Latar Belakang
Menurut data UNICEF dan WHO pada 2009, diare merupakan penyebab kematian nomor 2 pada balita di dunia, nomor 3 pada bayi dan nomor 5 bagi segala umur. Masih menurut UNICEF, diberitakan bahwa 1,5 juta anak meninggal dunia setiap tahunnya karena Diare. Angka ini masih lebih besar dari korban AIDS, Malaria dan Cacar jika digabung. Dan di beberapa negara berkembang, hanya 39 persen penderita yang mendapatkan penanganan serius.
Di Indonesia sendiri sekitar 162.000 balita meninggal setiap tahun atau sekitar 460 balita setiap harinya. Daerah Jawa Barat merupakan salah satu yang tertinggi, di mana kasus kematian akibat diare banyak menimpa anak berusia di bawah 5 tahun. Kematian umumnya disebabkan dehidrasi karena keterlambatan orangtua memberikan perawatan pertama saat anak terkena diare.
Diare disebabkan oleh faktor cuaca, lingkungan dan makanan. Perubahan iklim, kondisi lingkungan yang kotor dan kurang memperhatikan kebersihan makanan merupakan faktor utamanya. Penularan diare umumnya melalui 4F yaitu Food, Fly , Feces dan Finger. Oleh karena itu upaya pencegahan diare yang praktis adalah dengan memutus rantai penularan tersebut. Sesuai dengan data dari UNICEF awal Juni 2010, ditemukan salah satu pemicu diare baru, yaitu bakteri Clostridium difficile yang dapat menyebabkan infeksi mematikan di saluran pencernaan. Bakteri ini hidup di udara dan dapat dibawa oleh lalat yang hinggap di makanan.
Pemecahan masalah diare sebenarnya sudah menjadi agenda pemerintah dalam programnya melalui Indonesia Sehat 2010. Program ini sudah dicanangkan sejak tahun 1999 hingga sekarang, namun belum memperlihatkan hasil yang signifikan. Widjanarko Lokadjaja selaku Sales & Marketing Director Kalbe Farma OTC mengungkapkan “Untuk mendukung program Indonesia Sehat 2010, PT Kalbe Farma Tbk., selaku perusahaan farmasi terbuka terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia menggelar Gerakan Kebersihan Untuk Keluarga Sehat Indonesia.”
Dengan menggandeng Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menneg PP & PA) yang memiliki program kesetaraan gender, berarti baik ibu maupun bapak mempunyai tugas bersama, dalam keluarga untuk memelihara dan menjaga kesehatan sehingga memungkinkan program Gerakan Kebersihan Untuk Keluarga Sehat Indonesia ini dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat baik dari sisi mikro (keluarga) hingga sisi makro (multi-gender dan multi-usia).
Widjanarko Lokadjaja menambahkan “Gerakan Kebersihan Untuk Keluarga Sehat Indonesia merupakan bentuk kepedulian Kalbe Farma terhadap kesehatan masyarakat Indonesia dan sebagai bentuk terima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap salah satu produk Kalbe Farma yaitu ENTROSTOP. Wujud nyatanya adalah dengan mendonasikan 10.000 tudung saji gratis kepada masyarakat Indonesia, khususnya di dua Kota Kabupaten Banjaran dan Ungaran.”
Gerakan Kebersihan Untuk Keluarga Sehat Indonesia bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat agar menjaga kebersihan makanan, yaitu dengan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai media seperti poster, spanduk, flyer, filler di media elektronik (TV) dan juga sosialisasi secara langsung kepada para Kader PKK, Posyandu dan Puskesmas untuk senantiasa menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan, mempersiapkan dan menghidangkan makanan yang bersih termasuk membiasakan memakai tudung saji agar makanan bebas dari kuman penyakit. Gerakan Kebersihan Untuk Keluarga Sehat Indonesia di gelar pertama kali di Bandung (Jawa Barat) dan Semarang (Jawa Tengah), karena daerah-daerah ini memiliki tingkat penderita diare tertinggi akibat dari kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan dan makanan.
Acara di Bandung
Di Bandung, Gerakan Kebersihan Untuk Keluarga Sehat Indonesia digelar di alun-alun Banjaran pada hari Sabtu, 12 Juni 2010. Selain ada edukasi tentang pencegahan diare, pengunjung juga bisa menikmati bazaar makanan sehat, permainan anak, serta hiburan musik dan budaya. Gerakan ini juga dihadiri oleh Ringgo Agus Rahman selaku Brand Ambassador Entrostop.
Tercatat dalam Rekor MURI
Gerakan Kebersihan Untuk Keluarga Sehat Indonesia dicatat dalam rekor MURI dengan membagikan 10.000 Tudung Saji gratis ke masyarakat. Pengukuhan rekor MURI ini disaksikan oleh perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, perwakilan pemerintah daerah dan perwakilan PT Kalbe Farma Tbk.
Perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan sangat menyambut baik dengan diadakannya gerakan tersebut. “Dengan menggalakkan Gerakan Kebersihan Untuk Keluarga Sehat Indonesia diharapkan tingkat penderita diare di Indonesia menurun dan keluarga Indonesia bisa hidup sehat dan bebas diare hingga terwujud Indonesia Sehat 2010”, ungkapnya.
Mengenai Entrostop
Jika terserang diare, maka dapat diatasi dengan mengkonsumsi obat diare. Entrostop adalah obat diare dengan kandungan Attapulgite dan Pectin yang mampu mengatasi diare dengan cara SEKETIKA (SErap, KEluarkan, dan henTIKAn). Entrostop tersedia dalam kemasan 12 dan kemasan 4 yang praktis di bawa kemana-mana. Kini juga tersedia Entrostop Anak dengan kandungan herbal yang aman dan berkhasiat mengatasi diare pada anak.
Dokumentasi, akses: http://www.facebook.com/album.php?aid=202648&id=86342923885&l=73c6ed25ca