Laba Bersih Per Saham Kalbe Meningkat Tajam
Press Release No. 007/KFCP-DIR/PR/VII/10, Tanggal 26 Juli 2010
Jakarta, 26 Juli 2010 – Pada semester pertama tahun 2010, PT Kalbe Farma Tbk (“Kalbe” atau “Perseroan”) mencatat peningkatan penjualan bersih sebesar 11,6% menjadi Rp 4.707 Miliar dibandingkan dengan dari Rp 4.217 Miliar pada tahun sebelumnya.
Penguatan Rupiah terhadap mata uang asing sebesar hampir 4% sepanjang semester pertama tahun 2010 dan pengendalian biaya produksi yang dilakukan melalui lean manufacturing, strategic sourcing untuk perolehan bahan baku telah meningkatkan marjin kotor Kalbe sebesar 1,6%, dari sebelumnya 49,1% menjadi 50,7%. Laba kotor Perseroan untuk semester pertama tahun 2010 tercatat sebesar Rp 2.384 Miliar.
Perseroan telah mampu mengendalikan laju pertumbuhan biaya umum dan administrasi, namun biaya penjualan dan biaya penelitian dan pengembangan mengalami peningkatan sebesar masing-masing, 13,0% dan 20,4% karena bertambahnya produk baru yang dipasarkan dalam semester pertama tahun 2010 ini. Peningkatan biaya-biaya operasi ini diharapkan dapat menopang laju pertumbuhan penjualan Perseroan, baik untuk jangka pendek maupun jangka menengah. Beban usaha Perseroan pada semester pertama tahun 2010 meningkat sebesar 12,7% dibandingkan periode yang sama untuk tahun sebelumnya, dari Rp 1.372 Miliar menjadi Rp 1.546 Miliar. Laba usaha tercatat sebesar Rp 838 Miliar, meningkat 20,0% dari Rp 698 Miliar pada semester pertama tahun 2009.
Pelunasan pinjaman obligasi Kalbe sebesar Rp 300 Miliar pada akhir Juni 2009 dan penurunan rugi selisih kurs telah menambah pertumbuhan laba bersih Perseroan pada semester pertama tahun 2010 sebesar 43,5% dari Rp 399 Miliar menjadi Rp 572 Miliar. Hasil pelaksanaan aksi korporasi lainnya pada tahun 2009 berupa peningkatan kepemilikan Perseroan atas PT Enseval Putera Megatrading Tbk dan PT Saka Farma Laboratories semakin terlihat. Nilai dari hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan pada semester pertama tahun 2010 berkurang sebesar Rp 41 Miliar dan hal ini telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan laba bersih per saham Perseroan. Laba bersih per saham juga melonjak sebesar 48,8% menjadi Rp 61 dari Rp 41 pada periode sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan, Vidjongtius menjelaskan, “Hasil kerja Perseroan yang baik yang dicapai pada semester pertama ini menunjukkan bahwa strategi yang telah dicanangkan oleh Perseroan baik dari strategi operasional maupun strategi manajemen keuangan/investasi telah dapat mengoptimalkan kinerja Kalbe serta dapat menangkap peluang-peluang yang ada di pasar untuk menunjang pertumbuhan Perseroan di masa depan. Dengan ini, Perseroan semakin optimis terhadap pandangan akhir tahun 2010 bahwa Kalbe mampu meningkatkan pertumbuhan top line and bottom line yang mantap.”
Kinerja masing-masing Divisi Perseroan
Divisi Obat Resep
Divisi tersebut memberikan kontribusi sebesar 26,7% terhadap total penjualan bersih Perseroan, dengan penjualan bersih tercatat sebesar Rp 1.256 Miliar pada semester pertama tahun 2010, atau tumbuh sebesar 16,4% dari Rp 1.079 Miliar pada periode sebelumnya. Kelengkapan rangkaian produk Divisi Obat Resep dalam memenuhi kebutuhan seluruh segmen pasar untuk obat-obatan resep, mulai dari segmen obat generik hingga obat khusus serta dilengkapi dengan infrastruktur organisasi dan tenaga penjualan yang fokus di masing-masing segmen telah mendukung pertumbuhan Kalbe.
Divisi Produk Kesehatan
Pada semester pertama tahun 2010, mulai terlihat perbaikan kinerja Divisi Produk Kesehatan. Dengan kontribusi sebesar 17,5% terhadap total penjualan bersih Perseroan, pada semester pertama tahun 2010 Divisi Produk Kesehatan mampu meningkatkan penjualan bersih sebesar 3,6% dari Rp 797 Miliar menjadi Rp 826 Miliar di tengah semakin ketatnya kompetisi di pasar dan kinerja minuman energi Extra Joss yang masih belum stabil pada semester pertama tahun 2010. Pada awal tahun 2010, Perseroan telah membentuk perusahaan patungan (joint venture) bernama Asiawide Kalbe Philippines, Inc. untuk memasarkan minuman energi Extra Joss dalam kemasan returnable glass bottle di Filipina. Pembentukan perusahaan patungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan penjualan minuman energi serta menunjang pertumbuhan bisnis produk kesehatan Kalbe di luar Indonesia. Di samping itu, Kalbe akan terus melakukan inovasi dalam menyediakan produk-produk kesehatan dengan bahan baku alami dengan cita rasa yang enak.
