Hasilnya: (1) peningkatan kadar testosteron total menjadi sebesar 1.046 ng/dL dan 898 ng/dL diperlukan untuk mencapai peningkatan lean body mass sebesar 1,5 kg dan massa otot ekstremitas sebesar 0,8 kg yang diperlukan untuk meningkatan kekuatan otot secara bermakna (one-repetition maximum strength ≥ 30%), (2) pemberian terapi testosteron bersama dengan rhGh menurunkan ambang batas kadar testosteron yang diperlukan untuk mencapai peningkatan lean mass yang sama, (3) testosteron secara langsung mempengaruhi skor aktivitas fisik pria manula.
Simpulannya, untuk meningkatkan kekuatan otot dan fungsi fisik, perlu dicapai batas peningkatan lean body mass dan massa otot ekstremitas. Hal tersebut dapat dicapai dengan menetapkan target peningkatan kadar testosteron. Selain, kombinasi terapi bersama rhGH akan meningkatkan efek testosteron.