
Kalbe.co.id -
Berbagai anjuran nutrisi seperti hindari telur, makanan yang tinggi
karbohidrat membuat gemuk, dan anjuran untuk minum 8 gelas air putih setiap
hari telah berlangsung selama bertahun-tahun, namun apakah anjuran tersebut
tepat?
Tidak selalu demikian menurut Wendy Repovich, seorang fisiolog olahraga Eastern
Washington University di Cheney, Washington. Ia melakukan berbagai
usaha untuk membuktikan beberapa kesalahan konsep nutrisi dalam sebuah
pertemuan kesehatan dan kebugaran yang didukung oleh American College of
Sport Medicine dan diselenggarakan baru-baru ini di Dallas, Amerika
Serikat.
“Makan telur akan meningkatkan kolesterol,” mitos ini bermula karena kuning
telur mengandung kadar konsentrat kolesterol paling tinggi dibandingkan
jenis makanan lain. Namun, bila dimakan dalam jumlah sedikit, telur tidak
mengandung kolesterol yang cukup tinggi untuk mengakibatkan risiko bagi
kesehatan, Repovich menjelaskan kepada Reuters Health, yang dimuat
pada tanggal 4 April 2007.
Ia mengatakan,” Kebanyakan orang menghindari kolesterol, dan mungkin dokter
akan menganjurkan untuk menghindari telur bila mereka memiliki risiko
penyakit kardiovaskular. Namun sebenarnya tidak banyak penelitian yang
membuktikan bahwa makan satu atau dua butir telur sehari benar-benar
mengakibatkan perubahan kadar kolesterol.”
“Makanan tinggi karbohidrat menyebabkan kegemukan,” adalah mitos lainnya.
Mengurangi karbohidrat dalam diet dapat membantu menurunkan berat badan
karena berkurangnya cairan akibat penurunan stok karbohidrat, namun makan
karbohidrat dalam jumlah sedang tidak secara langsung mengakibatkan
peningkatan berat badan, ujar Repovich.
Sebuah mitos lain seperti, “minumlah 8 gelas air setiap hari,” Repovich
mengatakan bahwa memang manusia perlu mengganti hilangnya air melalui
pernapasan, berkemih, keringat setiap hari, namun bukan berarti harus
menambah 64 ons air setiap hari.
“Saya melihat banyak sekali orang yang membawa-bawa botol air ke mana-mana.
Mungkin banyak dari mereka yang berpikir bahwa mereka perlu meminum 8 gelas
air setiap hari, namun tidak menyadari bahwa mereka dapat memperoleh air
dari berbagai jenis sumber makanan yang mereka konsumsi.”