
Kalbe.co.id - Kandidiasis orofaring merupakan infeksi oportunistik, yang paling umum ditemukan pada penderita dengan infeksi virus HIV. Mengingat kenyamanan, biaya dan juga terhadap komplikasi regimen antiretroviral, penggunaan dosis tunggal fluconazole diharapkan lebih memberikan kenyamanan dalam pengobatan kandidiasis orofaring sedang sampai berat.
Karenanya peneliti mengadakan studi yang bersifat prospektif, randomisasi, buta ganda, kontrol plasebo untuk membandingkan respon klinis dan mikologi, angka relaps, dan keamanan dosis tunggal 750 mg dan juga pengobatan 14 hari dengan Fluconazole standar.
Adapun metode studi melibatkan total 220 pasien yang terinfeksi HIV dengan bukti klinis dan mikologi terhadap terjadinya kandidiasis orofaring yang secara acak dilibatkan dengan memberikan perbandingan rasio 1:1 menerima dosis tunggal 750 mg Fluconazole secara oral sejumlah 110 pasien atau 150 mg Fluconazole satu kali perhari selama 2 minggu juga sebanyak 110 pasien.
Analisis efikasi primer berdasarkan respon klinis dan mikologi pada akhir pengobatan, sedangkan tujuan sekunder adalah melihat tingkat keamanan dan angka relaps.
Hasil dari studi menunjukkan dosis tunggal fluconazole ekuivalen dengan pengobatan 14 hari fluconazole dalam mencapai perbaikan klinis dan mikologi dengan nilai perbaikan masing-masing 94,5% and 95,5% (OR = 0,825; 95% CI = 0,244-2,789; dengan nilai P= 0,99), sedangkan nilai perbaikan secara mikologi masing-masing 84,5% dan 75,5%, (OR = 1,780; 95% CI adalah 0,906-3,496; nilai P= 0,129). Efek samping yang berkaitan dengan obat adalah tidak umum dan tidak berbeda antara sesama kelompok pengobatan.
Kesimpulan studi dengan dosis tunggal 750 mg fluconazole adalah aman, dapat ditoleransi dan efektif serupa dengan 14 hari pengobatan standar pada pasien terinfeksi HIV dan yang mendapatkan sindrom imunodefisiensi didapat , yang mendapatkan infeksi kandidiasis orofaring.