Laba Bersih 9 Bulan Tahun 2011 Meningkat 18,1%
Press Release No. 019/KFCP-DIR/PR/X/11
Jakarta, 27 Oktober 2011 – PT Kalbe Farma Tbk (“Kalbe” atau “Perseroan”) hari ini mengumumkan kinerja Perseroan untuk periode 9 bulan tahun 2011 berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasi Perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2011 (Belum Diaudit).
Kalbe mencatat laba bersih konsolidasi (belum diaudit) sebesar Rp 1.065 Miliar pada periode 9 bulan tahun 2011, dengan pertumbuhan sebesar 18,1% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 902 Miliar. Hal ini yang terutama didukung oleh peningkatan laba usaha dan penghasilan lain-lain, dan penurunan nilai hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan. Laba bersih per saham meningkat sebesar 18,1% dari Rp 96 per lembar saham menjadi Rp 114 per lembar saham.
“Kondisi ekonomi global yang kurang kondusif telah berimbas pada perekonomian Indonesia dengan melemahnya nilai tukar Rupiah pada sekitar akhir triwulan ketiga 2011. Namun demikian, dampak pelemahan Rupiah terhadap profitabilitas tahun 2011 diperkirakan tidak signifikan karena Perseroan memiliki persediaan bahan baku maupun barang jadi dan cadangan dana dalam Dollar AS yang mencukupi, serta didukung oleh penerapan pengendalian biaya produksi” kata Vidjongtius, Direktur Keuangan merangkap Sekretaris Perusahaan Kalbe.
Kalbe membukukan penjualan bersih sebesar Rp 7.692 Miliar pada periode 9 bulan tahun 2011 atau mengalami pertumbuhan sebesar 5,8%, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 sebesar Rp 7.272 Miliar. Dengan dijualnya bisnis kemasan Perseroan di awal Agustus 2010, Perseroan tidak lagi mencatat kontribusi penjualan dari Divisi Kemasan pada 9 bulan tahun 2011. Jika nilai penjualan bersih Divisi Kemasan dikeluarkan dari penjualan bersih periode 9 bulan tahun 2010, Perseroan mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 9,1%.
Laba kotor meningkat sebesar 7,0% menjadi sebesar Rp 3.987 miliar pada periode 9 bulan tahun 2011 dibandingkan Rp 3.727 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba kotor Perseroan juga tercermin di dalam peningkatan marjin laba kotor Perseroan menjadi 51,8% pada periode 9 bulan tahun 2011 dari 51,2% pada periode yang sama tahun 2010. Hal ini merupakan hasil dari upaya Perseroan dalam melakukan pengendalian biaya produksi secara konsisten antara lain melalui lean manufacturing program dan didukung dengan penguatan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing. Dampak dari depresiasi nilai Rupiah pada akhir triwulan 3 belum berpengaruh secara langsung pada biaya produksi karena Perseroan memiliki persediaan bahan baku dan barang jadi serta cadangan dana dalam Dollar AS.
Pada periode 9 bulan tahun 2011, beban usaha tercatat meningkat sebesar 5,9% menjadi Rp 2.582 Miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2.439 Miliar. Secara persentase terhadap penjualan bersih, beban usaha meningkat menjadi 33,6% pada periode 9 bulan tahun 2011 dari 33,5% dari periode yang sama tahun 2010. Rasio beban penjualan terhadap penjualan bersih naik 0,2% menjadi 27,4% pada tahun 2011 dari 27,2% pada tahun sebelumnya. Sementara itu rasio beban umum dan administrasi serta rasio biaya riset dan pengembangan terhadap penjualan bersih relatif stabil sebesar 5,4% dan 0,8% pada tahun 2011, dibandingkan 5,5% dan 0,8% pada tahun sebelumnya. Biaya penjualan meningkat karena Perseroan mengintensifkan aktivitas pemasaran untuk mendekatkan diri dengan konsumen dan melaksanakan program-program pemasaran yang ditujukan untuk menopang pertumbuhan penjualan Perseroan di masa mendatang.
Laba usaha tercatat meningkat sebesar 9,0% menjadi Rp 1.404 Miliar pada periode 9 bulan tahun 2011 dibandingkan Rp 1.288 Miliar pada periode yang sama tahun 2010. Rasio laba usaha terhadap penjualan bersih pada periode 9 bulan tahun 2011 meningkat menjadi 18,3% dari 17,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja masing-masing Divisi Perseroan
Divisi Obat Resep memberikan kontribusi sebesar 27,2% terhadap total penjualan bersih Perseroan, dengan penjualan bersih sebesar Rp 2.090 Miliar pada periode 9 bulan tahun 2011, atau tumbuh sebesar 9,5% dari Rp 1.909 Miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan penjualan ini sepenuhnya berasal dari pertumbuhan volume konsumsi. Kalbe telah menyelesaikan fasilitas produksi khusus obat generik di Cikarang dan juga sedang membangun fasilitas produksi untuk obat kanker, di mana keduanya akan memperluas portofolio produk obat resep Kalbe dalam mengantisipasi peluang pasar.
