
Kalbe.co.id - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menargetkan capital expenditure/capex tahun 2010 sekitar Rp 300 - 350 miliar yang digunakan untuk pembelian mesin baru untuk pabrik di Bekasi dan Cikarang sekitar Rp 100 miliar.
Demikian dikatakan Sekretaris Perusahaan KLBF Vidjongtius pada public expose PT Kalbe Farma Tbk, pada Kamis, (10/9) di Jakarta. "Anggaran belanja modal tersebut telah digunakan untuk pembelian mesin baru untuk pabrik di Bekasi dan Cikarang sekitar Rp 100 miliar," tuturnya.
Vidjongtius mengatakan belanja modal yang sedang dalam perhitungan diperkirakan sekitar Rp 300 hingga 350 miliar pada tahun 2010. Belanja modal ini sama dengan belanja modal pada tahun 2009, yaitu sekitar Rp 300 miliar hingga Rp 350 miliar. Sisa belanja modal tahun 2009 juga digunakan untuk distribusi, gudang, quality control, dan riset. "Untuk riset dan pengembangan kita menganggarkan dana sekitar Rp 70 miliar atau sekitar 0,7 hingga 0,8% dibandingkan perusahaan farmasi lain, anggaran ini menjadi cikal bakal produk baru," katanya.
Menurut Vidjongtius, KLBF termasuk salah satu perusahaan farmasi yang menganggarkan dana sekitar 0,7 hingga 0,8 % untuk riset dan pengembangan. Vidjongtius menambahkan pihaknya belum pasti untuk kembali menerbitkan obligasi pada tahun depan mengingat dana internal untuk belanja modal masih cukup.
Perusahaan farmasi ini pun menargetkan pertumbuhan sepanjang tahun 2009 sekitar 11 hingga 13 persen. Vidjongtius mengatakan target pendapatan pada tahun 2009 sebesar Rp 8,8 triliun hingga Rp 8,9 triliun. Pada pasar farmasi Indonesia, perusahaan farmasi ini memimpin sekitar 14 persen dari total pasar sekitar Rp 16,5 triliun dari keseluruhan pasar farmasi Indonesia. "Kompetisi perusahaan farmasi di Indonesia ketat sekali mengingat pasar yang terbuka, ada sekitar 30 PMA dari 200 perusahaan farmasi," jelas Vidjongtius.
Dalam siaran pers yang diterima INILAH.COM, kontribusi terbesar untuk perusahaan berasal dari divisi distribusi dan kemasan sekitar 35 persen terhadap total penjualan bersih perseroan. Pada semester pertama tahun 2009 penjualan bersih dari divisi distribusi dan kemasan mencapai Rp 1,4 triliun atau tumbuh sebesar 18% dari Rp 1,2 triliun pada semester pertama 2008.
Kontribusi kedua berasal dari divisi obat resep sebesar 26 persen terhadap total penjualan bersih sebesar Rp 1,079 triliun pada semester pertama 2009 atau tumbuh sekitar 19,5 persen dari Rp 903 miliar untuk semester pertama tahun 2008. Divisi produk kesehatan memberikan kontribusi sebesar 19% terhadap total penjualan bersih perseroan. Penjualan bersih mencapai Rp 797 miliar pada semester pertama 2009 atau tumbuh sekitar 3,7 persen dari Rp 769 miliar pada semester pertama 2008.Faktor utama peningkatan tersebut arena membaiknya penjualan produk minuman.
Sedangkan divisi nutrisi memberikan kontribusi sebesar 20% terhadap total penjualan bersih dengan penjualan bersih sebesar Rp 867 miliar pada semester 2009 atau tumbuh sekitar 4,5 persen dari Rp 829 miliar pada semester pertama 2008. [hid]