
Kalbe.co.id -
Kesuburan lelaki sangat dipengaruhi oleh gaya hidup ibunya. Menurut Richard Sharpe, seorang ahli biologi reproduksi terkemuka dari Inggris, merokok dan paparan pestisida serta polusi udara lebih merusak kesehatan janin laki-laki yang masih berusia beberapa minggu dibandingkan kesehatan lelaki dewasa.
Selain itu, terang Sharpe, kerusakan di saat dewasa bisa dihentikan dan diperbaiki dengan cara menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Sedang kerusakan yang terjadi dalam kandungan kemungkinan bersifat permanen.
Paparan racun-racun selama dalam kandungan, lanjur Sharpe, akan mengurangi jumlah sel-sel sertoli, sel-sel sangat khusus yang diperlukan untuk merawat sperma muda mencapai kematangan.
Mengingat semakin banyaknya jumlah lelaki dengan sperma rendah (satu dari lima lelaki di Inggris), terang peneliti, perempuan sebaiknya menjaga kesehatan bayi mereka dengan menerapkan pola hidup terbaik selama kehamilan.
Profesor Sharpe dari
Edinburgh University, mengevaluasi studi-studi dari seluruh dunia yang mempelajari efek merokok, obesitas, dan paparan zat kimia terhadap kesuburan lelaki.
Sebuah studi mengenai efek larutan zat kimia dari sebuah pabrik di Italia tidak menemukan adaanya efek terhadap jumlah sperma lelaki yang sudah dewasa pada waktu itu. Tapi mereka yang sedang bertumbuh dalam kandungan memiliki jumlah sperma lebih rendah daripada normal.
Peneliti yang melakukan studi tersebut menyimpulkan bahwa zat kimia yang terkandung dalam makanan, kosmetik dan produk pembersih turut memicu cacat lahir pada alat kelamin bayi laki-laki dan meningkatkan risiko kanker testis di kehidupan selanjutnya. Tapi peneliti tidak menemukan bukti cukup mengenai efek yang sama terhadap lelaki dewasa.
"Masyarakat luas meyakini bahwa paparan pestisida dari lingkungan sangat memengaruhi produksi sperma lelaki pada umumnya. Akan tetapi, kelihatannya keyakinan ini tidak bisa dipertahankan lagi," tutur Sharpe, seperti dikutip situs
dailymail.co.uk, Senin (19/4).
Secara umum, terang Sharpe, bukti baru menunjukkan bahwa paparan zat kimia tidak mempunyai pengaruh besar terhadap kesuburan lelaki dewasa.
Studi-studi lain telah menemukan bahwa merokok selama kehamilan mengurangi jumlah sperma hingga 40 persen. Di sisi lain, lelaki (perokok berat) hanya memiliki jumlah sperma 10 persen lebih rendah dibandingkan jumlah normal.
"
Review ini mengingatkan kita bahwa kemampuan memproduksi sperma sudah ditentukan sejak awal kehidupan dan kemungkinan sebelum lelaki lahir," terang Dr Allan Pacey, seorang pakar kesuburan lelaki dari
Sheffield University.