
Kalbe.co.id - Menambah informasi laporan seminar beberapa waktu lalu, ada beberapa topik menarik seminar ini pada hari ke-2 sebagai berikut :
Pengalaman Pengembangan Obat Bahan Alam di RSUD Dr. SoetomoDisampaikan oleh dr. Arijanto J. SpPD., FINASIM/FK UNAIR/RSUD DR Soetomo bahwa produk fitofarmaka di Indonesia saat ini hanya ada 5.
Prinsip pemakaian tanaman obat yaitu untuk promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif. Sebaiknya herbal terutama digunakan untuk tujuan selain kuratif.
Penyakit terbanyak yang diterapi yaitu kanker dan obesitas. Beberapa tanaman obat yang dipakai di poli komplementer-alternatif RSUD Dr Soetomo yaitu Herba sambiloto (
Andrographis paniculata),Herba pegagan (
Cantella asiatica), Daun kemuning (
Murrayae paniculata), Herba tempuyung (
Sonchus arvensis), daun salam (
Eugenya poliantha), dan sebagainya. Pada awalnya sediaan berupa simplisia kemudian saat ini telah dibuat ekstrak
Pemakaian Echinacea pada AnakMenurut dr. Retno Sutomo phD, SpA/FK UGM /RSUP DR Sardjito, echinacea merupakan salah satu herbal paling banyak digunakan. Dari 9 jenis spesies Echinacea, 3 jenis yang paling sering digunakan yaitu : E purpurea, E angustifolia, dan E pallida.
Kandungan bioaktif Echinacea yaitu : polisakarida, glikoprotein, derivat
caffeic acid, dan alkilamida. Komponen ini bersifat imunostimulan (kecuali alkilamida) dengan mengaktifkan makrofag dan sel natural killer serta aktifitas anti virus. Sedangkan komponen alkilamida bersifat anti inflamasi dan
up-regulator transkripsi
mRNA TNF.
Hingga kini banyak penelitian mengenai pemakaian Echinacea untuk selesma dengan hasil dan kesimpulan yang beragam (kontroversial).
Beberapa kelemahan / masalah pada berbagai studi Echinacea yaitu kesamaran (blinding), tidak berpembanding plasebo, ketidakseragaman parameter keparahan klinis, dan tidak ada standar sediaan.
Curcuminoid Sebagai Anti-inflamasiDR.dr.Nyoman Kertia, SpPD-KR/FK UGM/RSUP DR Sardjito menjelaskan, dari beberapa kandungan rimpang kunyit, curcuminoid merupakan komponen aktif yang paling bermanfaat. Khasiat curcuminoid yaitu sebagai : anti-inflamasi, anti-oksidan, dan bermanfaat untuk pengobatan osteoartritis. Aktivitas anti-inflamasi curcuminoid berupa penekanan produksi COX, lipoksigenase, dan menangkal radikal bebas, sehingga bermanfaat dalam menekan inflamasi sendi penderita osteoartritis.
Hasil uji klinis menunjukan perbedaan kadar TNF-alfa sebelum dan sesudah terapi 4 minggu antara curcuminoid vs natrium diklofenak menunjukan hasil sebanding.
Dalam Cochrane Database of Systematic Reviews, 2009, yang menilai 11 penelitian menunjukan bahwa semua penelitian membuktikan manfaat curcuminoid untuk reumatoid artritis (mengurangi nyeri dan kaku sendi) dengan toleransi yang baik.
Obat Bahan Alam untuk Penyakit Paru
dr. Bambang Sigit R, SpPD-KP / FK UGM/RSUP DR Sardjito memaparkan beberapa bahan alam yang digunakan untuk penyakit paru :
- Ginseng : meningkatkan fungsi paru, energi, endurance, bersifat antikanker, dan menurunkan gula darah. Hal yang perlu diwaspadai yaitu stimulasi berlebihan.
- Ginkgo Biloba : mengurangi hipereaktivitas dan meningkatkan fungsi paru pada pasien asma, antagonis PAF, dan sebagai anti-oksidan.
