Rating : ratings 0.0%

Imunoglobulin Intravena untuk Sindrom Guillain-Barre

(10-Aug-2011)
Oleh: STO
Print Preview
Imunoglobulin Intravena untuk Sindrom Guillain-BarreKalbe.co.id - Sindrom Guillain-Barre (Guillain-Barre syndrome, GBS) ialah penyakit radang akut pada saraf perifer yang menyebabkan paralisis. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, diperkirakan berkenaan dengan respons autoimun terhadap sel saraf perifer yang dapat dicetuskan oleh infeksi bakteri atau virus. Salah satu penanganan GBS adalah dengan pemberian kortikosteroid untuk membantu mengurangi reaksi radang yang terjadi. Namun, hasil meta-analisis Cochrane sebelumnya menyimpulkan bahwa tidak ada manfaat dari penggunaan kortikosteroid ini, selain kemungkinan penyembuhan yang lebih cepat bila dikombinasikan dengan imunoglobulin intravena (intravenous immunoglobulin, IVIG).

Meta-analisis Cochrane (2010) terkait penggunaan IVIG pada anak-anak pengidap GBS melaporkan hasil studi perbandingan antara berbagai modalitas terapi GBS, mencakup terapi suportif, IVIG, dan plasma exchange. Dari studi perbandingan IVIG plus terapi suportif dengan terapi suportif saja, terungkap bahwa persentase pasien yang mengalami perbaikan fungsi otot pada IVIG lebih tinggi dibandingkan terapi suportif saja setelah 4 minggu (7 dari 9 vs 2 dari 9, p <0,057); lama perbaikan fungsi otot lebih singkat pada IVIG dibandingkan terapi suporatif saja (17,1 hari vs 24,8 hari, p <0,01); waktu yang dibutuhkan hingga pasien dapat berjalan tanpa bantuan juga lebih pendek pada kelompok IVIG (rerata 15 (11-20) vs 24,5 (21-28) hari, p <0,0001); perbaikan klinis setelah 1 tahun pada kelompok IVIG lebih tinggi dibandingkan terapi suportif saja.

Studi lain, yang membandingkan IVIG dengan plasma exchange, memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan efikasi IVIG dibandingkan dengan plasma exchange; lebih banyak efek samping pada plasma exchange dibandingkan IVIG; risiko putusnya terapi lebih rendah 0,14 pada kelompok IVIG dibandingkan plasma exchange (95% CI 0,05-0,36) dengan nilai bermakna; waktu yang diperlukan untuk dapat berjalan tanpa bantuan secara bermakna lebih pendek pada kelompok IVIG dibandingkan plasma exchange (p <0,001). Sementara itu, hasil studi perbandingan IVIG plus plasma exchange dengan plasma exchange saja menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan efikasi IVIG plus plasma exchange dibandingkan dengan plasma exchange saja dan efek samping lebih sering ditemukan pada kelompok IVIG plus plasma exchange.

Simpulannya, terdapat bukti dengan kualitas rendah bahwa IVIG dapat mempercepat waktu penyembuhan dibandingkan terapi suportif saja pada anak. Terdapat pula bukti dengan kualitas sedang bahwa IVIG yang diberikan kurang dari 2 minggu setelah onset dapat mempercepat waktu penyembuhan sebanding dengan plasma exchange, tetapi terapi IVIG secara bermakna lebih mungkin diberikan secara lengkap dibandingkan plasma exchange.


Image adopted from http://topnews.us


Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/kalbazen_(120x50)
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/prostavet_c_(120x50)
Calendar of Events