Terapi Tumor ganas di leher, operasi atau radioterapi ?
Dear dokter Kalbe,
Orang tua saya di vonis menderita tumor ganas di leher yg mana mula2 dirasakan hanya bengkak di leher, yg mana dokter yang pertama kali menangani mendiagnosa gondok, tetapi setelah pindah dokter di vonis tumor setelah melalui pemerikasaan Biopsi menunjukkan kesimpulan regio coli sel ganas+non small cell carcinoma...apakah artinya ini dokter ...karena sebelumnya dokter sdh ingin mengoperasi tetapi kemudikan berubah cuma dengan penyinaran radioterapi saja. Sudah betulkah tindakan ini dok ? Karena kami sangat mengkhawatirkan keadaan beliau, atas jawaban dan penjelasan dokter saya ucapkan banyak terima kasih.
SR (42) -
JAWABAN Oleh: Dr Kalbe
Dokter
Sdri. SR,
Kami turut prihatin atas kondisi yang menimpa orang tua Anda. Jawaban ini sekaligus menjawab pertanyaan yg Ibu kirimkan tgl 26 September 2008.
Ada 2 lokasi kanker yang nampaknya ditemukan, yaitu di leher dan di paru. Kemungkinan besar adalah tumor primer (kanker asalnya) adalah di paru dengan jenis kanker paru adalah non small cell lung cancer, kanker paru dapat bermetastasis/menyebar keorgan tubuh lainnya diantaranya adalah mengenai KGB (Kelenjar getah bening) dileher, dengan jenis sel yang sama yaitu non small cell lung cancer.
Tetapi tidak dijelaskan pada satu atau kedua paru telah terkena karena gambaran corakan bronchovascular kasar dengan air bronchitis kronis tidak dijelaskan pada satu atau kedua paru.
Terapi untuk kanker diberikan berdasarkan stadium penyakit dan kondisi pasien, pasien kanker paru dengan kemungkinan besar telah menyebar pada KGB leher kemungkinan besar telah masuk stadium IIIB, meskipun perlu juga pemeriksaan paru sisi lain (bisa dilihat dari hasil foto rontgen) dan organ tubuh lain terutama hati, tulang jika juga telah terkena maka masuk dalam stadium IV.
Pada pasien stadium IIIB atau IV, operasi memang tidak lagi disarankan, karena tumor telah menyebar cukup luas, untuk stadium IIIB pilihannya adalah pemberian radiasi disertai kemoterapi ( berkelanjutan, radiasi diikuti kemoterapi/ bersamaan), sedangkan jika memang telah stadium IV terapi utama adalah kemoterapi.
Tetapi selain stadium pasien, kondisi pasien juga harus dinilai, apakah pasien dalam keadaan yang cukup kuat untuk menjalani radiasi dan kemoterapi, kondisi pasien disini dilihat dari
1. Status performace ( apakah pasien masih sanggup melakukan aktivitas sehari hari yang ringan?),
2. Dinilai pula hematologi/sel sel darah yaitu sel darah merah/ kadar Hb, sel darah putih/lekosit, keping darah/trombosit harus dalam keadaan cukup normal karena sel sel2 darah paling sering tertekan selama menjalani radiasi dan kemoterapi sehingga keadaan awal harus normal, jika tidak, akan dapat menimbulkan efek samping yang cukup berat.
3. Khusus jika menjalani kemoterapi, fungsi hati, ginjal dan jantung juga perlu diperiksa, dalam keadaan kurang baik juga dapat membahayakan selama menjalani kemoterapi.
Jika syarat2 tersebut belum terpenuhi, seringkali dokter akan menunda terapi dengan memberikan terapi supportif terlebih dahulu, terapi supportif tergantung kondisi pasien apa yang kurang.
Menurut pendapat saya, tindakan dokter membatalkan operasi adalah karena kemungkinan sudah diketahui benjolan di leher adalah penyebaran dari paru, jadi tindakan tsb sudah benar karana stadium penyakit sudah lanjut.
Sekilas mengenai radiasi, radiasi adalah terapi menggunakan sinar ion dengan tujuan menghentikan pertumbuhan sel kanker secara lokal, diparu/dileher, diberikan umumnya setiap hari (5 hari dalam satu minggu) diberikan selama 5-6 minggu. Efek samping yang dapat terjadi adalah perubahan warna kulit (merah-kehitaman) dilokasi tempat disinar, mual, muntah dan seringkali sariwan ( jika sinar didaerah leher), kebersihan mulut termasuk gigi berlubang harus diperhatikan untuk menghindari efek samping.
Sedangkan kemoterapi adalah terapi dengan menggunakan obat sitostatik diberikan umumnya secara intravena ( melalui pembuluh darah) yang akan menghentikan pertumbuhan sel sel kanker diseluruh tubuh sehingga diindikasikan pada stadium IV/stadium lanjut. Jenis kemoterapi untuk kanker paru cukup banyak variasinya, standar pilihan pertama saat ini digunakan kemoterapi dengan dasar cisplatin dan dikombinasi dengan kemoterapi lainnya (paclitaxel/docetaxel/gemcitabine/vinorelbine).
Pasien usia 70 tahun, jika syarat diatas terpenuhi maka menjalani radiasi atau kemoterapi tidak bermasalah.
Demikian yang dapat saya informasikan, mudah-mudahan dapat membantu.