Clinimix N9G20E
ClinimixâN9G20E adalah larutan steril, non pirogenik untuk infus intravena.
Dikemas dalam satu kantong dengan dua bagian: satu berisi larutan asam amino
dengan elektrolit, bagian yang lain berisi larutan glukosa dengan kalsium.
Tersedia dalam ukuran 1 liter.
Composition
|
Nitrogen
|
(g)
|
4.6
|
|
Asam Amino
|
(g)
|
28
|
|
Glukosa
|
(g)
|
100
|
|
Total kalori
|
(kkal)
|
510
|
|
Kalori glukosa
|
(kkal)
|
400
|
|
Natrium
|
(mmol)
|
35
|
|
Kalium
|
(mmol)
|
30
|
|
Magnesium
|
(mmol)
|
2.5
|
|
kalsium
|
(mmol)
|
2.3
|
|
Asetat
|
(mmol)
|
50
|
|
Klorida
|
(mmol)
|
40
|
|
Fosfat dlm HPO4--
|
(mmol)
|
15
|
|
pH
|
|
6
|
|
Osmolaritas
|
(mOsm/l)
|
980
|
Indication
Nutrisi parenteral ketika pemberian peroral atau enteral tidak memungkinkan, tidak mencukupi atau merupakan kontraindikasi. Pada pasien yang mendapat nutrisi parenteral dalam jangka waktu lama dianjurkan untuk menambahkan lemak pada Clinimixâ sebagai sumber kalori dan asam lemak esensial.
Contra Indication
1. Kontraindikasi
· Hipersensitif terhadap salah satu bahan
· Gagal ginjal yang tidak mendapat hemodialisa, hemofiltrasi atau hemodiafiltrasi
· Penyakit hati berat
· Kelainan metabolisme asam amino
· Asidosis metabolik, hiperlaktatemia
· Insufisiensi adrenal
· Koma hiperosmolar
· Kontraindikasi umum terapi infus seperti udem paru, hiperhidrasi dan insufisiensi jantung yang tidak terkompensasi.
· Clinimixâ yang mengandung elektrolit tidak diberikan pada pasien dengan hiperkalemia dan hipernatremia
Warning
· Pengawasan khusus harus dilakukan pada awal pemberian infus intravena. Apabila ada tanda tidak normal yang muncul, infus harus dihentikan.
· Larutan hipertonik dapat menyebabkan iritasi vena jika diberikan melalui vena perifer. Diberikan melalui vena perifer atau sentral tergantung pada osmolaritas akhir campuran tersebut. Batas umum untuk infus melalui vena perifer adalah 800 mOsm/l, namun hal ini tergantung dari umur dan kondisi umum pasien serta karakteristik vena perifer.
· Evaluasi klinik dan laboratorium yang mencakup gula darah, ionogram serta tes fungsi hati dan ginjal dilakukan beberapa kali selama pemberian untuk pengawasan yang benar.
· Kebutuhan elektrolit pasien harus ditentukan secara hati-hati dan diawasi.
· Intoleransi glukosa adalah komplikasi metabolik umum pada pasien stress berat. Dengan nutrisi parenteral, hiperglikemia, glukosuria dan sindrom hiperosmolar dapat terjadi. Glukosa urin dan darah harus diperiksa secara rutin dan untuk diabetes, dosis insulin disesuaikan, jika diperlukan.
· Keseimbangan cairan harus dikontrol selama terapi.
· Hati-hati untuk menghindari beban sirkulasi yang berlebihan terutama pada pasien insufisiensi dan/atau gagal jantung.
· Pada pasien insufisiensi hati, selain tes fungsi hati rutin, gejala hiperamonemia harus dikontrol.
· Larutan mengandung elektrolit harus diberikan hati-hati pada pasien dengan kadar elektrolit serum yang tinggi, terutama pasien dengan fungsi ginjal terganggu.
· Jika infus tidak diberikan berkesinambungan selama 24 jam, kecepatan infus yang ideal harus digunakan, dapat dengan penambahan bertahap dalam satu jam pertama dan penurunan bertahap dalam jam terakhir untuk menghindari puncak glikemik tidak normal.
· Pada kasus gagal ginjal berat, diberikan larutan asam amino dengan formula khusus.
