
Kalbe.co.id - Berikut disampaikan informasi tentang penggunaan obat antihipertensi yang tepat untuk pasien penyakit ginjal kronik yang menderita hipertensi dan diabetes mellitus, sehingga mencegah terjadinya progresifitas penyakit ginjal tahap akhir.
Semua obat anti hipertensi yang ada dan tersedia tidaklah sama pengaruhnya terhadap perjalanan penyakit ginjal kronik. Dalam hal ini obat-obatan anti hipertensi yang dipergunakan pada pasien yang mengalami gagal ginjal kronik haruslah mempunyai pengaruh yang baik dan menguntungkan terhadap perjalanan penyakit ginjal kronik tersebut. Dari seluruh obat antihipertensi golongan
angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors / ACEi dan
angiotensin receptor blockers (ARBs) merupakan pilihan utama yang dapat digunakan, karena selain sebagai anti hipertensi juga dapat memperlambat perjalanan penyakit ginjal kronik menjadi gagal ginjal tahap akhir.
Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang paling berperan untuk terjadinya progresifitas penyakit ginjal. Hasil penelitian menyebutkan bahwa system angiotensin merupakan penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah pada pasien hipertensi primer dan penyakit ginjal kronik (PGK) dan polikista ginjal. Pada pasien polikista ginjal dan pasien PGK aktifitas otot simpatetik ternyata lebih besar dibandingkan pada kontrol, dan keadaan ini sangat berkaitan dengan aktivitas renin plasma.
Angiotensin II akan mengikat reseptor angiotensin tipe 1 (AT1)pada permukaan membran sel di jaringan termasuk di otot polos vaskuler, jantung dan ginjal. Peningkatan aktivitas plasma renin akan meningkatkan kadar angiotensin II. Banyak data menunjukkan peranan yang paling besar dari sistem renin angiotensin dalam patofisiologi dari diabetik nefropati dan hipertensi nefropati serta hubungan antara nefropati dengan penyakit kardiovaskuler. Terjadinya mikroalbuminuria merupakan tanda yang paling utama dan penting untuk pnyakit ginjal dan merupakan petunjuk telah terjadinya kerusakan pembuluh darah dan disfungsi endotel. Disfungsi endotel terjadi akibat adanya stres oksidatif. Ginjal merupakan organ yang sangat mudah terjadi stres oksidatif, hal ini akan menimbulkan hiperglikemia yang sangat berkaitan dengan terjadinya progresifitas nefropati diabetik. Pemberian ARBs atau ACEi terbukti dapat menurunkan kejadian stres oksidatif.
Tujuan pengobatan menggunakan obat antihipertensi pada pasien dengan penyakit ginjal kronik (PGK) adalah menurunkan tekanan darah sistemik dan mengurangi proteinuria yang secara tidak langsung juga menurunkan tekanan intraglomerular.
ARBs dan ACE inhibitor merupakan langkah pertama sebagai pengobatan pada pasien PGK dengan hipertensi, diabetik, dan hipertensi dengan mikroalbuminuria, dalam hal ini pemberiannya dikombinasikan dengan obat antihipertensi lainnyauntuk emndapatkan tekanan darah yang diharapkan. (misalnya ACEi dengan Ca channel blocker atau diuretik).
Menurut
American Diabetes Association Guidelines berdasarkan perlunya menurunkan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan memperlambat terjadinya nefropati atau makroalbuminuria dan mikroalbuminuria, cara yang terbaik adalah dengan menurunkan tekanan darah dengan target 130/80 mmHg atau lebih rendah. Pada pasien dengan hipertensi yang juga menderita diabetes melitus harus segera dipertimbangkan untuk pemberian ARBs dan ACEisebagai langkah awal pengobatan oleh karena kedua jenis obat tersebut dapat menurunkan proteinuria dan memperlambat progresifitas terjadinya nefropati diabetik. ARBs juga dapat menurunkan progresifitas mikroalbuminuria.
Pada pasien DM tipe 1 dengan atau tanpa hipertensi disertai dengan beberapa tingkatan albuminuria, ACEi dapat memperlambat terjadinya progresifitas nefropati. Sedangkan pada pasien DM tipe 2, hipertensi dan mikroalbuminuria, pemberian ARBs dapat memperlambat makroalbuminuria dan nefropati. Dan pada pasien DM tipe 2, hipertensi dan nefropati (makroalbuminuria dan serum kreatinin > 1,5 mg/dL) pemberian ARBs dapat memperlambat progresifitas dari nefropati.
Obat antihipertensi ACEi dan ABRs yang dimiliki Kalbe:
ACE inhibitor : Ramipril (Redutens), Captopril (Captensin), Captopril OGB HJ
ARBs : Losartan (Angioten) dan Irbesartan (Irbesartan dan Fritens)