kanker (industri)

Berikut ini salah satu topik pada sesi acara simposium :

• ”HERBAL THERAPY IN CANCER TREATMENT: POLICY AND MANAGEMENT” oleh dr. Farid W.Husain, Sp.B(K).

Departemen Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan kebijakan mengenai penggunaan obat herbal Indonesia untuk terapi kanker. Complementary Alternative Medicine (CAM) di Indonesia diatur oleh peraturan/perundangan Permenkes 1109/Menkes/PER/IX/2007 dan Kepmenkes 121/Menkes/SK/II/2008. Penelitian obat herbal terutama ditujukan untuk melihat efektifitas serta aspek keamanan. Disampaikan juga resume mengenai regulasi standar yang harus dipenuhi suatu obat herbal, meliputi sumber daya manusia, perijinan, fasilitas dan peralatan, serta berbagai service lain. Disampaikan dalam akhir presentasi mengenai berbagai herbal yang telah teridentifikasi digunakan untuk terapi kanker, contohnya : bawang putih, sambiloto, benalu, keladi tikus, dan sebagainya.

• “PEMAKAIAN OBAT HERBAL PADA PENYAKIT KANKER DI RSU DR.SOETOMO” oleh dr.Ariyanto Yonosewoyo, SpPD.

Di RSU Dr.Soetomo, poli obat herbal didirikan pada tanggal 19 Oktober 1999. Jenis penyakit yang ditangani di poli herbal ini merupakan jenis penyakit kronis, seperti asma, diabetes mellitus, hipertensi, kanker, dsb. Khusus untuk penyakit kanker, pemakaian obat herbal diberikan sebagai terapi komplementer pada semua stadium. Herbal yang memiliki sifat imunomodulator dapat dipakai pada semua stadium. Sedangkan herbal yang memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik dapat dipakai untuk mengurangi rasa nyeri pada kanker. Kemudian, pasien kanker yang mengalami kehilangan nafsu makan diberikan perangsang nafsu makan.

Sebanyak 80% menggunakan herbal sebagai terapi komplementer, sedangkan 20% sebagai terapi alternatif. Lamanya pasien minum obat herbal cukup bervariasi dari 1 hingga 76 minggu (rerata : 4 minggu). Menurut pengalaman yang disampaikan, pasien yang mendapat herbal sebagai terapi komplementer / suportif, banyak pasien merasa sangat bermanfaat. Pada pasien yang mendapat pengobatan secara paliatif mendapat manfaat perbaikan kualitas hidup. Permasalahan terapi menggunakan herbal ini adalah kepatuhan minum obat. Tantangannya adalah perlu kerjasama berbagai pihak untuk mendapatkan suatu obat herbal yang aman, efektif, berkualitas, dan murah untuk pasien kanker. Dari pihak klinisi sendiri, umumnya menerima pengobatan dengan herbal dan hanya sedikit yang menolak.

Setelah presentasi ilmiah dalam acara simposium, acara dilanjutkan dengan presentasi oral dari para peneliti yang sebagian besar peneliti muda dari bidang biologi / farmasi. Berbagai jenis herbal diuji secara in vitro dan menunjukan aktivitas sitotoksik. Beberapa jenis tanaman herbal tersebut di antaranya adalah :
- Biji Paria
- Akar pasak bumi
- Kulit batang sukun
- Kandis gajah
- Dadap ayam - Buah pandan laut
- Cyptoccarya costata
- Ciplukan
- Jahe
- Keladi tikus
- Kulit batang kamboja
- Garcinia cornea
- Kapang oncom merah
- Daun benalu
- Buah merah

Acara berakhir dengan diumumkannya pemenang makalah dan poster terbaik serta pembagian doorprize yang kemudian ditutup oleh ketua panitia, ibu Sri Ningsih, Msi, Apt.


Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/banner_default_120x50
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/hepasil_(120x50)
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/HepaMAX-120x50-2
Calendar of Events