
Kalbe.co.id - Antioksidan golongan karotenoid berjumlah sekitar 732 jenis antioksidan. Karotenoid tidak bisa disintesis oleh tubuh, antioksidan jenis ini diperoleh dari asupan makanan. Ada dua kelas antioksidan dari kelompok karotenoid, yaitu Kelas Xantofil dan Kelas Karoten. Dari Kelas Karoten misalnya betakaroten dan likopen. Sedangkan dari Kelas Xantofil misalnya Lutein dan Astaxanthin.
Astaxanthin merupakan karotenoid alami, memiliki kekuatan antioksidan yang jauh lebih poten dibandingkan antioksidan lain yang sudah dikenal seperti vitamin E dan C. Senyawa ini lebih kuat 550 kali dibandingkan vitamin E dan 40 kali lebih kuat dibandingkan beta karoten dalam mengikat singlet oksigen. Untuk menghambat peroksidasi lipid, astaxanthin bahkan lebih kuat dibandingkan vitamin E..
Astaxanthin bisa ditemukan di mikroalga yang hidup di perairan seluruh dunia mulai dari daerah tropis sampai padang salju Antartika, atau di hewan laut seperti salmon segar, udang, dan lobster. Astaxanthin ini yang memberikan warna merah muda pada hewan-hewan laut tersebut.
Kekuatan astaxanthin terletak pada potensinya dalam mencegah berbagai penyakit dan gangguan kesehatan lain. Sebagai antioksidan, astaxanthin memiliki aktivitas menetralkan singlet oxygen dan peroksida lipid. Astaxanthin memiliki efek antiinflamasi dengan menghambat sitokin dan chemokin. Dari sisi kesehatan mata, ia bisa mencegah kelelahan mata, katarak diabetik, dan mempertajam penglihatan. Penyakit-penyakit yang ada kaitannya dengan gaya hidup seperti hipertensi, diabetes, sindrom metabolik atau infeksi lambung oleh Helicobacter pylori, astaxanthin juga berperan cukup besar. Di kedokteran olahraga, bisa meningkatkan daya tahan otot dan untuk kesehatan kulit, mencegah kerut.
Penelitian tentang manfaat astaxanthin yang banyak dilakukan pada hewan percobaan, menujukkan hasil positif. Beberapa penelitian kemudian ditingkatkan pada percobaan pada manusia.
Studi yang dilakukan di Jepang, meneliti penggunaan astaxanthin 5 mg selama 4 minggu untuk eye fatigue (kelelahan mata) atau astenofia hasilnya keluhan eye fatigue menurun 54%.
Astaxanthin memiliki mekanisme kerja memperbaiki akomodasi, dan meningkatkan aliran darah dan antiinflamasi di mata. Pada beban kerja yang sangat mebutuhkan penglihatan, mata akan fokus pada suatu obyek dengan jarak tertentu dengan periode waktu lama sehinga akan menyebabkan kejang atau kelelahan otot yang dapat dideteksi dari uji akomodasi. Pada penerima astaxanthin, lebar akomodasi akan meningkat pada semua obyek dekat dan jauh. Dan efek ini mulai signifikan di minggu ke-2.
Antioksidan enzimatik dan antioksidan eksogenPara ahli menyebutkan bahwa
SOD dan antioksidan enzimatik lainnya (antioksidan endogen) bekerja sebagai antioksidan tahap awal, sedangkan vitamin atau antioksidan eksogen lain bekerja pada tahap akhir.
Radikal bebas superoxide oleh SOD akan diubah menjadi H2O2 (Hidrogen peroxida). Selanjutnya H2O2 oleh glutation peroxidase dan katalase diurai menjadi H2O (air). Namun ada H2O2 yang tidak tertangkap oleh glutation peroxidase dan katalase, akan terurai menjadi OH• . Radikal bebas ini akan ditangkap oleh antioksidan eksogen (scavenger) dan diuraikan menjadi molekul yang netral.
Kesimpulan : antiokidan enzimatik dan antioksidan eksogen memiliki tempat kerja yang berbeda-beda, dan bila kebutuhan keduanya cukup dimiliki oleh tubuh, tentunya akan memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan.