
Kalbe.co.id - Penelitian
TRINITY (
the Triple Therapy With Olmesartan Medoxomil, Amlodipine, and Hydrochlorothiazide in Hypertensive Patients Study) memperlihatkan bahwa terapi kombinasi tiga macam antihipertensi dalam satu sediaan lebih baik dibandingkan dengan kombinasi dua macam antihipertensi dalam satu sediaan, dalam menurunkan tekanan darah pada pasien-pasien dengan hipertensi sedang-berat. Hasil penelitian TRINITY ini telah dipresentasikan dalam pertemuan tahuanan ASH (
the American Society of Hypertension) ke-25 pada bulan Mei 2010 tahun ini. Kini, sediaan kombinasi 3 macam obat tersebut sedang ditinjau oleh FDA (
Food and Drug Admionistration).
Pemimpin penelitian TRINITY, dr. Suzanne Oparil dari
University of Alabama di Birmingham, Alabama, Amerika Serikat menekankan bahwa di Amerika Serikat, target tekanan darah dengan terapi hanya tercapai pada setengat dari seluruh pasien yang mendapatkan terapi antihipertensi. Karena itulah sangat diperlukkan sediaan yang terdiri dari beberapa macam obat, yang diharapkan dapat membantu menurunkan tekanan darah pada pasien-pasien yang sulit terkontrol tekanan darahnya dengan satu atau dua macam obat. Sediaan obat tersebut diharapkan dapat: 1) mengatasi masalah volume intravascular (diuretik); 2) dapat menghambat pada sistim renin angiotensin (obat golongan ARB/
Angiotensin Receptor Blockers); dan 3) dapat menurunkan tekanan darah dengan efektif melalui vasodilatasi (obat golongan CCB/
Calcium Channel Blocker).
Penelitian TRINITY yang dilakukan oleh dr. Suzanne dan rekan merupakan penelitian fase III, acak, yang melibatkan 2.492 pasien dengan hipertensi sedang-berat, (tekanan darah >140/100 mm Hg atau palin tidak dengan tekanan darah rata-rata waktu duduk 160/90 mm Hg). Penelitian ini berlangsung di 317 senter di Amerika Serikat dan Puerto Rico. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek terapi antara: 1) kombinasi tiga macam obat dalam satu sediaan, yang merupakan gabungan dari olmesartan medoxomil 40 mg, amlodipine 10 mg dan hidroklorotiazida (HCTZ) 25 mg (n = 627, Kelompok I), dengan sediaan-sediaan yang mengandung dua macam obat saja seperti 2) olmesartan medoxomil/amlodipine (n = 628, kelompok II); 3) olmesartan medoxomil/HCTZ (n = 637, kelompok III); dan 4) amlodipine/HCTZ (n = 600, kelompok IV). Hasil akhir primer (
primary endpoint) penelitian ini adalah perbandingan perubahan TDD (Tekanan Darah Diastolik) pada minggu ke-12 antara terapi kombinasi tiga macam obat dengan dua macam obat.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terapi dengan tiga kombinasi macam obat (olmesartan medoxomil plus amlodipine plus HCTZ) menghasilkan penurunan TDD dan TDS (Tekanan Darah Sistolik) lebih baik dibandingkan dengan terapi kombinasi dua macam obat. Selain itu lebih banyak pasien dalam kelompok terapi kombinasi tiga macam obat yang mencapai target terapi hipertensi (<140/90 mmHg).
Efek samping serius untuk semua sediaan relatif rendah (1,2%-1,7%). Efek samping lainnya yang dilaporkan diantaranya adalah pusing (7%), sakit kepala (6,5%), edema perifer (6%), lemah (5,4%), mual (2,7%) dan hipokalemia (2,5%). Semua kelompok penelitian memperlihatkan kejadian efek samping yang relatif sama. Secara umum semua sediaan kombinasi baik tiga maupun dua sediaan ditoleransi dengan baik.
Dr. Suzanne menyimpulkan bahwa hasil penelitian TRINITY ini memperlihatkan bahwa terapi kombinasi tiga macam obat antihipertensi dalam satu sediaan merupakan cara yang tepat bagi pasien-pasien yang sedang diterapi dengan satu atau dua macam obat namun tidak mencapai target terapi hipertensi.
Kesimpulan:- Penelitian TRINITY memperlihatkan bahwa terapi kombinasi tiga macam antihipertensi dalam satu sediaan lebih baik dalam mengontrol tekanan darah dibandingkan dengan kombinasi 2 macam antihipertensi dalam menurunkan tekanan darah pada pasien-pasien dengan hipertensi sedang-berat.
- Secara umum kombinasi tiga macam antihipertensi dalam satu sediaan ditoleransi dengan baik dan merupakan pilihan terapi bagi pasien-pasien yang sulit terkontrol tekanan darahnya dengan satu atau dua macam terapi.