Divisi Produk Kesehatan memberikan kontribusi sebesar 19,1% terhadap total penjualan bersih Perseroan pada periode 9 bulan tahun 2011. Penjualan bersih Divisi Produk Kesehatan meningkat sebesar 12,5% menjadi Rp 1.469 Miliar dari Rp 1.306 Miliar pada periode yang sama tahun 2010. Perbaikan kinerja produk minuman energi Extra Joss memberikan kontribusi yang menggembirakan bagi penjualan Divisi Produk Kesehatan. Produk obat bebas dan produk baru seperti minuman isotonik alami Fatigon Hydro dan minuman sari buah dan sayur Tipco juga mencatat penjualan yang baik. Perseroan akan terus menerapkan strategi pengembangan portofolio produk, dari produk obat bebas konvensional ke arah produk-produk kesehatan konsumen dengan memanfaatkan bahan alami dan herbal.
Divisi Nutrisi memberikan kontribusi sebesar 23,5% terhadap total penjualan bersih Kalbe pada periode 9 bulan tahun 2011 dan mencatat pertumbuhan sebesar 9,2% menjadi Rp 1.808 Miliar dari Rp 1.655 Miliar pada periode yang sama tahun 2010. Divisi Nutrisi semakin menggiatkan aktivitas pemasaran direct-to-consumer antara lain meliputi mall-to-mall roadshows serta peluncuran Kalbe e-store. Kalbe e-store adalah situs belanja online yang bertujuan memberikan kemudahan bagi konsumen untuk membeli produk nutrisi Kalbe dengan layanan pengiriman tanpa dikenakan biaya. Melalui layanan Nutrition Home Delivery (NHD), konsumen juga dapat memesan produk nutrisi Kalbe dengan menghubungi nomor telepon 500-880 dengan layanan pengiriman tanpa biaya.
Distribusi produk Kalbe dilakukan oleh PT Enseval Putera Megatrading Tbk (”EPMT”), yang merupakan distributor dengan jaringan terluas di Indonesia untuk produk farmasi. EPMT dimiliki secara mayoritas oleh Perseroan dengan kepemilikan sebesar 91,75%, setelah Perseroan meningkatkan kepemilikannya pada bulan September 2011 dari sebelumnya 84,17%.
Pada periode 9 bulan tahun 2011, Divisi Distribusi dan Logistik memberikan kontribusi sebesar 30,2% terhadap total penjualan bersih Perseroan. Penjualan bersih tercatat sebesar Rp 2.324 Miliar, atau menurun sebesar 3,3% dari Rp 2.403 Miliar pada periode yang sama pada tahun 2010. Hal ini terutama disebabkan oleh divestasi saham PT Kageo Igar Jaya Tbk, yang merupakan anak perusahaan Kalbe yang bergerak di bidang pengemasan, dalam bulan Juli 2010. Tanpa memperhitungkan penjualan Divisi Kemasan pada tahun 2010, Divisi Distribusi dan Logistik mencatat pertumbuhan sebesar 6,5% pada periode 9 bulan tahun 2011.
Pada akhir September 2011, EPMT telah menyepakati kerjasama distribusi dengan PT Abbott Indonesia untuk mendistribusikan produk-produk nutrisi Abbott di wilayah Indonesia pada trade channel. Bergabungnya PT Abbott Indonesia sebagai prinsipal pihak ketiga tersebut akan memberikan kontribusi positif terhadap penjualan Divisi Distribusi dan Logistik dan Perseroan secara keseluruhan untuk tahun 2011.
Kalbe mampu mempertahankan arus kas yang lancar dengan posisi kas yang kuat sebesar Rp 1.879 Miliar pada akhir periode 9 bulan tahun 2011. Hal ini mencerminkan hasil dari perbaikan siklus operasional bersih secara berkelanjutan menjadi 115 hari pada akhir periode 9 bulan tahun 2011 dari 138 hari pada periode yang sama tahun 2010. Kalbe telah melaksanakan pembayaran dividen atas laba bersih 2010 sebesar Rp 70 per saham atau senilai Rp 656 miliar, yang mencerminkan rasio pembayaran dividen sebesar 51%. Peningkatan sebesar lebih dari 2,5x atas dividen yang dibayarkan tahun sebelumnya mencerminkan komitmen Kalbe untuk meningkatkan imbal hasil dan nilai bagi pemegang saham yang didukung oleh kemampuan menghasilkan arus kas yang kuat.
Sekilas Kalbe
PT Kalbe Farma Tbk. (“Kalbe”) adalah salah satu perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara. Kalbe telah menangani portofolio merek yang handal dan beragam untuk produk obat resep (Cefspan, Brainact, Broadced, dll), obat bebas (Woods, Promag, Mixagrip, Komix, dll), minuman energi (Extra Joss, E-Juss) dan nutrisi (Milna, Prenagen, Diabetasol, dll), yang dilengkapi dengan kekuatan bisnis usaha distribusi yang menjangkau luas di Indonesia. Sejak tahun 1991, saham Kalbe tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX: KLBF).
Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
PT Kalbe Farma Tbk,
Vidjongtius
Corporate Secretary
Tel: 62-21 42873688
email: vidjongtius@kalbe.co.id
Investor Relations
Tel: 62-21 42873888
email: investor.relations@kalbe.co.id