· Vitamin dan trace elements diberikan untuk pasien yang menerima nutrisi parenteral dalam jangka waktu lama.
Adverse Reaction
Biasanya muncul pada kondisi penggunaan yang tidak benar, seperti dosis terlalu tinggi, pemberian infus terlalu cepat. (lihat peringatan dan perhatian)
Dosage
1. Dosis dan kecepatan infus
Dosis diberikan sesuai kebutuhan metabolik, pengeluaran energi dan status klinis pasien.
Pada orang dewasa, kebutuhan berkisar 0.16 g nitrogen/kg/hari (1 g asam amino/ kg/hari) sampai 0.35 g nitrogen/kg/hari (2 g asam amino/kg/hari).
Pada bayi, kebutuhan berkisar 0.35 g nitrogen/kg/hari (2 g asam amino/kg/hari) sampai 0.45 g nitrogen/kg/hari (3 g asam amino/kg/hari).
Kebutuhan kalori berkisar 25 kcal/kg/hari sampai 40 kcal/kg/hari, tergantung pada status nutrisi pasien dan derajat katabolisme. Pada beberapa kasus, dianjurkan menambahkan lemak pada Clinimixâ.
2. Cara pemberian
Larutan asam amino dan glukosa diberikan melalui vena sentral, biasanya diberikan bersama dengan emulsi lemak. Larutan atau campuran dengan osmolaritas di atas 800 mOsm/l harus diberikan melalui vena sentral.
Direction
Petunjuk penggunaan
1. Untuk membuka kemasan luar
· Gunakan celah yang terdapat pada setiap sisi untuk merobek bungkusan luar.
· Periksa untuk memastikan integritas kemasan dan sekat.
2. Untuk mencampur larutan
· Pastikan produk berada dalam suhu ruangan.
· Genggam kemasan secara pasti pada sisi atas kantong.
· Remas atau gulung untuk mengaktifkan, lihat gambar 1.
· Campur dengan membalikkan kantong 2 atau 3 kali.
Jangan dibekukan.
3. Persiapan pemberian
· Gantungkan kemasan.
· Buka pelindung dari pangkal tempat pemberian (pangkal yang lebih kecil dari sepasang pangkal kemasan, lihat gambar 2).
· Masukkan jarum set secara pasti ke dalam pangkal pemberian
4. Penambahan Clinimixâ
Peringatan: Setelah membuka sekat dan sekali kedua larutan telah tercampur, Clinimixâ dapat disuplementasi dengan:
Emulsi lemak dengan kecepatan 50-250 ml per liter Clinimixâ.
Elektrolit (sampai konsentrasi akhir campuran natrium 80 mmol, kalium 60 mmol, magnesium 5.6 mmol, kalsium 3.0 mmol) per liter.
Trace elements
Vitamin
Data stabilitas untuk suplementasi Clinimixâ dengan emulsi lemak lain dan tambahan nutrisi yang berada di pasaran tersedia berdasarkan permintaan.
Penambahan harus dilakukan dengan kondisi aseptik.
Penambahan dapat dibuat dengan syringe atau set transfer.
4.1 Penambahan menggunakan syringe atau set transfer dengan sebuah jarum. Siapkan tempat injeksi (pangkal tunggal, lihat gambar 2)
4.2 Penambahan menggunakan set transfer dengan jarum besar. Lihat petunjuk penggunaan dari set transfer lipid yang digunakan. Sambungkan jarum besar dengan tempat transfusi (pangkal yang panjang)
Stability
6. Setelah membuka sekat, secara kimiawi dan fisika telah terbukti tetap stabil untuk digunakan selama 7 hari pada suhu 2-8oC diikuti 48 jam dibawah 25oC.
7. Ketika terjadi penambahan, dari segi mikrobiologi, campuran harus langsung digunakan. Jika tidak digunakan , waktu penyimpanan dan kondisi saat digunakan menjadi tanggung jawab pemakai dan sebaiknya tidak lebih dari 24 jam pada suhu 2-8oC, kecuali penambahan dilakukan di bawah pengawasan dan kondisi aseptik yang valid. Jika periode penyimpanan yang lebih lama diperlukan dalam situasi tertentu, dapat menghubungi perusahaan untuk data stabilitas kimiawi dan fisika selama 7 hari pada suhu 2-8oC diikuti 48 jam dibawah 25oC.