Divisi Nutrisi
Dengan kontribusi sebesar 22,1% terhadap total penjualan bersih Perseroan, Divisi Nutrisi mencatat pertumbuhan penjualan bersih tertinggi yaitu sebesar 19,8% dari Rp 867 Miliar pada semester pertama tahun 2009 menjadi Rp 1.039 Miliar pada semester pertama tahun 2010. Untuk semakin memperlengkap rangkaian produk nutrisi Kalbe untuk setiap konsumen, Kalbe Nutritionals meluncurkan produk susu bubuk dengan merek dagang Zee yang ditujukan bagi anak-anak hingga remaja. Baiknya sambutan pasar terhadap produk Zee semakin meyakinkan pandangan Perseroan akan kesuksesan penjualan produk baru tersebut dan mampu menunjang pertumbuhan Divisi Nutrisi.
Divisi Distribusi dan Kemasan
Divisi Distribusi dan Kemasan memberikan kontribusi sebesar 33,7% terhadap total penjualan bersih Perseroan. Penjualan bersih pada semester pertama tahun 2010 tercatat sebesar Rp 1.586 Miliar, atau meningkat 7,6% dari Rp 1.474 Miliar pada semester pertama tahun sebelumnya. Perseroan akan terus menyempurnakan pelayanan dan memperluas jaringan distribusi di Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan dari prinsipal.
Penjualan Saham Yang Telah Dibeli Kembali (“Treasury Shares”)
Pada bulan Juni 2010, Perseroan telah melepas 1.500.000 lembar treasury shares atau setara dengan 0,19% dari total treasury shares melalui Bursa Efek Indonesia. Tujuan penjualan treasury shares tersebut adalah untuk meningkatkan jumlah kepemilikan saham publik Perseroan dengan kepemilikan masing-masing di bawah 5% menjadi 40% atau lebih dari keseluruhan saham yang disetor. Dengan penjualan ini, diharapkan Perseroan dapat memperoleh penurunan tarif pajak penghasilan sebesar 5% sesuai dengan PP No. 81 Tahun 2007 dan Peraturan Menteri Keuangan No. 238/PMK.03/2008.
Divestasi PT Kageo Igar Jaya Tbk
Pada tanggal 19 Juli 2010, Kalbe telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (”CSPA”) dengan PT Kingsford Holdings sehubungan dengan rencana jual beli dan pengalihan 610.058.500 lembar saham milik Kalbe dalam PT Kageo Igar Jaya Tbk ("Kageo Igar") atau mewakili 58,10% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh dalam Kageo Igar. Divestasi bisnis kemasan tersebut bertujuan untuk lebih mengarahkan fokus Manajemen kepada bisnis inti Kalbe yakni produksi, pemasaran dan distribusi produk atau pelayanan kesehatan. Dipandang dari aspek keuangan, marjin laba usaha Perseroan akan meningkat mengingat marjin laba usaha perusahaan kemasan yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan marjin laba usaha perusahaan farmasi. Dampak atas penjualan Kageo Igar terhadap Kalbe diperkirakan minimal mengingat kontribusi penjualan dan laba bersih divisi kemasan terhadap konsolidasi penjualan dan laba bersih Kalbe adalah masing-masing sebesar 4,0% dan 2,7% pada semester pertama tahun 2010.
Sekilas Kalbe
PT Kalbe Farma Tbk (“Kalbe”) adalah salah satu perusahaan farmasi terbesar di Asia Tenggara. Kalbe telah menangani portofolio merek yang handal dan beragam untuk produk obat resep (Cefspan, Brainact, Broadced, dll), obat bebas (Woods, Promag, Mixagrip, Komix, dll), minuman energi (Extra Joss) dan nutrisi (Chil Kid, Prenagen, Diabetasol, dll), yang dilengkapi dengan kekuatan bisnis usaha bidang distribusi dan logistik yang menjangkau luas di Indonesia. Sejak tahun 1991, saham Kalbe tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX:KLBF).
Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
Corporate Secretary – Vidjongtius
Telp. : 62-21 42873688
Fax : 62-21 42873678
Email : vidjongtius@kalbe.co.id
Investor Relations
Telp. : 62-21 42873888
Fax : 62-21 42873678
Email : investor.relations@kalbe.co.id
Website : www.kalbe.co.id