Dari studi yang dilakukannya, disebutkan bahwa dari analisis diperoleh data bahwa kadar DNA HHV-6 pada serum pasien dengan MS menunjukan secara bermakna lebih tinggi pada saat terjadi eksaserbasi jika dibandingkan dengan pada kondisi saat remisi. Disebutkan juga virus HHV-6 dapat terdeteksi pada otak pasien MS. Selanjutnya yang menjadikan pertanyaan dalah bagaimana mekanismenya, namun dari studi awal yang dilakukan pada hewan coba yang diinfkesi dengan HHV-6 ternyata menunjukkan terjadinya gangguan neurologis yang sesuai dengan tanda-tanda MS.
Dan baru-baru ini dilaporkan adanya reaktivasi HHV-6 pada pasien MS yang mendapatkan terapi natalizumab, sebagai bukti yaitu adanya ataupun terdeteksinya DNA virus pada cairan serebrospinal pada kelompok pasien MS yang mendapatkan terapi ini. Sedangkan pada pasien kontrol tidak didapatkan DNA virus termasuk pasien MS yang tidak mendapatkan terapi maupun pada pasien dengan gangguan neurologis lainnya. Hal ini juga didukung dengan peningkatan serologis IgG pada pasien-pasien tersebut. Data-data tersebut mendukung dugaan infeksi HHV-6 merupakan salah satu pencetus terjadinya multiple sclerosis