Rating : ratings 100.0%

Talkshow IKCC dalam rangka merayakan World Kidney Day, Jakarta 16 Maret 2008

(24-Mar-2008)
Oleh: RFL
Sumber: http://www.ikcc.or.id
Print Preview
Talkshow IKCC dalam rangka merayakan World Kidney Day, Jakarta 16 Maret 2008Kalbe.co.id - Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day / WKD) diperingati setiap hari Kamis minggu kedua di bulan Maret. Pada tahun, WKD jatuh pada tanggal 13 Maret 2008. Dalam rangka peringatan Hari Ginjal Sedunia, IKCC yang merupakan perkumpulan pasien ginjal dan keluarga serta masyarakat luas yang peduli akan kesehatan ginjal didukung oleh PERNEFRI (Perkumpulan Nefrologi Indonesia) ikut serta dalam rangkaian perayaan tersebut. Acaranya berupa Talk Show yang mengambil tajuk “Bagaimana Mencegah Komplikasi Gagal Ginjal” dengan narasumber DR. Dr. Suhardjono, SpPD-KGH, KGer selaku Ketua Umum PERNEFRI. Selain acara utama, para peserta yang hadir memperoleh kesempatan memeriksakan kondisi kesehatannya, seperti: pemeriksaan kepadatan tulang (densitometer), kadar hemaglobin (Hb), kadar gula darah dan tekanan darah. Acara diikuti oleh sekitar 200 peserta (pasien, pendamping, tenaga medis/para medis, dll.), termasuk beberapa wartawan dari media cetak dan elektronik.

Berbeda dengan acara bulanan IKCC lainnya, kali ini selain presentasi dari narasumber, acara juga diselingi dengan sharing pasien yang antara lain menampilkan sosok selebritis seperti Bpk Kris Biantoro dan Bpk Samuel Mulia.

Acara diawali dengan pemberian kata sambutan oleh Ibu Indah Mastuti selaku Ketua IKCC, kemudian Dr. Erik Tapan selaku Wakabid Edukasi dan Informasi menyampaikan Kilas IKCC dan kegiatannya dari sejak berdirinya Mei 2004 sampai dengan sekarang. Seperti diketahui hingga Maret 2008, IKCC telah menyelenggarakan sekitar 33 seminar plus 3 kegiatan rekreasi keluar kota (outing) yang dilakukan pada setiap akhir tahun. Umumnya acara seminar dilaksanakan di rumah-rumah sakit dengan pembicara dari dokter rumah sakit tersebut.

Acara Talk Show dibuka Dr. Suhardjono yang mengawali penjelasannya dengan mengatakan bahwa ada 5 (lima) tahapan penyakit gagal ginjal, dimana jika sudah berada pada gagal ginjal tahap 5, maka fungsi ginjal harus digantikan dengan terapi pengganti ginjal, bisa dengan Hemodialisis (HD), Peritoneal Dialisis (PD), maupun Transplantasi Ginjal. Dr. Suhardjono juga memaparkan beberapa penyebab kematian pada pasien dialisis, diantaranya komplikasi kardiovaskular, stroke, infeksi, putus HD, keganasan, dll.

Selanjutnya dijelaskan mengenai jenis komplikasi yang umum pada pasien dialisis beserta penanganannya. Beberapa komplikasi yang dijelaskan antara lain: Sindroma Disekuilibrium ( sekumpulan gejala sistemik dan neurologik berupa mual, muntah, gelisah dan sakit kepala, kejang, kesadaran menurun/ koma yang disebabkan peningkatan mendadak kandungan air di dalam otak), kram otot, hipotensi, dan pendarahan pada saluran cerna.

Setelah presentasi Dr. Suhardjono, Kris Biantoro selaku MC acara segera memanggil Ibu Telly R Doodoh untuk memberikan sharing sebagai pasien ginjal dengan terapi CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dyalisis). Ibu yang satu ini dengan usia 75 tahun, masih terlihat sehat dan sangat bersemangat dalam membagikan pengalamannya kepada sesama pasien ginjal.

Sharing pasien dilanjutkan oleh Samuel Mulia yang merupakan pasien penyakit ginjal dengan terapi pengganti transplantasi ginjal. Setelah mendengarkan sharing dari kedua pasien dengan terapi pengganti ginjal yang berbeda, diberi kesempatan kepada peserta seminar untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber yaitu Dr. Suhardjono. Acara Talk Show yang dipandu oleh Kris Biantoro berlangsung sangat menarik, selain peserta sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan, Kris Biantoro seringkali menyelipkan pelbagai candaannya disela-sela memandu acara.

Setelah sesi tanya jawab selesai, giliran Kris Biantoro dibagian akhir Talk Show ini menceritakan pengalaman hidupnya sebagai pasien gagal ginjal dan pengalamannya ketika hendak menjalankan transplantasi ginjal di Cina. Singkat cerita, ternyata ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi tersebut dan akhirnya menyebabkan beliau batal melakukan proses transplantasi tersebut. Namun beliau tetap bersyukur karena sampai saat ini beliau masih diberikan kekuatan untuk menjalankan aktivitas layaknya orang sehat walaupun jika dilihat dari hasil laboratorium hal tersebut tidaklah mungkin. Pengalaman tersebut diceritakannya bukan bermaksud untuk menakut-nakuti namun memberikan gambaran bagi pasien lainnya yang ingin melakukan hal serupa hendaklah waspada agar tidak mengalami kejadian yang serupa dengan beliau.

Acara Talk show diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada Dr. Suhardjono selaku narasumber dan juga para pemberi testimoni yaitu Kris Biantoro, Ibu Telly R Doodoh dan Samuel Mulia oleh pengurus IKCC yaitu Dr. Sandy dan Dr. Erik. Acara ditutup dengan pemberian doorprizes bagi peserta yang hadir. Lima belas peserta mendapatkan doorprizes hiburan dan satu peserta yang beruntung mendapatkan doorprize utama.


Bookmark and Share

Related Articles: