Products »  Supplement 

Renxamin

Renxamin
Composition

Tiap 1000 mL mengandung

ASAM AMINO

 

ASAM AMINO ESSENSIAL (AAE)

48,15 g

L-Threonin

10,40 g

L-Valine

5,30 g

L-Methionine

1,50 g

L-Leucine

5,40 g

L-Isoleucine

3,00 g

L-Phenylalanine

2,70 g

L-Lysine Acetate

25,60 g

L-Tryptophan

1,70 g

ASAM AMINO NON ESSENSIAL (AANE)

41,34 g

L-Serine

4,40 g

L-Glicine

6,70 g

N-Acetyl-L-Tyrosine

6,90 g

L-Histidine HCl

6,00 g

L-Arginine

10,60 g

L-Asparagine

5,70g

L-Proline

3,90 g

Rasio AAE : AANE

1,2 : 1

BCAA

15,3%

PH

7

Osmolaritas

860 mOsm/L

Pharmacology
Asam amino mempunyai fungsi primer sebagai elemen utama biosintesis protein. RENXAMIN adalah larutan asam amino yang mengandung 8 asam amino esensial yang dipertinggi nilai gizinya dan 7 asam amino non esensial. Asam amino yang dipertinggi nilai gizinya telah diajukan sebagai suatu alternative sumber protein untuk pasien dengan gagal ginjal. Formula ini menurunkan produksi urea dengan menggunakan kembali nitrogen untuk sintesa asam amino non esensial. Tetapi asam amino non esensial juga diperlukan untuk memelihara keseimbangan nitrogen dan mengoptimalkan sintesa protein karena pasien gagal ginjal mungkin berkurang kemampuannya untuk mensintesa beberapa asam amino non esensial. RENXAMIN dilengkapi dengan glisin yang mempunyai efek sitoprotektif terhadap kerusakan sel glomerulus.
Indication
Untuk pasien dengan hipoproteinemia, misal malnutrisi dan trauma atau luka (sebelum dan sesudah operasi) dan khususnya untuk gagal ginjal akut dan kronis, termasuk nutrisi parenteral intra dialisa (IDPN).
Contra Indication
• Metabolisme asam amino yang tidak normal • Koma hepatikum atau resiko koma hepatikum • Hiperamonemia • Kelainan ginjal berat yang tak terobati atau azotemia
Warning
• Pemberian larutan asam amino pada pasien insufisiensi hepar dapat menyebabkan ketidakseimbangan, hiperamonemia, stupor dan koma. • Penyakit kuning pada anak pernah dilaporkan berhubungan dengan pemberian beberapa nutrisi parenteral yang mengandung asam amino. Penyakit kuning yang muncul adalah tipe kolestatik, mudah kembali pada keadaan semula dan tidak ada bukti toksisitas dalam jangka panjang. • Infus asam amino intravena tidak diperbolehkan untuk wanita hamil dan menyusui • Larutan nutrisi hipertonik kuat harus diberikan melalui indwelling kateter intravena dengan ujung terletak di vena cava superior • Dianjurkan untuk memeriksa keseimbangan cairan dan elektrolit serta kadar urea serum • Untuk nutrisi parenteral total pada pasien dengan insufisiensi renal, tambahkan larutan ini dengan larutan karbohiidrat secara berkesinambungan • Hanya digunakan jika larutan jernih dengan kondisi kemasan yang utuh
Adverse Reaction
- Reaksi hipersensitivitas: erupsi kulit - Mual, muntah - Rasa tidak nyaman di dada, palpitasi - SGOT, SGPT dan bilirubin total meningkat - Urea nitrogen darah meningkat - Asidosis setelah infuse cepat dan dalam jumlah besar - Demam, kedinginan, sakit kepala
Dosage
Dosis diberikan sesuai dengan kebutuhan metabolic, pengeluaran energi dan status klinis pasien. Dosis umum harian : Kondisi gagal ginjal tanpa dialisa : 0,6 g/KgBB/hari Kondisi gagal ginjal dengan dialisa : 0,8 – 1,2 g/KgBB/hari Cara pemberian : infus intravena perlahan Kecepatan infus yang perlahan dianjurkan sesuai dengan aturan dosis
Direction
Cara pemberian : infus intravena perlahan Kecepatan infus yang perlahan dianjurkan sesuai dengan aturan dosis
Stability
Simpan pada suhu 15o- 25o C, hindarkan dari cahaya
Presentation
Dalam botol kaca 200 mL. 1 kotak isi 10 botol @ 200 mL
Calendar of Events