
Kalbe.co.id - Hari ini Minggu, 6 Juli 2008. Jam baru menunjukkan pukul 10.00, tapi sebuah spot di MIKO Mall Bandung sudah dijejali oleh sekitar 700 orang, semua memandang ke suatu panggung. Inilah final Lomba Jingle Mixagrip. Setelah Jawa Tengah (Kendal, Pati, Kudus, dan Pekalongan), Jawa Timur (Surabaya, Malang, Blitar, Kediri, Tuban, Pamengkasan, Bojonegoro, Jombang, dan Tulungagung), dan Kalimantan Tengah (Banjarmasin, Banjarbaru, Barabai, dan sekitarnya), kini giliran Jawa Barat (Bandung, Cirebon, Tasik, Garut, Cianjur, Sukabumi, dan Bogor) diramaikan oleh event Mixagrip yang satu ini.
Seminggu sebelumnya audisi telah diadakan secara serentak di ketujuh kota di Jawa Barat tersebut. Para peserta audisi, semua berusia 15 tahun ke atas, berjumlah total 219 orang. Dari tiap kota tersebut dipilih masing-masing tiga finalis. Dua puluh satu finalis inilah yang kemudian berlaga di final lomba di Bandung.
Final dibuka oleh penampilan kocak dan menghebohkan dari Pom-Pom Boys, enam lelaki yang menari ala cheerleaders, lengkap dengan lompatan-lompatan dan formasi bertumpuk yang membuat jantung penonton berdebar kencang. Final ini tentunya juga diramaikan oleh kehadiran dua bintang Mixagrip, Desy Ratnasari dan Irwansyah. Penonton berteriak-teriak histeris memanggil kedua idola mereka ini ketika mereka membawakan lagu.
Tidak kalah menarik dan lucu, 21 finalis bergantian menunjukkan kebolehan mereka menyanyikan jingle Mixagrip semirip mungkin dengan yang dinyanyikan oleh Desy Ratnasari dan Irwansyah dengan bobot penilaian 50 %. Selain itu, mereka juga harus menampilkan kreativitas mereka dalam mempromosikan Mixagrip Flu dan Batuk. Ada yang berpromosi dengan menyanyi, menjadi presenter, bahkan melakonkan karakter tertentu. Bobot nilainya 30 %. Sedangkan 20 % sisanya diperoleh dari nilai penampilan atau dandanan.
Salah seorang finalis yang unik dan kocak adalah Wahyu Purnama, salah seorang finalis dari Cianjur. Ia mengenakan kostum dan beraksi ala Superman. Inisial S pada dadanya diganti dengan M untuk Mixagrip. Untuk mempromosikan Mixagrip Flu dan Batuk, ia melawak dengan bahasa Indonesia bercampur bahasa Inggris yang kacau. Semua juri dan penonton terbahak-bahak dibuatnya.
Usaha Wahyu tidak sia-sia, setidaknya ia meraih Juara Harapan I. Empat juri final ini terdiri dari Hedi Junarsa (Kalbe), Desy Ratnasari, Irwansyah, Ratna Juwita (Redaktur Harian Pikiran Rakyat), dan Pepen Rusli (pengajar di Purwacaraka Music Studio). Para juri memilih sebagai Juara I Anggraeni Nurmartha dari Bandung. Para pemenang lain ialah Deasy Andriani dari Bandung (Juara II), Yudith Naraya dari Tasik (Juara III), dan Oki Oktaviani dari Bogor (Juara Harapan II). Total hadiah yang para pemenang peroleh sebesar 11,5 juta rupiah.
Final ini berlangsung sukses. Penonton setia mengikuti hingga berakhirnya acara pada pukul 16.00. Rekan-rekan OTC Bandung menyampaikan salam sukses selalu untuk kita. Wah, jadi tidak sabar ni menunggu Lomba Jingle Mixagrip di kota-kota lain. Sementara menunggu, yuk kita nyanyi, “Sakit flu memang cocok minum Mixagrip...”