Daerah yang dianalisis meliputi Amerika latin, Asia dan Afrika dimana ketersediaan zinc dalam diet sehari-hari sering menjadi kendala dalam hal kecukupannya. Melalui studi acak dengan pembanding, defisiensi zinc dinilai atas keterkaitannya dengan kejadian diare, malaria, pneumonia. Metode penilaian yang digunakan adalah melalui analisa risiko pembanding untuk menghitung kematian dan penyakit yang terjadi (diukur sebagai DALYs=disability-adjusted life years).
Dari hasil analisa yang dilakukan, defisensi zinc menjadi penyebab kematian pada sejumlah 453.207 balita (4,4 % kematian anak) dan 1,2% dari beban penyakit (3,8% pada anak rentang usia 6 bulan hingga 5 tahun) pada 3 benua ini pada tahun 2004. Dari total jumlah kematian tersebut, 260.502 terjadi di Afrika, 182.546 di Asia dan 10.159 di Amerika latin. Defisiensi zinc menjadi penyebab menjadi penyumbang sebesar 14,4 % kematian pada diare, 10,4 % kematian malaria dan 6,7 % kematian pneumonia pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.
Hasil analisa ini menyimpulkan bahwa defisiensi zinc menjadi penyumbang penting pada angka kesakitan dan kematian khususnya pada kasus diare. Pemberian zinc pada diare anak merupakan cara terbaik untuk memperbaiki risiko morbiditas dan mortalitas khususnya bagi mereka yang telah ada defisiensi zinc sebelumnya.