- Echinacea : Meringankan gejala flu, memperpendek lama sakit, efek anti-virus dan bakteri, namun berpotensi terjadinya alergi.
- Cistus incanus (ekstrak pink rock rose) : Meringankan gejala flu, memperpendek lama sakit, memiliki efek anti-virus, bakteri, dan jamur, sebagai imunomodulator, dan anti-inflamasi.
Ditinjau dari efeknya terhadap sistem respirasi, berikut manfaat beberapa herbal :
- Dekongestan : ephedra, eucaliptus, mint
- Ekspektoran : Mullein (Thapsis verbatum), coltsfoot
- Bronkodilator : Mullein, coltsfoot
- Antimokroba : Echinacea, elder, lavender
- Anti-inflamasi : Calendula, chamomile, ginger
- Astringent : red raspberry, golden rod, golden seal, dan oak bark
- Adaptogen : Meningkatkan resistensi terhadap efek stres (ginseng siberian, panax ginseng)
- Anti-catarrhal : bawang putih, thymi, golden seal, golden rod, eyebright.
Obat Bahan Alami untuk Penyakit Ginjal
dr. Bambang Djarwoto SpPD, KGH/FK UGM RSUP DR Sardjito menyampaikan beberapa herbal yang berpotensi menyebabkan penyakit ginjal. Obat alternatif dapat menjadi suatu faktor risiko penting terjadinya penyakit ginjal akut dan kronik karena :
- Keberagaman penyediaan (tidak standar dalam komposisi dan aktivitas biologis).
- Beberapa produk mengandung obat modern atau hormon yang tidak dinyatakan dalam kemasan.
- Kontaminasi pestisidan dan logam berat
- Kesalahan identifikasi tanaman
- Kerusakan jaringan ginjal akibat obat alternatif dapat berupa nekrosis tubular akut, nefritis interstisial akut, papilarinekrosis, hipertensi, terbantuknya batu ginjal, retensi urin, nefritis tubuloinsterstisian kronik dengan fibrosis, kanker saluran kemih, dam rejeksi akut transplantasi ginjal.
Disampaikan juga beragam jenis herbal yang berpotensi merusak ginjal, di antaranya : Taxus celebrica, Mentha spicata, Cantharidin, Glycyrrhiza sp, germanium, willow bark, efedra, Aristolochia sp, dsb.
Untuk menghindari toksik renal, maka penting diperhatikan / dilakukan penelitian toksikologi, surveillance, dan standar kontrol kualitas seperti pada obat konvensional.
Obat Bahan Alam Topikal untuk Osteoartritis
Artritis merupakan indikasi penggunaan Complementary and Alternative Medicine (CAM) terbanyak ke-6. Umumnya digunakan untuk kasus osteoartritis, nyeri hebat, atau keluhan muskuloskeletal, kata dr.Ayu Paramaiswari SpPD/FK UGM /RUSP DR Sardjito.
- Capsaicin : menghambat transmisi rangsang nyeri ke otak, berikatan dengan protein TRPV1 dalam membran neuron sensorin nyeri dan hangat, dan stimulasi subpopulasi neuron nyeri nosiseptif sehingga menyebabkan neuron kehilangan sensitifitas terhadap rangsang nyeri. Untuk pemberian topikal, konsentrasinya sebesar 0,025 – 0,075 %. Hasil meta-analisa menunjukan bahwa capsaicin lebih baik dibandingkan plasebo untuk osteoartritis.
- Comfrey root extract (bahan aktif : alkaloidpirilozidin) : Suatu penelitian acak terkontrol (Grube, et al.Rheumatol. 2001;40:779-93) menunjukkan bahwa herbal ini lebih baik dibandingkan plasebo dalam mengurangi skor nyeri.
- Arnica montana (komponen aktif : derivat thymol dan helenaline) : studi pada hewan menunjukkan aktivitas anti-inflamasi dan analgesik (akar)
- Stinging nettle leaf (Urtica dioca) : Suatu penelitian acak terkontrol plasebo menunjukkan bahwa herbal ini secara bermakna mengurangi skor nyeri.